ABK Cerita Detik-detik Kapal Angkut 3.000 LPG Meledak di Pelabuhan Selayar

ABK Cerita Detik-detik Kapal Angkut 3.000 LPG Meledak di Pelabuhan Selayar

Nur Hidayat Said - detikSulsel
Senin, 16 Mar 2026 12:01 WIB
ABK KM Cipta Anugerah bernama Ilham (33) menceritakan BeritaKlik-BeritaKlik kapal meledak di Pelabuhan Selayar.
ABK KM Cipta Anugerah bernama Ilham (33) menceritakan BeritaKlik-BeritaKlik kapal meledak di Pelabuhan Selayar. Foto: (dok. istimewa)
Selayar -

ABK KM Cipta Anugerah bernama Ilham (33) menceritakan BeritaKlik-BeritaKlik meledaknya kapal pengangkut ribuan tabung gas di Pelabuhan Rauf Rahman, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Insiden maut tersebut terjadi saat dirinya sedang merapikan kabel listrik di atas kapal.

"Jadi saya gulung kabel. Pas saya mau simpan kabel tiba-tiba meletus," ujar Ilham di lokasi kejadian, Senin (16/3/2026).

Peristiwa nahas itu bermula ketika KM Cipta Anugerah diminta bergeser karena ada kapal feri Dharma Kartika yang hendak bersandar di dermaga. Ilham kemudian berinisiatif naik ke bagian atas kapal untuk mencabut kabel instalasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada saat saya mau cabut kabel. Juragan (kapten kapal) kan masih baring sama BAS toh. Jadi, Ihsan (ABK lainnya) bilang feri (kapal Dharma Kartika) sudah ada. Artinya kan sudah ada pemberitahuan toh, mau pindah (KM Cipta Anugerah untuk dipindahkan) toh. Jadi saya naik mau cabut kabel," tuturnya.

Saat kejadian berlangsung, kapten kapal bernama Aryadin (40) dan BAS Jaya (40) masih berada di dalam area kapal. Ilham mengaku tidak memperhatikan posisi pasti kedua rekannya karena sedang fokus mengurus kabel.

ADVERTISEMENT

"Saya juga kurang perhatikan karena saya kan posisi di atas cabut kabel. Saya juga kurang jelas," ungkap Ilham.

Kapal kayu tersebut rencananya akan berlayar menuju Pulau Bonerate di Kecamatan Pasimarannu pada Senin (16/3) pagi. Selain mengangkut bahan kebutuhan pokok, kapal ini juga memuat ribuan tabung gas elpiji.

"Sembako. Iya, ada juga (tabung elpiji)," terangnya.

Rencana keberangkatan kelima kru kapal tersebut akhirnya gagal total akibat musibah kebakaran ini. Insiden nahas tersebut mengakibatkan sang kapten tewas dan 1 orang kru lainnya masih dalam pencarian.

"Rencana sebentar (Senin pagi), tapi ya namanya musibah," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa nahas ini terjadi pada Senin (16/3) sekitar pukul 06.30 Wita. Kapal tersebut sedianya tengah bersiap untuk bertolak menuju Kecamatan Pasimarannu.

Korban meninggal dunia diketahui merupakan kapten kapal bernama Aryadin yang terjebak di tengah kobaran api. Sementara itu, 1 kru bernama Jaya hingga saat ini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Adapun tiga korban selamat yang mengalami luka, yakni Irfan (35), Ilham (33), dan Ihsan (45) kini telah mendapatkan perawatan medis. Petugas masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mencari satu korban yang hilang.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads