Panduan Lengkap Sholat Idul Fitri 2026: Niat, Bacaan, Tata Cara, hingga Doa

Panduan Lengkap Sholat Idul Fitri 2026: Niat, Bacaan, Tata Cara, hingga Doa

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Senin, 09 Mar 2026 20:45 WIB
Ilustrasi panduan sholat Idul Fitri 2026.
Foto: Ilustrasi. (Grandyos Zafna)
Makassar -

Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada hari tersebut adalah melaksanakan sholat Idul Fitri.

Sholat Idul Fitri memiliki tata cara yang sedikit berbeda dibandingkan sholat pada umumnya, mulai dari niat, jumlah takbir, hingga bacaan surat yang dianjurkan. Karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami panduan pelaksanaannya agar ibadah dapat dilakukan dengan khusyuk dan sesuai syariat.

Artikel ini akan menyajikan panduan lengkap sholat Idul Fitri 2026 agar detikers pembaca dapat memahami langkah-langkah pelaksanaan sholat secara jelas. Yuk, disimak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Niat Sholat Idul Fitri

Dilansir dari buku 'Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet' oleh Ibnu Watiniyah, berikut bacaan niat sholat Idul Fitri secara berjemaah bagi imam maupun makmum:

Niat Sholat Idul Fitri bagi Imam

أُصَلَّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرْ.

ADVERTISEMENT

Arab Latin: Ushallii sunnatan li'iidil fithri rak'ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillahi taʼaalaa.

Artinya: "Saya niat salat sunah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai imam karena Allah Ta'ala."

Niat Sholat Idul Fitri bagi Makmum

أُصَلَّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرْ.

Arab Latin: Ushallii sunnatan li'iidil fithri rak'ataini mustaqbilal qiblati maʻmuuman lillahi taʼaalaa.

Artinya: "Saya niat salat sunah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

Bacaan Surat Sholat Idul Fitri

Sholat Idul Fitri dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Sama seperti sholat sunnah pada umumnya, setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat pilihan dari Al-Qur'an.

Dalam pelaksanaannya, terdapat surat yang dianjurkan untuk dibaca saat sholat Idul Fitri, yakni:

  • Rakaat pertama: surat Qaf atau Al-A'la
  • Rakaat kedua: surat Al-Qamar atau surat Al-Ghasyiyah

Tata Cara Sholat Idul Fitri

Adapun tata cara sholat Idul Fitri adalah sebagai berikut:

  • Ketika imam sudah tiba di masjid atau tempat pelaksanaan sholat Id, muraqqi (bilal) segera berdiri untuk memberi aba-aba dimulainya shalat Id dengan menyerukan:
    "Shalluu sunnatan li'iidil fithri rak'ataini jaami'atan rahimakumullaah."
  • Setelah itu, imam menuju ke mihrab (tempat imam memimpin sholat).
  • Imam kemudian membaca niat sholat Idul Fitri yang disertai dengan takbiratul ihram, lalu diikuti oleh para makmum.
  • Setelah takbiratul ihram, dilanjutkan dengan membaca doa iftitah.
  • Selanjutnya melakukan takbir dengan ketentuan:
    • Rakaat pertama: sebanyak tujuh kali
    • Rakaat kedua: sebanyak lima kali
  • Di sela-sela takbir tersebut, dianjurkan membaca tasbih berikut ini:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Arab Latin: Subhanallah walhamdu lillâh wa lâ ilaha illallâhu wallâhu akbar.

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah dan tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."

Atau, boleh juga dengan mambaca bacaan berikut:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا ، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا.

Arab Latin: Allâhu akbar kabîrâ, wal hamdu lillâhi katsîrâ, wa subhanallâhi bukrataw wa ashîlâ.

Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada pagi dan petang."

  • Setelah takbir ketujuh (pada rakaat pertama) atau takbir kelima (pada rakaat kedua) dilanjutkan dengan membaca ta'awudz, kemudian surat Al-Fatihah.
  • Selanjutnya membaca surat pilihan yang dianjurkan sebagaimana disebutkan sebelumnya.
  • Setelah itu, sholat dilanjutkan sebagaimana rukun sholat pada umumnya, yaitu:
    • Rukuk
    • I'tidal (bangun dari rukuk)
    • Sujud
    • Duduk di antara dua sujud
    • Sujud kedua
  • Kemudian berdiri untuk rakaat kedua dan mengulangi rangkaian takbir seperti yang disebutkan sebelumnya, hingga salam.

Khutbah Setelah Sholat Idul Fitri

Selesai melaksanakan sholat Id, bilal akan memberi aba-aba dimulainya khutbah. Setelah itu, bilal membaca sholawat sambil menyerahkan tongkat kepada khatib.

Jemaah Idul Fitri dianjurkan untuk tetap tinggal di tempat pelaksanaan sholat Id untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri hingga selesai. Anjuran ini didasarkan pada ungkapan Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah berikut:

السُّنَّةُ أَنْ يَخْطُبَ الْإِمَامُ فِي الْعِيدَيْنِ خُطْبَتَيْنِ يَفْصِلُ بَيْنَهُمَا بِجُلُوْسٍ

Artinya: "Sunahnya adalah seorang imam berkhutbah dua kali pada salat Hari Raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk." (HR asy-Syafi'i)

Adapun khutbah Idul Fitri dilaksanakan sebanyak dua kali. Pada khutbah pertama, khatib disunnahkan memulainya dengan takbir hingga sembilan kali, sedangkan khutbah kedua dibuka dengan takbir sebanyak tujuh kali yang dibaca secara berturut-turut.

Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Fitri

Waktu pelaksanaan sholat Idul Fitri adalah pada tanggal 1 Syawal, yakni sejak Matahari terbit hingga tergelincir. Adapun waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat Idul Fitri adalah ketika Matahari sudah naik kira-kira satu tombak dalam pandangan mata.

Pelaksanaan sholat Idul Fitri disunnahkan untuk dimulai sedikit lebih lambat. Hal ini bertujuan utnuk memberi kesempatan bagi umat Islam yang belum menunaikan zakat fitrah agar dapat menunaikannya terlebih dahulu.

Hal ini berbeda dengan sholat Idul Adha yang justru dianjurkan untuk dikerjakan lebih awal. Tujuannya adalah agar masyarakat memiliki waktu yang lebih luas untuk melaksanakan ibadah kurban setealh rangkaian sholat Idul Adha selesai.

Jika mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idul Fitri 2026 diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun, penetapan resmi 1 Syawal 1447 H akan diumumkan setelah pelaksanaan sidang isbat yang digelar pada Kamis, 19 Maret 2026.

Doa Setelah Sholat Idul Fitri

Menyadur buku 'Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan' karya Deni Lesmana S Pd, tidak terdapat doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca setelah melaksanakan sholat Id atau pada Hari Raya Idul Fitri. Namun, umat Islam dapat memanjatkan doa berikut ini:

اللَّهُمَّ (أَنْتَ) أَهْلَ الْكِبْرِيَاءِ وَ الْعَظَمَةِ وَ أَهْلَ الْجُودِ وَ الْجَبَرُوتِ وَ أَهْلَ الْعَفْوِ وَ الرَّحْمَةِ وَ أَهْلَ التَّقْوَى وَ الْمَغْفِرَةِ، أَسْأَلُكَ بِحَقِّ هَذَا الْيَوْمِ الَّذِي جَعَلْتَهُ لِلْمُسْلِمِينَ عِيْدًا وَ لِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهِ عَلَيْهِ وَ آلِهِ ذُخْرًا وَ (شَرَفًا) وَ مَزِيدًا أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ أَنْ تُدْخِلَنِي فِي كُلِّ خَيْرٍ أَدْخَلْتَ فِيْهِ مُحَمَّدًا وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ أَنْ تُخْرِجَنِي مِنْ كُلِّ سُوْءٍ أَخْرَجْتَ مِنْهُ مُحَمَّدًا وَ آلِ مُحَمَّدٍ صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِينَ)، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ وَ أَعُوْذُ بِكَ (فِيْهِ) مِمَّا اسْتِعَاذَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُونَ (الْمُخْلِصُوْنَ).

Arab Latin: Allaahumma (anta) ahlal-kibriyaa'i wal-'azhmati wa ahlal-juudi waljabaruuti wa ahlal-'afwi war-rahmati wa ahlat-taqwa wal-maghfirati, as'aluka bihaqqi hadal-yaumil-ladzii ja'altahu lilmuslimiina 'iidan wa limuhammadin shallal-laahi 'alaihi wa aalihi dzukhran wa (syarfan) wa maziidan an tushalliya 'ala muhammadin wa aali muhammadin wa an tudzkhilanii fii kulli khairin adkhalta fiihi muhammadan wa aali muhammadin wa an tukhrijani min kulli suu'in akhrajta minhu muhammadan wa aali muhammadin shalawaatuka 'alaihi wa 'alaihim (ajma'iina). Allaahumma inni as'aluka khaira maa sa'alaka minhu 'ibaadukash-shaalihuuna wa a'uudzubika (fiihi) mimmaa isti'aadza minhu 'ibaadukash-shaalihuunal (mukhlishuuna).

Artinya: "Ya Allah, wahai Pemilik kebesaran dan keagungan, wahai Pemilik kedermawanan dan keagungan, wahai Pemilik maaf dan rahmat, wahai Pemilik takwa dan ampunan, aku memohon kepada-Mu demi hak hari ini yang telah Kau jadikan bagi Muslimin sebagai hari raya dan bagi Muhammad Saw sebagai simpanan, (kemuliaan), dan tambahan (kedudukan) agar Kau curahkan shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, memasukkanku dalam setiap kebaikan yang telah Kau masukkan di dalamnya Muhammad dan keluarga Muhammad, dan mengeluarkanku dari setiap keburukan yang darinya telah Kau keluarkan Muhammad dan keluarga Muhammad shalawat-Mu atasnya dan atas mereka semua. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikan apa yang telah diminta oleh hamba-hamba-Mu yang salih kepada-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari apa yang hamba-hamba-Mu yang salih berlindung kepada-Mu darinya."

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak melafalkan takbir, tasbih, dan tahmid mulai dari malam Hari Raya Idul Fitri hingga selesai pelaksanaan khutbah Idul Fitri. Berikut bacaan takbir, tasbih, tahlil, dan tahmid yang dapat dilafalkan, termasuk setelah melaksanakan sholat Id:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ أَلَا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبِدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَا إِلَهَ إلا الله . اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَ لِلَّهِ الْحَمْدُ.

Arab Latin: Allaahu akbaru kabiiraan walhamdu lillaahi katsiiraan, wa subhaanal-laahi bukrataw- wa ashillaan. Laa - ilaaha illal-laahu walaa na'budu alla iyyaahu mukhlishiina lahud-dina walawkarihal-kaafiruuna laa ilaaha illlal-llahu wahdahu, shadaqa wa'dahu, wanashara

Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq, dan musyrik membencinya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah."

Demikianlah panduan sholat Idul Fitri, mulai dari niat, bacaan surat yang dianjurkan, tata cara, hingga doa setelahnya. Semoga bermanfaat!




(alk/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads