Jumlah penumpang mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) diproyeksikan mencapai sekitar 132.306 orang. Angka tersebut menjadikan Pelabuhan Makassar sebagai pelabuhan dengan arus penumpang tertinggi di wilayah Pelindo Regional 4 selama periode Angkutan Lebaran tahun ini.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis mengungkapkan, 20 pelabuhan di Regional 4 diproyeksikan kembali mengalami peningkatan jumlah penumpang pada arus mudik Lebaran tahun ini. Ada 5 pelabuhan dengan arus penumpang tertinggi pada 2025 yakni Pelabuhan Makassar sebanyak 126.006 penumpang, Balikpapan 112.531 penumpang, Ambon 103.679 penumpang, Parepare 97.174 penumpang, serta Ternate 67.460 penumpang.
"Pada Angkutan Lebaran 2026, jumlah penumpang di pelabuhan-pelabuhan tersebut diproyeksikan kembali meningkat, yakni Makassar sekitar 132.306 penumpang, Balikpapan 118.158 penumpang, Ambon 108.863 penumpang, Parepare 102.033 penumpang, serta Ternate 70.833 penumpang," ujar Abdul Azis saat konferensi pers di kantornya, Senin (9/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara total penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Indonesia Timur mencapai 882.620 orang. Jumlah itu meningkat sekitar 5% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 840.590 penumpang.
"Pertumbuhan ini sejalan dengan tren peningkatan mobilitas masyarakat serta semakin kuatnya konektivitas transportasi laut di wilayah Indonesia Timur," jelas Azis.
Dia menjelaskan, arus penumpang di pelabuhan Regional 4 dalam beberapa tahun terakhir memang menunjukkan tren peningkatan. Pada 2022 jumlah penumpang tercatat sekitar 594.263 orang, meningkat menjadi 715.256 orang pada 2023 dan 764.010 orang pada 2024.
Jumlah tersebut kembali naik pada Angkutan Lebaran 2025 menjadi 840.590 orang dan pada tahun ini diperkirakan meningkat menjadi sekitar 882.620 penumpang.
Menurut Abdul Azis, Pelindo Regional 4 telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus penumpang selama periode mudik. Persiapan dilakukan mulai dari kesiapan infrastruktur terminal hingga penguatan koordinasi dengan operator kapal dan instansi terkait.
"Kami memastikan seluruh fasilitas terminal penumpang dalam kondisi siap operasional, serta melakukan penguatan koordinasi dengan seluruh stakeholder guna memastikan pelayanan mudik berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Division Head Operasi Pelindo Regional 4 Yusida M. Palesang mengatakan sejumlah pelabuhan utama di Kawasan Timur Indonesia diperkirakan kembali menjadi simpul pergerakan penumpang terbesar pada musim mudik tahun ini. Pelabuhan Makassar diproyeksikan tetap menempati posisi teratas dalam arus penumpang.
"Pelabuhan Makassar diproyeksikan tetap menjadi pelabuhan dengan arus penumpang tertinggi di Regional 4 selama masa mudik Lebaran, diikuti Balikpapan dan Ambon. Oleh karena itu kami menyiapkan penguatan pengelolaan arus penumpang serta optimalisasi layanan terminal penumpang di pelabuhan-pelabuhan tersebut," kata Yusida.
Selain Makassar, beberapa pelabuhan lain yang diproyeksikan memiliki arus penumpang tinggi yakni Balikpapan sekitar 118.158 penumpang, Ambon 108.863 penumpang, Parepare 102.033 penumpang, serta Ternate 70.833 penumpang. Kelima pelabuhan tersebut menjadi simpul utama mobilitas masyarakat di wilayah Indonesia Timur selama periode mudik.
Pada periode Angkutan Lebaran tahun lalu, puncak arus mudik tercatat terjadi pada H-3 Lebaran dengan jumlah penumpang mencapai 41.049 orang. Sementara puncak arus balik terjadi pada H+7 dengan total 40.197 penumpang.
Pelindo Regional 4 sendiri mengoperasikan 20 terminal penumpang selama masa Angkutan Lebaran untuk memastikan kelancaran layanan bagi masyarakat pengguna transportasi laut di wilayah Indonesia Timur. Dengan kesiapan tersebut, Pelindo optimistis pelayanan kepelabuhanan selama musim mudik tahun ini dapat berjalan optimal.
(asm/hsr)
