37 Rumah di Polman Terbakar gegara Kompor Lupa Dimatikan, 1 Lansia Tewas

Sulawesi Barat

37 Rumah di Polman Terbakar gegara Kompor Lupa Dimatikan, 1 Lansia Tewas

Abdy Febriady - detikSulsel
Minggu, 01 Mar 2026 08:48 WIB
Kebakaran menghanguskan 37 rumah di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Polman.
Foto: Kebakaran menghanguskan 37 rumah di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Polman. (dok. Istimewa)
Mamuju -

Kebakaran menghanguskan 37 rumah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), diduga akibat salah satu penghuni lupa mematikan kompor. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang lanjut usia (lansia) meninggal dunia.

Peristiwa itu terjadi di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Sabtu (28/2) sekira pukul 20.30 Wita. Kebakaran diduga terjadi setelah salah satu korban meninggalkan rumah untuk salat tarawih.

"37 unit yang terbakar. Rusak total 29, rusak berat 5 dan rusak ringan 3," ungkap Kepala Desa Galung Tuluk, Burhanuddin kepada wartawan, Minggu (1/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Burhanuddin mengatakan, api cepat berkobar karena kebakaran terjadi di pemukiman padat penduduk. Sebagian rumah dalam keadaan kosong saat peristiwa tersebut.

"Tidak kencang angin, cuman mungkin karena rumah padat berdekat-dekatan jadi cepat sekali (api membesar). Saat kejadian, rata-rata pergi tarawih pemilik rumah yang terbakar," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Burhanuddin menyebut, api berhasil dipadamkan warga dengan bantuan 8 unit mobil pemadam dari Kabupaten Polman dan 2 mobil pemadam dari Kabupaten Majene.

"Kalau tidak salah ada 8 unit mobil pemadam dari Polman dibantu 2 unit mobil pemadam dari Majene," ucapnya.

Selain menghanguskan 37 rumah, kebakaran mengakibatkan seorang warga bernama Muhammad (60) meninggal dunia. Korban diduga kelelahan saat berupaya membantu evakuasi barang.

"Yang meninggal itu mungkin capek lalu lalang. Panik sekali, mungkin kelelahan, karena rumahnya tidak terbakar," terang Burhanuddin.

Dia mengaku belum mengetahui secara pasti sumber api penyebab kebakaran. Berdasarkan informasi yang diperoleh, api berasal dari dapur salah satu rumah yang ditinggal pemiliknya tarawih.

"Kalau sumbernya belum kita tahu karena sementara salat tarawih orang terjadi ini kebakaran. Kalau informasi itu dari dapur salah satu rumah warga, tapi sementara kosong itu rumah karena orangnya sementara pergi tarawih," tutur Burhanuddin.

Belum diketahui secara pasti total kerugian materil yang timbul akibat kebakaran ini. Namun demikian, sedikitnya 173 jiwa warga dilaporkan kehilangan tempat tinggal.

"Yang terdampak 94 kepala keluarga, 173 jiwa," pungkas Burhanuddin.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads