Waktu Buka Puasa dan Adzan Maghrib Wilayah Sulawesi Selatan Hari Ini, Selasa 17 Maret 2026

Waktu Buka Puasa dan Adzan Maghrib Wilayah Sulawesi Selatan Hari Ini, Selasa 17 Maret 2026

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Selasa, 17 Mar 2026 14:00 WIB
Jadwal buka puasa Sulawesi Selatan Selasa, 17 Maret 2026
Ilustrasi buka puasa (Foto: Gemini AI)
Makassar -

Waktu berbuka puasa menjadi acuan bagi setiap umat Islam yang menjalankan ibadah puasa untuk berbuka. Simak waktu berbuka puasa untuk wilayah Sulawesi Selatan berikut ini.

Menyadur dari laman Kemenag Kota Palangkaraya, puasa merupakan terjemahan dari kata shaum (الصوم) atau shiyam (الصيام) dalam bahasa Arab yang artinya menahan atau diartikan juga dengan Imsak. Para ulama menjelaskan defenisi puasa yaitu "Menahan diri dari segala yang membatalkannya dengan cara-cara yang khsusus." (Mughni al-Muhtaj Jilid 1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jam Buka Puasa di Wilayah Sulawesi Selatan dan Sekitarnya

Berikut ini jadwal buka puasa dan azan Maghrib, 27 Ramadan 1449 H (17 Maret 2026) untuk wilayah Sulawesi Selatan.

NoKabupaten/KotaMaghrib
1.Makassar18.18 Wita
2.Bone18.14 Wita
3.Bulukumba18.15 Wita
4.Palopo18.14 Wita
5.Parepare18.17 Wita
6.Pinrang18.17 Wita
7.Gowa18.18 Wita
8.Luwu Utara18.14 Wita
9.Maros18.17 Wita
10.Barru18.17 Wita
11.Soppeng18.16 Wita
12.Luwu Timur18.11 Wita
13.Luwu18.14 Wita
14.Pangkep18.17 Wita
15.Takalar18.18 Wita
16.Tana Toraja18.20 Wita
17.Toraja Utara18.20 Wita
18.Wajo18.15 Wita
19.Kepulauan Selayar18.14 Wita
20.Sidrap18.16 Wita
21.Sinjai18.14 Wita
22.Enrekang18.16 Wita
23.Jeneponto18.16 Wita
24.Bantaeng18.16 Wita

ADVERTISEMENT

Tingkatan Orang yang Berpuasa

Imam Al-Ghazali menjelaskan, terdapat tiga tingkatan orang puasa di bulan Ramadhan. Sebagai umat Islam, penting untuk memahami tingkatan tersebut.

Jangan sampai kita termasuk golongan yang disebutkan Rasulullah SAW dalam sabdanya, "Berapa banyak orang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja." (HR Ibnu Majah No 1690)," sambatnya.

Berikut penjelasan tiga tingkatan orang yang berpuasa sebagaimana termaktub dalam Kitab Ihya `Ulumuddin:

1. Puasa Orang Umum

Tingkatan pertama adalah kebanyak orang yang sekadar menahan perut (dari makan dan minum) dan kemaluan dari dorongan syahwat atau keinginan berjimak. Tingkatan ini merupakan puasanya kelas awam.

2. Puasa Orang Khusus

Tingkatan kedua adalah orang ketika berpuasa juga menahan pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki, dan semua anggota badan dari berbagai dosa. Tingkatan ini masuk golongan kelas istimewa.

3. Puasa Khusus Al-Khusus (Super Khusus)

Tingkatan yang terakhir yaitu puasanya hati dari hasrat dunia, pikiran tentang dunia, dan menahan diri dari apa pun selain Allah SWT. Tingkatan ini merangkumi puasa di atas dan disempurnakan dengan puasa hati dari semua keinginan lahir dan batin. Menurut Imam Al-Ghazali, Inilah tingkatan puasa paling istimewa.




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads