Kemenag dan BMKG telah melakukan rukyatul hilal atau pemantauan hilal penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idul Fitri 2026 di Sorong, Papua Barat Daya. Hasilnya, hilal tidak terlihat dan ketinggian cuma 1,62 derajat.
"Ketinggian hilal masih 1,62 derajat, kemudian elongasi 4,8 derajat, kemungkinan besar di Papua Barat tidak terlihat," kata Plt Bimas Islam Kemenag Papua Barat, Rofiul Amri di Hotel Waigo Kota Sorong, Kamis (19/3/2026).
Rofiul mengatakan, pemantauan di Papua Barat Daya tidak hanya digelar di Sorong. Pemantauan juga digelar di Manokwari dan Fakfak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyampaian dari pemaparan tadi Kemungkinan kecil kita untuk melihat hilal di saat ini," tuturnya.
Pihaknya pun mengimbau warga menunggu keputusan dari sidang isbat yang dilakukan di Jakarta malam ini. Rofiul berharap agar masyarakat utamanya umat muslim sabar menunggu.
"Kami tentu akan menyampaikan kepada pemerintah pusat khususnya Kementerian Agama bahwa kami dari Kota Sorong dan Papua Barat khususnya belum bisa melihat hilal," jelasnya.
(sar/sar)
