Tim UPTD Puskeswan Mapilli menyelidiki kasus kawanan anjing liar yang menyerang 2 kakak beradik bernama Padli (9) dan Alif (7) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Satu anjing yang telah dibunuh akan dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros untuk memastikan binatang tersebut rabies atau tidak.
"Hari ini tim dari Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Polewali Mandar bersama UPTD Puskeswan Mapilli mengambil sampel, berupa sampel kepala (anjing)," kata Kepala UPTD Puskeswan Mapilli, drh Isnaniah Bagenda kepada wartawan, Jumat (20/2/2026).
Petugas Puskeswan Mapilli membedah kepala anjing liar yang mati ditembak warga di areal persawahan Desa Banua Baru, Kecamatan Mapilli, Jumat (20/2). Bangkai kepala anjing itu lalu dimasukkan ke dalam boks berisi es balok sebagai pendingin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti akan diuji laboratorium di Balai Besar Veteriner Maros, apakah anjing tersebut menggigit disebabkan oleh infeksi virus rabies atau bukan," tambahnya.
Isnaniah mengaku belum mengetahui jenis anjing liar yang menyerang kedua korban. Dia menduga anjing-anjing liar tersebut mendekati pemukiman warga karena ingin mencari makan.
"Kalau kita belajar dari kasus lain di desa lain, kemungkinan dia (anjing) mencari makan di perkampungan. Mungkin habitatnya terganggu karena tak punya tempat mencari makan akhirnya masuk ke pemukiman," sambung Isnaniah.
Isnaniah juga mengaku belum bisa memastikan penyebab sehingga kawanan anjing liar itu tiba-tiba menyerang kedua korban. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
"Jadi kalau berdasarkan informasi warga sepertinya tidak ada provokasi (gangguan) yah pada saat gigitan. Tapi itu perlu dikonfirmasi kembali apa betul tidak ada provokasi kenapa secara agresif menyerang," ujarnya.
Dia memastikan, pencarian 5 ekor anjing liar lainnya tetap akan dilanjutkan untuk dilakukan penanganan sebelum jatuh korban lain. Jangan sampai anjing liar yang masih berkeliaran menyerang warga lainnya.
"Jadi untuk lima ekor yang belum ditemukan, warga tetap akan melanjutkan pencarian dan berusaha menangkap anjing tersebut, jangan sampai menyebabkan gigitan di tempat lain," imbuh Isnaniah.
Diberitakan sebelumnya, kakak beradik diserang kawanan anjing liar di Desa Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo, Kamis (19/2) siang. Kedua korban digigit saat mencari ikan di areal persawahan warga.
"Adik kakak kasihan, lumayan parah lukanya akibat gigitan anjing. Sudah dibawa ke rumah sakit," ujar Kepala Desa Banua Baru, M Taufik kepada wartawan, Kamis (19/2).
Serangan anjing liar itu membuat warga resah. Belakangan warga memutuskan mengejar anjing liar itu hingga satu ekor di antaranya ditembak mati.
"Tadi malam itu yang satu ekor (anjing) dilumpuhkan dengan cara ditembak pas kena kepalanya," imbuh Taufik.
(sar/ata)
