Basarnas Sulawesi Utara (Sulut) memperbaharui data korban luka bakar saat KM Anaya terbakar di Perairan Maluku. Total ada 5 anak buah kapal (ABK) yang terluka, satu orang mengalami luka bakar hampir 90%.
"Informasi awal kami terima yang salah, ternyata korban 5 bukan 4," ujar Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng kepada BeritaKlik, Jumat (27/3/2026).
Nuriadin mengatakan total ada 20 ABK di atas kapal nelayan yang sedang mencari ikan tersebut. 5 korban mengalami luka bakar saat memadamkan kobaran api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 20 ABK dalam kapal ini tapi yang luka bakar hanya 5 orang. Jadi 4 yang luka bakar ringan, 1 yang luka bakar sekitar 90 persen," bebernya.
Korban luka bakar berat bernama Yanto Sumelung dan tiga korban lainnya dirujuk ke RSUP Kandou, Kota Manado. Sementara satu korban bernama Yornes Gomolobe dirawat di RS Manembo-nembo, Kota Bitung.
Kepala Basarnas Manado, George Mercy Randang mengatakan proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan Polairud. Proses evakuasi dilakukan di tengah kondisi gelombang laut yang cukup tinggi.
"Berkat sinergitas ini, kelima korban berhasil dievakuasi," kata George.
Diberitakan sebelumnya, KM Anaya dilaporkan terbakar di Perairan Maluku pada Kamis (26/3) siang. Lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 1°54'10.62" LU dan 126°23'49.98" BT, dengan jarak sekitar 87 nautical mile arah timur laut dari Kantor SAR Manado dan 78 nautical mile dari Unit Siaga SAR Bitung.
"Kebakaran terjadi di ruang mesin kapal yang mengakibatkan 4 ABK mengalami luka bakar saat berupaya memadamkan api," Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng dalam keterangannya, Kamis (26/3).
(hsr/asm)










































