Sherly Dorong 36 Ribu Nelayan Malut Akses KUR-BPJS untuk Perkuat Permodalan

Sherly Dorong 36 Ribu Nelayan Malut Akses KUR-BPJS untuk Perkuat Permodalan

Nurul Hidayah - detikSulsel
Kamis, 05 Mar 2026 19:35 WIB
Gubernur Malut Sherly Tjoanda melakukan sosialisasi KUR di Kantor Camat Wasile, Halmahera Timur. Dokumen Istimewa
Foto: Gubernur Malut Sherly Tjoanda melakukan sosialisasi KUR di Kantor Camat Wasile, Halmahera Timur. Dokumen Istimewa
Halmahera Timur -

Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda Laos mendorong sekitar 36 ribu nelayan di daerahnya untuk memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat permodalan sekaligus memberikan perlindungan sosial bagi nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut.

Hal itu disampaikan oleh Sherly saat melakukan sosialisasi KUR di Kantor Camat Wasile, Halmahera Timur, Kamis (5/3/2026). Sherly menyebut KUR dapat menjadi solusi bagi nelayan di tengah keterbatasan kemampuan pemerintah dalam memberikan bantuan kapal.

"Berdasarkan data BPS jumlah nelayan di Maluku Utara mencapai sekitar 36 ribu orang. Setiap tahun hanya sekitar 200 unit kapal yang bisa disalurkan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan," kata Sherly dalam keterangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut dukungan modal dari pemerintah itu bisa mendorong kemajuan sektor kelautan dan perikanan Malut. Hal tersebut sejalan dengan prioritasnya bersama Wakil Gubernur Malut Sarbin Sehe untuk meningkatkan usaha dan kesejahteraan nelayan.

"(Kami) memiliki keinginan besar agar para nelayan dan UMKM bisa mandiri dan naik kelas," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Sherly juga mengajak nelayan memanfaatkan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan. Dia mengakui pekerjaan nelayan memiliki risiko tinggi sehingga memerlukan jaminan sosial.

Ia menjelaskan BPJS Ketenagakerjaan menjadi bentuk perlindungan dari pemerintah kepada para pekerja. Dengan demikian nelayan yang terdaftar dalam program jaminan sosial tersebut akan mendapatkan perlindungan saat melaut.

"Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bisa memberikan perlindungan jika terjadi kecelakaan kerja bahkan kematian," tuturnya.

Sherly menegaskan Pemerintah Provinsi Malut berkomitmen meningkatkan kesejahteraan sekaligus memberikan perlindungan sosial bagi para nelayan saat melaut. KUR dan BPJS Ketenagakerjaan dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat jaminan sosial serta mendorong ekonomi masyarakat sekaligus ekonomi daerah.

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Malut Fauji Momole menyebut dana KUR dapat membantu nelayan membeli kapal dengan ukuran atau Gross Tonnage (GT) yang lebih memadai untuk menangkap ikan. Dengan demikian kesejahteraan nelayan diharapkan dapat semakin meningkat.

"Dana KUR ini digunakan untuk pembelian kapal dan mesin berukuran tiga GT agar mereka mampu menangkap ikan lebih jauh sekaligus meningkatkan hasil tangkapannya," pungkasnya.




(hmw/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads