Nuzulul Qur'an merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan Ramadhan. Lantas, malam Nuzulul Qur'an 2026 jatuh pada tanggal berapa?
Momen Nuzulul Qur'an diperingati setiap malam 17 Ramadhan. Sebagaimana diketahui, penanggalan kalender Hijriah berbeda dengan kalender Masehi, sehingga umat Islam perlu melakukan konversi penanggalan.
Nah untuk itu, berikut detikSulsel sajikan jadwal malam Nuzulul Qur'an 2026 hingga amalan yang dianjurkan. Yuk simak selengkapnya di bawah ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malam Nuzulul Qur'an 2026 Jatuh Pada Tanggal Berapa?
Melansir laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nuzulul Qur'an bertepatan pada malam 17 Ramadhan. Tahun ini, tanggal 17 Ramadhan jatuh pada Sabtu, 7 Maret 2026. Dengan demikian, malam Nuzulul Qur'an 2026 dimulai pada Jumat, 6 Maret 2026, setelah waktu Maghrib.
Agar lebih jelas, berikut rincian jadwal Nuzulul Qur'an 2026:
- Malam Nuzulul Qur'an 2026: Jumat, 6 Maret 2026 (mulai waktu Maghrib)
- Nuzulul Qur'an 2026: Sabtu, 7 Maret 2026 (hingga waktu Maghrib)
Sejarah Nuzulul Qur'an
Nuzulul Qur'an merupakan peristiwa turunnya Al-Qur'an sebagai wahyu pertama dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Mengutip laman Nahdlatul Ulama, Syekh Muhammad Sayyid At-Thanthawi dalam karya tafsirnya mengatakan bahwa Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui dua tahap.
Tahap pertama, yaitu Allah SWT menurunkan Al-Qur'an dari Lauh Mahfudz ke langit dunia secara menyeluruh. Pada tahapan kedua, Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril untuk menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi SAW dengan cara berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan umat Islam pada saat itu.
Wahyu tersebut turun sebagai hukum, respons terhadap kejadian tertentu, sebagai perintah atau larangan, serta sebagai hikayat dari umat-umat sebelumnya. Sementara itu, sejarah di balik munculnya peringatan Nuzulul Qur'an ini memiliki beragam versi.
Melansir jurnal Amsal Al-Quran berjudul "Pewahyuan Al-Quran; Menelusuri Historis Turunnya Al-Quran", terdapat pendapat yang mengatakan bahwa peringatan Nuzulul Qur'an pertama kali dilakukan oleh para sahabat Nabi Muhammad.
Di sisi lain, menurut Dr. Abdullah Hakim Quick dalam bukunya "The Historical Significance of Ramadan", peringatan Nuzulul Qur'an pertama kali dilakukan oleh seorang ulama di India bernama Maulana Abdullah Ansari pada abad ke-19.
Seiring berjalannya waktu, tradisi peringatan tersebut meluas hingga ke berbagai penjuru dunia. Kini, peringatan tersebut menjadi salah satu peristiwa yang dinantikan setiap tahunnya oleh umat Islam.
Amalan Malam Nuzulul Qur'an
Pada malam Nuzul Qur'an, umat Islam dianjurkan untuk mengerjakan beberapa amalan-amalan. Berikut empat amalan malam Nuzul Qur'an yang dilansir dari laman MUI:
1. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an, sesuai dengan namanya yaitu Nuzulul Qur'an. Selain itu, membaca Al-Qur'an juga salah satu amalan yang dianjurkan pada bulan Ramadhan.
Hal ini juga sesuai dengan hadits Rasulullah SAW tentang keutamaan membaca Al-Qur'an yang diriwayatkan oleh Nu'man Ibnu Basyir, sebegai berikut :
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ
Selain itu, di dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan bahwa pada malam Nuzulul Qur'an, malaikat Jibril memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk membaca Al-Qur'an.
وقد جاء عن بعض أصحابنا أنه ليلة نزول القرآن، وقد نزل على النبي صلى الله عليه وسلم فيها جبريل عليه السلام، وأمره بقراءة القرآن بمختلف الأقراء، وأخبره بتفسير الشريعة الإسلامية
Artinya: "Telah datang dari beberapa sahabat kami bahwa pada malam Nuzulul Qur'an turunlah Jibril as ke hadapan Nabi SAW dan beliau memerintahkan beliau membaca Al-Qur'an dengan berbagai macam bacaannya dan menunjukkan cara membacanya dengan baik, serta memberikan penjelasan tentang hukum-hukum syariat Islam."
2. Memperbanyak Bacaan Dzikir
Memperbanyak dzikir di malam Nuzulul Qur'an merupakan salah satu amalan mulia yang dapat dilakukan seorang muslim yang berusaha untuk terus istiqamah mengingat Allah SWT dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Seperti keutamaan berdzikir yang dijelaskan dalam QS Al Ankabut ayat 45 :
اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Artinya: "Sungguh, mengingat Allah (dzikrullah) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
3. Melakukan Sholat malam
Sholat malam adalah sholat yang sangat mulia setelah sholat maktubah (sholat lima waktu). Umat Islam yang melakukan sholat malam juga disebutkan sebagai tanda kemuliaan bagi orang yang beriman, sebagaimana hadis Ath-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Awsath:
جَاءَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ إِلَى النَّبِيِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَّيْلِ وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ
Artinya, "Jibril as datang menemui Nabi saw. Lalu berkata (kepada beliau): "Wahai Muhammad, hiduplah sekehendakmu (namun ingatlah) selanjutnya engkau benar-benar akan mati. Cintailah siapa saja yang engkau cintai (namun ingatlah) selanjutnya engkau benar-benar akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sekehendakmu (namun ingatlah) selanjutnya benar-benar engkau akan menerima balasan dari apa yang engkau perbuat", Lalu dia berkata lagi: "Wahai Muhammad, kemuliaan seorang mukmin terletak pada shalat malam. Kehormatannya terletak pada tidak butuhnya ia kepada manusia." (HR Ath-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Awsath).
4. Melakukan I'tikaf
Melakukan i'tikaf di masjid pada malam Nuzul Qur'an merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kemuliaan malam Nuzulul Qur'an. Umat Islam dapat melakukan beberapa amalan yang telah disebutkan di atas sebagai kegiatan i'tikaf.
Adapun niat i'tikaf sebagai berikut :
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى
Artinya, "Aku berniat i'tikaf di masjid ini karena Allah."
Apa Bedanya Malam Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar?
Terdapat perbedaan antara Malam Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar. Melansir laman resmi Muhammadiyah, untuk memahami perbedaanya, penting untuk mengetahui dua tahapan turunnya Al-Qur'an
Seperti yang telah disebutkan di atas, tahapan pertama yaitu diturunkan ke langit dunia dan tahapan kedua yakni diturunkan secara bertahap. Dengan demikian, berdasarkan penjelasan tersebut, Lailatul Qadar mengacu pada turunnya Al-Qur'an tahap pertama, sedangkan Nuzul Al-Qur'an mengacu pada turunnya wahyu pertama dari turunnya Al-Qur'an tahap kedua.
Demikian informasi mengenai jadwal malam Nuzulul Qur'an 2026, beserta amalan yang dianjurkan. Semoga bermanfaat ya, detikers!
(urw/urw)
