Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data terbaru dampak kerusakan akibat gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,6 di Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut). Total 190 rumah rusak dari dua provinsi tersebut dan 355 jiwa mengungsi.
Berdasarkan data kaji sementara BNPB hingga Jumat (3/4/20026) siang, gempa mengakibatkan satu orang meninggal dunia di Kota Manado, Sulut. Satu orang lainnya mengalami luka ringan di Kabupaten Minahasa.
"Di Sulawesi Utara terdapat 1 unit hotel, 5 kantor, dan 1 fasilitas umum (Gedung KONI) terdampak di Kota Manado Di Kabupaten Minahasa, tercatat 17 rumah, 1 kantor pemerintahan, 2 fasilitas ibadah, dan 1 akses jalan terdampak," Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Jumat (3/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di Maluku Utara, tercatat 134 kepala keluarga (KK) terdampak di Kota Ternate, 7 KK di Halmahera Tengah, 5 KK di Halmahera Barat, dan 2 KK di Halmahera Selatan. Selain itu, sebanyak 355 jiwa mengungsi di Kota Tidore Kepulauan.
Masih di Maluku Utara, ratusan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa di Kota Ternate. Rinciannya, terdapat 32 rumah rusak berat, 36 rusak sedang, 66 rusak ringan, serta ada 6 fasilitas ibadah terdampak.
Di Kota Tidore Kepulauan terdapat 25 rumah rusak ringan, 5 fasilitas ibadah, dan 1 fasilitas umum terdampak. Sementara di Kabupaten Halmahera Selatan terdapat 2 rumah rusak sedang dan 1 fasilitas pendidikan serta 1 jembatan terdampak.
"Di Kabupaten Halmahera Tengah terdapat 2 rumah rusak berat dan 5 rumah rusak sedang. Sementara di Kabupaten Halmahera Barat terdapat 5 rumah rusak ringan. BPBD setempat melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian," tambah Muhari.
Berikut rincian data kerusakan bangunan dan fasilitas akibat gempa M 7,6 di Sulut maupun Malut:
Sulawesi Utara
Manado
- 1 unit hotel
- 5 kantor pemerintahan
- 1 fasilitas umum (Gedung KONI)
Minahasa
- 17 rumah
- 1 kantor pemerintahan
- 2 fasilitas ibadah
- 1 akses jalan
Maluku Utara
Ternate
- 32 rumah rusak berat
- 36 rumah rusak sedang
- 66 rumah rusak ringan
- 6 fasilitas ibadah terdampak
Tidore Kepulauan
- 25 rumah rusak ringan
- 5 fasilitas ibadah
- 1 fasilitas umum terdampak
Halmahera Selatan
- 2 rumah rusak sedang
- 1 fasilitas pendidikan
- 1 jembatan terdampak
Halmahera Tengah
- 2 rumah rusak berat
- 5 rumah rusak sedang
Halmahera Barat
- 5 rumah rusak ringan
Gempa M 7,6 Sempat Picu Tsunami
Sebagai informasi, gempa dengan kedalaman 33 kilometer (km) ini terjadi pada Kamis (2/4) pukul 05.48 WIB. Koordinat gempa 1,25 lintang utara (LU)-126,27 bujur timur (BT) atau berada di laut 132 km barat laut Ternate, Malut.
Getaran dirasakan di Kota Bitung, Kabupaten Minahasa (Sulut). Selain itu terasa kuat di Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan (Malut).
BMKG kemudian mengeluarkan peringatan dini tsunami pada pukul 05.56 WIB. Sejumlah wilayah di Sulut dan Malut dilaporkan dilanda tsunami minor atau kecil di antaranya di Halmahera Barat, Gita, Kedi, Bitung, Sitaro, Sidangoli, Minahasa Utara, Belang dan Bumbulan.
Ketinggian gelombang bervariasi hingga tsunami tertinggi mencapai 0,75 meter. Kendati begitu, Faisal mengingatkan tsunami minor ini tetap patut diwaspadai khususnya wilayah-wilayah yang berada di kepulauan.
BMKG kemudian mencabut peringatan dini tsunami akibat gempa M 7,6 pada pukul 09.56 WIB. Ancaman tsunami di sejumlah wilayah terdampak pun dinyatakan telah berakhir.
"Kita akhiri (peringatan dini tsunami) di 09.56 WIB, harus diakhiri agar bisa dilakukan penyelamatan setelah itu," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani saat rapat daring di BNPB terkait penanganan gempa, Kamis (2/4).
(sar/ata)










































