Gadis asal Gorontalo bernama Sitti Sahida Sahari (28) yang sempat dilaporkan hilang di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) kini berhasil ditemukan. Ia diketahui sengaja kabur dari orang tuanya karena terlibat perselisihan.
Sitti ditemukan oleh tim Reserse Kriminal (Reskrim) dan Jatanras Polrestabes Makassar di wilayah Sudiang pada Sabtu (14/3) malam. Korban berhasil ditemukan usai lima hari pencarian.
"Tadi malam ditemukannya, dia sembunyi di daerah Sudiang. Dia sudah kerja di tempat laundry. (Di tempat) dia kerja itu, sembunyi dia," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana kepada detikSulsel, Minggu (15/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Devi mengatakan Sitti mengaku terlibat perselisihan dengan orang tuanya sehingga memilih menghilang dan tidak dapat dihubungi. Sitti juga diduga menyelewengkan uang dari gerai makanan cepat saji tempatnya bekerja sehingga memilih mengundurkan diri dan pindah tempat kerja agar tetap bisa bertahan di Makassar.
"Dia itu ternyata bukan hilang tapi menghilangkan diri, menghindari dari keluarganya. Karena orang tuanya mau dia pulang ke Gorontalo, sementara dia masih mau di Makassar," tutur Devi.
Ia menjelaskan korban berhasil ditemukan usai mengumpulkan keterangan dari ayah dan rekan korban di gerai bekas korban bekerja. Aparat juga menyebarluaskan informasi tersebut kepada warga sekitar untuk membantu proses pencarian.
Berkat koordinasi dengan seluruh aparat kepolisian di wilayah Makassar, posisi korban berhasil dilacak. Aparat akhirnya menjemput dan membawa korban ke Polrestabes Makassar untuk dipertemukan dengan orang tuanya.
"Kita berusaha hubungi sana-sini, banyak yang dihubungi. Karena namanya orang ngumpet gitu. Padahal si anak itu mungkin sudah tahu viral, tapi tidak juga berusaha menghubungi orang tuanya," ujar Devi.
Devi menegaskan bahwa korban tidak mengalami tindak kriminal apa pun yang menyebabkan ia bersembunyi dan sulit dihubungi. Korban murni hilang kontak karena tidak ingin kembali ke Gorontalo.
Hal itu juga yang menjadi dasar aparat tidak menerbitkan Laporan Polisi (LP). Sehingga Ia menegaskan, pihaknya bekerja dan mencari korban sejak hari pertama dilaporkan, sekaligus membantah isu bahwa laporan tersebut ditolak oleh aparat.
"Tidak ada (tindak kriminal), makanya dari awal itu anggota Polsek dengan beberapa informasi baik dari bapaknya, dari rekan kerjanya, menyimpulkan kalau ini pidananya tidak ada, tidak ada penculikan atau penghilangan paksa. Sehingga tidak dibuatkan LP saat itu, cuma pencarian tetap dilakukan," pungkas Devi.
Sebelumnya diberitakan Sitti dilaporkan hilang oleh ayahnya, Hamzah Sahari ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Panakkukang pada Senin (9/3) sekitar pukul 13.00 Wita. Ayah korban mengungkap bahwa korban ke Makassar untuk bekerja di salah satu gerai makanan cepat saji.
"Kami mencatat identitas orang yang melapor yaitu Hamzah Sahari, alamat Gorontalo, anaknya Sitti Sahida Sahari (dilaporkan hilang)," kata Kepala Jaga SPKT Regu Dua Polsek Panakkukang Aipda Asri kepada detikSulsel, Jumat (14/3).
(asm/hsr)










































