Renungan Katolik Minggu 22 Februari 2026 Lengkap Bacaan-Teks Mazmur

Renungan Katolik Minggu 22 Februari 2026 Lengkap Bacaan-Teks Mazmur

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Minggu, 22 Feb 2026 07:49 WIB
Suasana setelah misa Katolik di Gereja Maria Ratu Rosari Kare, Keuskupan Agung Makassar
Ilustrasi renungan dan bacaan (Foto: Osmawanti Panggalo/detikSulsel)
Makassar -

Umat Katolik memasuki Minggu Prapaskah I pada Minggu 22 Februari 2026 sebagai awal perjalanan rohani menujuh Paskah. Masa Prapaskah menjadi waktu pertobatan, doa, dan pembaruan diri, di mana setiap orang beriman diajak kembali menata hati serta memperdalam relasi dengan Tuhan.

Pada Minggu Prapaskah I ini , gereja secara khusus mengajak umat merenungkan tema percobaan dan kesetiaan kepada Allah. Momentum ini menjadi pengingat bahwa perjalanan iman bukan tanpa tantangan namun, melalui doa, puasa, dan amal kasih yang dijalankan selama Prapaskah, umat diajak semakin kuat dalam menghadapi cobaan serta semakin siap menyambut sukacita kebangkitan Kristus pada Hari Raya Paskah.

Nah, secara lengkap artikel ini menyajikan:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. Bacaan dan renungan Katolik Minggu, 22 Februari 2026 berdasarkan kalender liturgi;
  2. Teks mazmur tanggapan;
  3. Bait pengantar Injil;
  4. Teks doa penutup;

Yuk, simak selengkapnya!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 22 Februari 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: Kej. 2:7-9;3:1-7

Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.

Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,

tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4,5-6a,12-13,14,17

Mazmur Tanggapan Minggu Prapaskah IMazmur Tanggapan Minggu Prapaskah I Foto: Dok. Lagu Misa

Mazmur (oleh pemazmur)

1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu,
menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku.
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,
dan tahirkanlah aku dari dosaku!

2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku,
dosaku selalu terbayang di hadapanku.
Terhadap Engkau sendirilah aku berdosa
yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.

3. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah,
dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku.
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu,
dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

4. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu
dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku.
Ya Tuhan, bukalah bibirku,
supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu.

Bacaan II: Roma 5:12,17-19 (singkat)

Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.

Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.

Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.

Bait Pengantar Injil

Bait Pengantar Injil Minggu Prapaskah IBait Pengantar Injil Minggu Prapaskah I Foto: Dok. Lagu Misa
  • Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Bacaan Injil: 4:1-11

Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.

Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.

Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."

Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,

lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."

Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,

dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."

Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

Renungan Hari Ini: Sakramen Tobat Menyembuhkan

"Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!" (Mzm. 51:3)

Mazmur 51:3-6a adalah Mazmur Daud ketika Nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Betsyeba. Kala itu Daud menyadari ia telah bersalah dan berdosa kepada Allah atas apa yang ia lakukan terhadap Batsyeba, sementara Allah telah begitu baik dan mengasihinya. Ia sungguh-sungguh menyesal dan mau bertobat. Maka ketika Nabi Natan datang, ia pun mengakui kesalahan dan dosanya serta memohon pengampunan Allah.

Yesus pernah dicobai Iblis seperti tertulis pada Mat. 4:1-11. Sebagai anak Allah, kita pun tak luput dari cobaan Iblis.

Jika Yesus tetap teguh dan tidak jatuh dalam cobaan iblis saat dicobai, tidak demikian dengan kita manusia lemah. Kita kerap jatuh dalam godaan dan dosa, untuk itu Gereja Katolik menyiapkan sarana Sakramen Tobat bagi umat, setiap masa Adven dan Prapaskah.

Kita patut bersyukur sejak beberapa tahun terakhir ini semakin banyak umat Katolik yang teratur mengakukan dosanya.

Aku teringat satu pengakuan dosaku dari sekian kali pengakuan dosa. Itu adalah pengakuan dosaku setelah belasan tahun tidak mengaku dosa.

Saat itu romo memberiku nasihat untuk membaca dan mendoakan Mazmur 139: Doa kepada Allah Yang Maha Tahu. Selanjutnya Mazmur ini menjadi ayat kesukaanku, yang kusalin ulang dari Kitab Suci dengan tulisan tangan sebagus dan serapi mungkin.

Dari Mazmur 139 ini aku menyadari kasih Allah yang begitu besar kepadaku, apa pun keadaan hati dan diriku. Aku merasa lebih tenteram dan damai. Lewat pengakuan dosa ini, aku pun disembuhkan.

Selanjutnya setiap masa Adven dan Prapaskah, aku tidak pernah melewatkan Sakramen Tobat karena aku harus membersihkan dan menyucikan diriku untuk menyambut hari raya kudus, yaitu kelahiran Yesus dan kematian serta kebangkitan-Nya.

Sudahkah kita melaksanakan Sakramen Tobat, sedikitnya sekali setahun khususnya dalam masa Prapaskah sesuai ajaran gereja?

Doa Penutup

Bapa yang penuh kasih, kami mohon agar Kau senantiasa menyertai kami, memberi kami kekuatan dan tidak membiarkan kami jatuh dalam cobaan. Bapa, terima kasih untuk senantiasa menyertai kami. Amin.

Ditulis oleh Maria Gratia Mery Effendi
Sumber: Buku Renungan Tiga Titik

Itulah renungan harian Katolik Minggu, 22 Februari 2026. Semoga bermanfaat!




(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads