Nuzulul Qur'an menjadi salah satu momen yang selalu dinantikan umat Islam. Pasalnya, peristiwa Nuzulul Qur'an merupakan bagian penting dalam sejarah Islam karena menandai awal diturunkannya Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat manusia.
Menukil laman UIN Sunan Gunung Djati, wahyu Allah SWT berupa Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril. Wahyu tersebut pertama kali turun ketika Rasulullah SAW berusia 40 tahun dan berada di Gua Hira, Jabal Nur.
Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur sebagai jawaban atas kebutuhan hukum dan persoalan umat pada masa itu. Proses turunnya wahyu yang bertahap tersebut juga memberi pelajaran bagi umat Islam agar senantiasa bersikap sabar dan berhati-hati dalam menghadapi berbagai peristiwa serta cobaan kehidupan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, Nuzulul Qur'an 2026 jatuh pada tanggal berapa?
Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!
Nuzulul Qur'an 2026 Jatuh pada Tanggal?
Nuzulul Qur'an diperingati setiap 17 Ramadhan dalam penanggalan kalender Hijriah. Merujuk pada kalender Hijriah yang disusun Kementerian Agama RI, 17 Ramadhan 1447 H jatuh pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Artinya, peringatan Nuzulul Qur'an 2026 jatuh pada tanggal 7 Maret 2026. Namun, sebagaimana diketahui bahwa pergantian hari dalam kalender Hijriah terjadi pada waktu Maghrib.
Dengan demikian, malam Nuzulul Qur'an 2026 jatuh pada Jumat, 6 Maret 2026, setelah Maghrib.
Agar lebih jelas, berikut rincian jadwal Nuzulul Qur'an 2026:
- Malam Nuzulul Qur'an 2026: Jumat, 6 Maret 2026 (mulai waktu Maghrib)
- Nuzulul Qur'an 2026: Sabtu, 7 Maret 2026 (hingga waktu Maghrib)
Tentang Nuzulul Qur'an
Mengutip Jurnal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berjudul "Hikmah Penurunan Al-Qur'an secara Berangsur", Nuzulul Qur'an secara bahasa diambil dari kata "Qur'an" yang berarti bacaan. Sementara secara istilah, Nuzulul Qur'an adalah cara dan fase turunnya Al-Qur'an dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW.
Allah SWT menurunkan Al-Qur'an tidak sekaligus, melainkan secara bertahap atau berangsur-angsur. Peristiwa diturunkan Al-Qur'an berlangsung dalam dua fase.
Fase pertama, Allah SWT menurunkan Al-Qur'an ke Lauh Mahfudz, yakni tempat yang berisi catatan seluruh ketetapan Allah SWT. Pada fase kedua, dari Lauh Mahfudz diturunkan ke Baitul Izzah atau langit dunia.
Setelah itu, barulah Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur melalui perantara malaikat Jibril. Ayat atau surat yang diturunkan secara bertahap tersebut menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi umat Islam pada masa itu.
Bahkan, tidak jarang wahyu turun untuk menjawab pertanyaan para sahabat yang dilontarkan kepada Nabi atau untuk membenarkan tindakan Nabi SAW. Di samping itu, terdapat pula ayat atau surat yang diturunkan tanpa didahului pertanyaan maupun peristiwa tertentu.
Adapun ayat yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW, menurut pendapat yang paling popular dan kuat berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah Ummul Mu'minin, adalah Surat Al-Alaq ayat 1-5.
Amalan Malam Nuzulul Qur'an
Umat muslim dianjurkan untuk menghidupkan malam Nuzulul Qur'an dengan memperbanyak amalan. Adapun sejumlah amalan yang dapat dikerjakan sebagaimana disadur dari laman Universitas Islam Riau adalah sebagai berikut:
1. Membaca Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an merupakan amalan yang sangat mulia yang dianjurkan bagi setiap muslim, termasuk pada malam Nuzulul Qur'an. Amalan ini sebagai bentuk kecintaan umat Islam kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Bahkan disebutkan bahwa Al-Qur'an dapat menjadi obat bagi umat Islam, terutama dalam hal kejiwaan. Allah SWT akan memberikan kesehatan jiwa dan ketenangan hidup bagi siapa saja yang membaca Al-Qur'an.
Adapun sejumlah keutamaan membaca Al-Qur'an adalah mendapatkan pahala dan kebaikan, derajat dan wibawa lebih baik, memperoleh rahmat dan perlindungan malaikat, menjadi syafaat di hari kiamat, hingga terhindar dari sesat dan celaka.
2. I'tikaf
Memperbanyak i'tikaf pada malam Nuzulul Qur'an menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Pasalnya, i'tikaf merupakan suatu usaha untuk lebih dekat dan taat kepada Allah SWT.
Pada saat i'tikaf, umat Islam dapat melakukan berbagai ibadah seperti dzikir, bertasbih, membaca Al-Qur'an, muhasabah diri, mendengarkan nasihat agama, serta merenungkan hari akhir.
3. Shalat Malam
Amalan selanjutnya yang dapat dikerjakan adalah shalat malam. Shalat ini merupakan shalat sunnah yang dilakukan pada malam hari yang dimulai sejak selesai dilaksanakannya shalat isya' walaupun belum tidur.
Adapun shalat sunnah malam yang dimaksud ialah shalat sunnah setelah shalat isya, witir, shalat sunnah mutlak, dan termasuk di dalamnya adalah shalat Tahajud.
Salah satu keutamaan shalat Tahajud adalah doa-doanya akan dikabulkan oleh Allah SWT. Hal itu karena shalat sunnah Tahajud memiliki derajat yang tinggi, sehingga siapa pun yang mengerjakannya maka doanya akan dikabulkan.
Rasulullah SAW pernah bersabda:
"Setiap malam Allah SWT turun ke langit dunia sampai tersisa sepertiga malam yang terakhir. Ia (Allah) pun berkata, 'Adakah hamba-Ku yang meminta sehingga pasti aku berikan apa yang dia minta? Adakah hamba-Ku yang beristighfar sehingga Aku ampuni dosanya?" (HR Bukhari dan Muslim)
4. Berdoa
Berdoa menjadi amalan selanjutnya yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam Nuzulul Qur'an. Umat Islam dapat memperbanyak doa sesuai dengan yang dihajatkan.
Sikap seorang hamba untuk senantiasa berdoa kepada Allah dan menghindarkan diri dari meminta-minta kepada manusia adalah bentuk kesempurnaan tauhid. Dengan berdoa kepada Allah, berarti seorang hamba telah mengetahui, mengakui, dan meyakini sifat rububiyah dan uluhiyah bagi-Nya.
Itulah penjelasan mengenai jadwal Nuzulul Qur'an 2026, beserta amalan yang dianjurkan bagi umat Islam. Semoga bermanfaat ya, detikers!
(urw/urw)
