Warga Keluhkan Air PDAM Mamuju 6 Hari Tak Mengalir tapi Tagihan Lancar

Warga Keluhkan Air PDAM Mamuju 6 Hari Tak Mengalir tapi Tagihan Lancar

Hafis Hamdan - detikSulsel
Sabtu, 21 Feb 2026 13:10 WIB
Kantor PDAM Tirta Manakarra di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbra).
Foto: Kantor PDAM Tirta Manakarra Mamuju. (dok.istimewa)
Mamuju -

Warga di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluhkan suplai air PDAM Tirta Manakarra yang tidak mengalir selama enam hari. Kondisi ini membuat aktivitas rumah tangga terganggu hingga warga kesulitan menjalani ibadah Ramadan.

Gangguan suplai air PDAM itu terjadi di beberapa perumahan di Kecamatan Simboro, Mamuju. Para warga juga mengeluhkan tagihan yang biasa membengkak padahal suplai air tidak lancar.

"Gangguan layanan yang benar-benar serius dan memprihatinkan. Ini hari keenam air tidak mengalir di beberapa titik dalam Kota Mamuju. Salah satunya di perumahan kami, BTN Griya Cahaya Masannang 4," ujar warga Mamuju bernama Ashari Rauf kepada wartawan, Sabtu (21/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ashari mengatakan problem air tidak mengalir di Mamuju tidak pernah tuntas. Setiap bulannya, silih berganti keluhan warga terkait buruknya suplai air PDAM Tirta Manakarra.

"Jadi sebelum Ramadan sudah ada informasi kerusakan. Tapi kok bisa berlarut-larut sampai 6 hari seperti ini. Penanganan lambat sekali. Akhirnya pakaian kotor menumpuk, terpaksa jarang mandi, berwudu seadanya, dan lain-lain. Kasihan kita, ini bulan Ramadan," katanya.

ADVERTISEMENT

Ashari mengaku, penanganan dan pengelolaan kebutuhan mendasar seperti air bersih di PDAM Tirta Manakarra memang seringkali bermasalah. Bahkan kata dia, pada bulan-bulan sebelumnya suplai air juga tidak lancar.

"Jadi memang beberapa bulan sebelumnya, air PDAM juga relatif tidak lancar mengalir. Dua-dua hari, itu pun ditarik menggunakan mesin besar di BTN Masannang 4. Jadi bergiliran. Itu belum termasuk airnya yang keruh dan kotor kadang-kadang, mirip seperti teh. Kok bisa begini yah," ketusnya.

Ashari menegaskan, kerusakan yang terjadi mestinya ditangani secara cepat dan tepat. Termasuk, sarana dan prasarana (Sarpras) pendukung pengelolaan air bersih di PDAM Tirta Manakarra mesti segera dibenahi.

"Sering rusak katanya alat. Jadi, jangan beli alat atau Sarpras yang murahan, biar tidak cepat rusak. Karena kalau dihitung-hitung duit dari masyarakat yang dibayar setiap bulan ke PDAM itu luar biasa besarnya," imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan warga Simboro bernama Dwi. Dia mengaku heran dengan PDAM Tirta Manakarra yang tidak berbenah terkait keluhan suplai air namun tagihan lancar dan kadang melonjak.

"Heran kita ini masalahnya itu-itu terus, masa kita pergi terus ke rumah teman ambil air, sudah berhari-hari ini. Baru kita heran tagihannya lancar, biasa melonjak juga biar tidak ada dipake air," kesalnya.

Dwi mendesak Bupati Mamuju untuk segera mengevaluasi jajaran PDAM Tirta Manakarra yang dianggap tidak becus dalam mengoptimalkan pelayanan dasar masyarakat. Ia menyebut banyak warga dirugikan karena buruknya pelayanan PDAM.

"Kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju mohon PDAM Tirta Manakarra Mamuju dievaluasi. Kondisi ini sudah berlangsung lama. Sementara kami setiap bulan membayar tagihan mahal, tapi pelayanan air bersih seperti ini. Jelas sangat kami keluhkan," harapnya.

Terpisah, Direktur PDAM Tirta Manakarra, Jauhariah A Syafruddin belum memberikan respons terkait keluhan warga itu. Ia mengaku saat ini sedang menghadiri rapat.

"Kami lagi ada rapat pertemuan," singkat Jauhariah saat dimintai konfirmasi.




(hsr/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads