Niat Puasa Syawal Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahannya Serta Keutamaannya

Niat Puasa Syawal Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahannya Serta Keutamaannya

Puspita Dian Sukmawati Zuhri - detikSulsel
Sabtu, 21 Mar 2026 20:30 WIB
Ilustrasi bacaan niat puasa Syawal lengkap Arab, Latin, dan terjemahannya serta keutamannya.
Ilustrasi (Foto: Freepik/Freepik)
Makassar -

Umat Islam disunnahkan melaksanakan puasa Syawal setelah perayaan Idul Fitri berakhir. Puasa Syawal ini dilakukan sebanyak 6 hari.

Mengutip buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ust Abdul Faqih Ahmad Abdul Wahid, umat Islam yang melaksanakan puasa sunnah ini akan mendapatkan keutamaan seolah berpuasa sebanyak setahun penuh. Hal ini sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka seolah ia telah berpuasa setahun penuh." (HR. Bukhari dan Muslim)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagaimana pelaksanaan ibadah lainnya, puasa Syawal juga wajib diawali dengan niat. Nah, sebagai panduan berikut bacaan niat puasa Syawal lengkap Arab, Latin, dan terjemahannya.

ADVERTISEMENT

Niat Puasa Syawal

Puasa Syawal dapat dilakukan secara berurutan atau tidak. Niatnya dapat disesuaikan dengan pelaksanaannya.

Berikut bacaan niatnya yang dikutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI):

1. Niat Puasa Syawal 6 Hari Berurutan

Umat Islam yang ingin melafalkan niat sejak malam hari mula serta berurutan selama enam hari dapat membaca niat sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adai sittatin min syawwal lillahi ta'ala.

Artinya, "Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Syawal Tidak Dilakukan Berurutan

Bagi muslim yang hendak melafalkan niat sedari malam tapi tidak berpuasa secara berurutan, lafal niatnya sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للهِ تعالى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i sunnatis Syawwal lillaahi ta'ala.

Artinya, "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT."

3. Niat Puasa Syawal Dibaca Pagi Hari

Bagi umat Islam yang ingin mulai berpuasa mendadak saat itu juga karena belum makan dan minum hingga siang hari, berikut adalah bacaan niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لللهِ تعالى

Arab Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an adaa'i sunnatis Syawwaal lillaahi ta'ala.

Artinya, "Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT."

Keutamaan Puasa Syawal

Melansir buku "Kalender Ibadah Sepanjang Tahun" oleh Ust Abdul Faqih Ahmad Abdul Wahid, berpuasa di bulan Syawal memiliki beberapa keutamaan dan keistimewaan bagi yang melaksanakannya. Berikut ini beberapa keutamaan dan keistimewaan puasa Syawal:

  • Pertama, berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan dapat menyempurnakan pahala berpuasa selama setahun penuh.
  • Kedua, puasa Syawal dapat menyempurnakan kekurangan dan cacat yang ada dalam amalan wajib, seperti puasa Ramadhan.
  • Ketiga, membiasakan berpuasa setelah puasa Ramadhan adalah tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Sebab, jika Allah SWT menerima amalan seorang hamba, maka Dia akan memberi taufik pada amalan shalih selanjutnya.

Hal ini sebagaimana pendapat sebagian ulama salaf, "Balasan dari amal kebaikan adalah amal kebaikan selanjutnya. Barang siapa melaksanakan kebaikan, lalu ia melanjutkan dengan kebaikan selanjutnya, maka itulah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula orang yang melaksanakan kebaikan, lalu dilanjutkan dengan melakukan kejelekan, maka inilah tanda ditolaknya atau tidak diterimanya amal kebaikan yang telah dilakukan."

Apakah Boleh Puasa Syawal Digabung dengan Puasa Qadha?

Perkara ini kerap kerap dipertanyakan bagi muslim yang memiliki utang puasa Ramadhan. Mengutip laman resmi Majelis Ulama Indonesia, boleh-boleh saja menggabungkan niat puasa qadha Ramadhan dan Syawal berbarengan.

Akan tetapi, pahala Syawal tidak diperoleh dengan sempurna. Jika ingin mendapatkan pahala sempurna maka harus mendahulukan qadha lalu dilanjutkan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.

Hal ini didasarkan pada pendapat Imam al-Syarqawi (w 1227 H) dalam karyanya Hasyiyah al-Syarqawi:

ولو صام فيه [أي في شهر شوال] قضاء عن رمضان أو غيره نذراً أو نفلاً آخر، حصل له ثواب تطوعها؛ إذ المدار على وجود الصوم في ستة أيام من شوال...، لكن لا يحصل له الثواب الكامل المترتب على المطلوب إلا بنية صومها عن خصوص الست من شوال...

Artinya: "Bila seseorang berpuasa pada Syawal dengan niat qadha, atau selainnya seperti nadzar atau puasa sunnah lain, orang tersebut tetap mendapatkan pahala puasa sunnah Syawal. Sebab substansi puasa enam hari di bulan Syawal telah dilaksanakan. Tetapi, dia tidak mendapatkan pahalanya dengan sempurna sesuai kriteria yang dituntut (oleh hadits). Bila ingin mendapat pahala puasa Syawal dengan sempurna, harus dilaksanakan dengan niat khusus puasa enam hari Syawal (tidak digabung dengan yang lain)..." (Hasyiyah al-Syarqawi, juz 1, hlm 474)

Senada dengan pendapat tersebut, al-Ramli dalam kitabnya Nihayatul Muhtaj juga berpendapat bahwa seseorang yang melaksanakan puasa qadha pada Syawal tetap mendapatkan pahala sunnah Syawal, tetapi tidak mendapatkan pahala yang sempurna. Hal ini merupakan pendapat yang difatwakan oleh ulama sebelumnya yaitu al-Walid yang mengikuti pendapat al-Barizy, al-Ashfuni, al-Nasyiry, dan al-Faqih 'Ali bin Shalih al-Hadlrami dan lain sebagainya. (Nihayatul Muhtaj, juz 3, hlm 208)

Apakah Boleh Puasa Syawal Digabung dengan Puasa Senin Kamis?

Mengutip laman resmi Baznas, hukum menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa Senin Kamis adalah mubah atau diperbolehkan dalam pandangan fikih. Para ulama dari mazhab Syafi'i dan Hanafi berpendapat bahwa penyatuan dua niat sunnah dalam satu waktu ibadah tetap sah.

Ketentuan ini berlaku selama pelaksanaan puasa tetap memenuhi syarat sah yang telah ditetapkan syariat. Karena kedua jenis puasa tersebut bersifat sunnah, penggabungan niatnya dianggap tidak bertentangan dengan syariat.

Hadis yang mendasari puasa Syawal digabung dengan puasa Senin Kamis adalah sebagai berikut:

Amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkannya" (HR Bukhari dan Muslim).

Terdapat pendapat yang menyarankan jika kedua niat puasa tersebut digabungkan, niat puasa Syawal dijadikan tujuan utama dan puasa Senin Kamis dijadikan tambahan. Meskipun demikian, mayoritas ulama tetap memperbolehkan penggabungan kedua niat tersebut selama tidak ada unsur yang membatalkan puasa.

Demikianlah informasi mengenai niat puasa Syawal lengkap dengan keutamaannya. Semoga bermanfaat, detikers!




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads