Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal dan Hitung Mundurnya di Sini!

Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal dan Hitung Mundurnya di Sini!

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Kamis, 12 Mar 2026 07:00 WIB
Jadwal Lebaran 2026 di Indonesia dan hitung mundurnya
Ilustrasi Lebaran (Foto: Getty Images/leolintang)
Makassar -

Mengetahui jadwal Lebaran menjadi hal yang penting bagi banyak orang, terutama untuk mempersiapkan berbagai keperluan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Mulai dari merencanakan mudik, mengatur jadwal liburan, hingga mengatur waktu berkumpul bersama keluarga.

Di Indonesia sendiri kerap terjadi perbedaan jadwal Lebaran antara pemerintah dengan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah. Hal ini umumnya disebabkan oleh perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk penetapan 1 Syawal.

Lantas, Lebaran 2026 tanggal berapa?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuk, simak jadwal dan hitung mundur Lebaran 2026 menurut pemerintah, Muhammadiyah, dan NU di bawah ini!

Jadwal Lebaran 2026 Menurut Pemerintah

Pemerintah memprediksi Lebaran 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Prediksi tersebut tercantum pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kemenag RI.

ADVERTISEMENT

Namun perlu diketahui bahwa tanggal tersebut masih bersifat prakiraan. Melansir akun resmi @bimasislam, pemerintah baru akan mengumumkan jadwal Lebaran 2026 setelah sidang isbat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026.

Jadwal Lebaran 2026 Menurut Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah yang masih menunggu hasil sidang isbat, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan jadwal Hari Raya Idul Fitri 2026 atau 1 Syawal 1447 H yang jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan tersebut tercantum dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 02/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Tanggal yang ditetapkan Muhammadiyah ini lebih cepat satu hari dibandingkan dengan perkiraan Hari Raya Idul Fitri berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Jadwal Lebaran 2026 Nahdlatul Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama (NU) sama seperti pemerintah memprediksi tanggal Lebaran 2026 pada 21 Maret 2026. Namun, tanggal tersebut juga masih bersifat prediksi.

Prediksi NU dapat dilihat dalam Kalender Almanak NU yang diterbitkan oleh Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama PCNU Bojonegoro. Kepastian penetapannya setelah hasil rukyatul hilal yang dilakukan pada penghujung bulan Ramadhan.

Penyebab Potensi Perbedaan Jadwal Lebaran 20 dan 21 Maret 2026

Potensi perbedaan jadwal Lebaran di Indonesia terjadi karena adanya perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriah. Penetapan awal Syawal umumnya menggunakan dua metode, yaitu perhitungan astronomi (hisab) dan pengamatan langsung terhadap hilal atau rukyatul hilal.

Apabila hilal terlihat dan memenuhi kriteria yang telah disepakati oleh Menteri Agama dari Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), maka Idul Fitri atau 1 Syawal akan ditetapkan pada keesokan harinya. Namun jika hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari atau disebut dengan istilah istikmal.

Menukil laman CNBC Indonesia, peneliti Astronomi dan Astrofisika dari BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa posisi hilal Syawal di wilayah Indonesia diperkirakan belum memenuhi kriteria baru MABIMS. Kriteria tersebut mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi sebesar 6,4 derajat.

"Pada saat Maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS, maka 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026," ujar Thomas, dikutip detikSulsel pada Kamis (12/3/2026).

Berdasarkan kajian dari BRIN tersebut, Hari Raya Idul Fitri 2026 di Indonesia diprediksi jatuh pada 21 Maret 2026. Hal ini membuka kemungkinan adanya perbedaan dengan penetapan Lebaran oleh Muhammadiyah.

Sementara itu, Muhammadiyah menentukan Hari Raya Idul Fitri berdasarkan hasil hisab yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Perhitungan tersebut mengacu pada prinsip, syarat, serta parameter yang digunakan dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Dalam Maklumat PP Muhammadiyah disebutkan bahwa ijtimak atau konjungsi antara Bulan dan Matahari menjelang Syawal 1447 H terjadi pada 30 Ramadhan 1447 H atau Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01.23 UTC.

Pada saat Matahari terbenam di hari terjadinya ijtimak, terdapat wilayah yang telah memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) sebelum pukul 24.00 UTC. Parameter tersebut ditandai dengan ketinggian Bulan lebih dari 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat.

Wilayah yang memenuhi kriteria tersebut berada pada titik awal lintang 64° 59′ 57,47″ LU dan bujur 42° 03′ 3,47″ BT, dengan posisi Bulan setinggi +06° 29′ 20″ serta elongasi mencapai 08° 00′ 00″.

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, dan penetapan ini berlaku secara global.

Di sisi lain, Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode Imkan Rukyatul Nahdlatul Ulama (IRNU) untuk menentukan awal Syawal. Dalam metode ini digunakan kriteria tinggi hilal mar'i minimal 3 derajat dan elongasi hilal haqiqi minimal 6,4 derajat.

Hitung Mundur Lebaran 2026

Jika dihitung dari hari ini, Kamis, 12 Maret 2026 maka hari raya Idul Fitri 2026 menurut pemerintah diperkirakan masih sekitar 9 hari lagi. Prediksi yang sama juga berlaku bagi Nahdlatul Ulama (NU) yang kemungkinan merayakan Lebaran pada tanggal yang sama yakni 21 Maret 2026.

Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Jika dihitung dari tanggal 12 Maret 2026, maka Lebaran versi Muhammadiyah tinggal sekitar 8 hari lagi.

Agar lebih jelas berikut jadwal dan hitung mundur Lebaran 2026

VersiJadwal LebaranHitung Mundur
Pemerintah21 Maret 20269 hari lagi
Muhammadiyah20 Maret 20268 hari lagi
NU21 Maret 20269 hari lagi

Itulah informasi mengenai jadwal Lebaran 2026 menurut pemerintah, Muhammadiyah, dan NU lengkap dengan hitung mundurnya. Semoga bermanfaat ya, detikers!




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads