Viral di media sosial mobil pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), rusak namun dipaksa beroperasi di jalanan. Pihak DLHK mengklarifikasi mobil tersebut hendak dibawa ke bengkel.
"Mobil itu sebenarnya sedang menuju bengkel untuk diperbaiki dan dalam kondisi kosong, bukan sedang mengangkut sampah," kata Kepala DLHK Kota Kendari Erlis Sadya Kencana dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).
Menurut dia, informasi yang telah beredar tidak sesuai fakta yang ada. Ia mengatakan beberapa unggahan di media sosial menarasikan kendaraan tersebut tetap dipakai bekerja meski dalam kondisi tidak layak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Informasi yang beredar tidak sesuai fakta di lapangan dan cenderung menggiring opini seolah-olah mobil rusak dipaksa beroperasi," jelasnya.
Ia menerangkan kendaraan yang terlihat dalam foto tersebut merupakan mobil jenis amrol yang memang sedang diarahkan ke bengkel. Saat kejadian, mobil itu tidak membawa muatan sampah sama sekali.
"Saat kejadian mobil dalam keadaan kosong karena memang sedang menuju bengkel untuk dilakukan perbaikan," katanya.
Erlis menjelaskan kemiringan pada mobil terjadi karena posisi bak kontainer tidak terpasang sempurna pada relnya. Ketika proses pemasangan, bak kontainer tidak tepat berada di jalur rel sehingga bergeser ke salah satu sisi.
"Bak kontainer saat itu tidak pas di relnya sehingga terlihat miring ketika kendaraan melintas di jalan," ujarnya.
Setelah mengetahui kondisi tersebut, pihak DLHK langsung mengarahkan kendaraan itu kembali ke bengkel. Penyesuaian dilakukan agar posisi bak kontainer dapat terpasang dengan benar sebelum kembali digunakan.
"Kami langsung arahkan kembali ke bengkel untuk memperbaiki posisi bak agar bisa terpasang normal," jelasnya.
Ia menegaskan keselamatan operasional armada pengangkut sampah selalu menjadi prioritas. Setiap kendaraan yang mengalami gangguan teknis akan segera ditangani sebelum kembali dioperasikan.
"Kalau ada kendaraan yang mengalami kendala teknis tentu tidak akan dipaksakan beroperasi sebelum diperbaiki," tegas Erlis.
Pihaknya juga memastikan pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan normal. Armada lain tetap beroperasi sehingga aktivitas pengangkutan sampah di berbagai wilayah tidak terganggu.
"Kami berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar dan bisa melihat kondisi sebenarnya di lapangan," pungkasnya.
Dari video dilihat BeritaKlik, sebuah truk pengangkut sampah berjalan dengan posisi bak miring sebelah kiri. Dalam narasinya, truk tersebut disebut tetap beroperasi meski terlihat tidak layak dan dinilai membahayakan pengendara lain. Insiden itu terjadi di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Wuawua pada Rabu (11/3).
(asm/hsr)
