Dukun di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Risal yang membuat mantra tak senonoh serta ritual mengobati pasien dengan gerakan menyerupai salat akhirnya meminta maaf. Risal berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Permintaan maaf itu disampaikan Risal dalam video klarifikasinya usai bertemu dengan Ketua 1 MUI Sinjai Fadhullah Marzuki. Dalam video permintaan maafnya, Risal tampak mengenakan kemeja merah dengan songkok dan sarung berwarna hitam.
"Saya memohon maaf atas video saya yang viral. Saya pribadi tidak mengulangi lagi," ujar Risal dalam videonya, Senin (30/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua 1 MUI Sinjai Ustaz Fadhlullah Marzuki menerangkan Rizal melakukan pengobatan alternatif spiritual. Selama beberapa hari terakhir, Risal disebut telah menerima pasien untuk pengobatan alternatif.
Marzuki menilai praktik yang dilakukan dukun tersebut berpotensi menyesatkan masyarakat, bahkan dikhawatirkan dapat memperdaya pasien dengan metode yang tidak pantas. Hal ini dinilai dapat mencederai etika, adab, serta petunjuk berdoa dalam ajaran Islam.
"Mencampurkan kalimat mulia dengan kata-kata yang tidak pantas itukan mencederai nilai-nilai prinsip agama. Dalam hal ini agama memiliki aturan yang jelas terkait adab dan tata cara berdoa," sebutnya.
Dia mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih tempat konsultasi maupun pengobatan. Serta memastikan metode yang digunakan tidak menyimpang dari syariat.
"Kami bukan berarti menghalang-halangi mata pencaharian orang, namun kami sangat sayangkan caranya. Kami mengingatkan pentingnya menjaga adab dalam penggunaan doa, terutama ketika disampaikan kepada masyarakat luas," bebernya.
"Saya telah bertemu Risal dan (dia) telah meminta maaf ke publik. Allah saja bisa memaafkan, apalagi kita sesama manusia, kita mengambil hikmah bahwa siapapun bisa berbuat salah dan khilaf," sambung Fadhlullah.
Sebelumnya diberitakan, Risal viral melalui video mantra tak senonoh dan melakukan ritual yang diduga menyerupai gerakan salat. Polisi juga sudah memanggil yang bersangkutan untuk diperiksa.
"Yang pasti kami lakukan monitoring dan pengawasan terkait video yang viral tersebut. Kami juga sudah menjadwalkan pemeriksaan yang bersangkutan," ujar Kasat Reskrim Polres Sinjai Iptu Adi Asrul, Senin (30/3).
(asm/hsr)










































