- Ciri-ciri Campak pada Anak 1. Demam Tinggi 2. Batuk 3. Pilek 4. Mata Merah 5. Bintik Koplik
- Berapa Lama Campak Sembuh?
- Cara Menangani Gejala Campak 1. Istirahat Cukup 2. Batasi Kontak Langsung 3. Konsumsi Makanan Bergizi 4. Penuhi Cairan Tubuh 5. Mandikan Anak 6. Redakan Demam dan Nyeri 7. Atasi Batuk dan Pilek
- Pencegahan Campak
- Gambar Campak 1. Bintik Koplik 2. Ruam Merah
Campak kembali meneror dunia kesehatan di Indonesia. Anak-anak menjadi salah satu kelompok rentan penyakit campak, terutama yang belum terlindungi oleh vaksin.
Kasus campak di Indonesia diketahui melonjak pada awal 2026. Mengutip laman Kemenkes, berdasarkan data hingga minggu ke-11 tahun 2026 (pertengahan Maret), tercatat sebanyak 58 kejadian luar biasa (KLB) campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi.
Melansir laman World Health Organization (WHO), campak adalah penyakit virus yang sangat menular dan lebih sering menyerang anak-anak yang belum divaksin. Virus ini mudah menyebar lantaran penularannya melalui udara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Campak dapat menimbulkan komplikasi serius hingga berujung kematian pada anak, sehingga penting bagi orang tua untuk mengenali ciri-cirinya sejak dini. Dengan memahami gejalanya, langkah penanganan bisa dilakukan lebih cepat agar anak mendapatkan perawatan yang tepat.
Ciri-ciri Campak pada Anak
Berdasarkan penjelasan dalam buku "Campak: Panduan Lengkap untuk Orang Tua" karya Dr Septiani Aulya Putri, ciri-ciri campak pada anak mulai muncul pada fase awal yang disebut Fase Prodmoral. Jika ciri-ciri atau gejala ini dapat dikenali sejak dini, orang tua dapat segera mengambil langkah pencegahan sekaligus menyiapkan perawatan.
Fase Prodmoral biasanya berlangsung selama 2 hingga 4 hari sebelum ruam merah khas campak muncul. Pada masa inilah gejala awal yang perlu diwaspadai mulai muncul.
Berikut ciri-ciri campak pada anak yang perlu dikenali:
1. Demam Tinggi
Gejala pertama yang sering terjadi adalah demam tinggi, yang dapat mencapai 39,5°C hingga 40,5°C. Demam biasanya datang tiba-tiba dan dapat disertai rasa tidak enak badan (malaise), kelelahan ekstrem, dan sakit kepala.
Setelah satu hingga dua hari, demam akan turun sedikit, namun akan naik kembali menjelang munculnya ruam. Pola demam berulang dan tinggi ini menjadi ciri khas campak yang harus diwaspadai.
2. Batuk
Batuk kering yang terjadi selama beberapa hari juga sering muncul pada fase awal. Batuk ini disebabkan oleh peradangan pada saluran pernapasan akibat infeksi virus campak.
3. Pilek
Anak juga dapat mengalami pilek dengan gejala hidung berair dan tersumbat. Kondisi ini bisa sangat terasa seperti flu berat dan membuat anak sangat tidak nyaman.
4. Mata Merah
Mata merah merupakan gejala lain yang banyak muncul pada anak dengan terpapar campak. Mata anak akan tampak merah, berair, dan sensitif terhadap cahaya terang (fotofobia).
Peradangan pada lapisan luar mata ini sering kali membuat anak merasa tidak nyaman saat berada di tempat yang terlalu terang. Kombinasi demam tinggi, batuk yang memburuk, pilek, dan mata merah menjadi tanda kuat bahwa campak sedang berkembang, terutama pada anak belum diberikan vaksin.
5. Bintik Koplik
Salah satu tanda paling khas dan sering dijadikan penentu diagnosis campak adalah bintik Koplik (Koplik's Spot). Bintik ini berupa titik putih kecil seperti butiran garam, yang dikelilingi lingkaran merah.
Bintik Koplik biasanya muncul di bagian dalam pipi, tepat di seberang gigi geraham. Bintik-bintik ini biasanya muncul 1-2 hari sebelum ruam muncul dan menghilang tidak lama setelah ruam keluar, sehingga penting diperhatikan saat pemeriksaan dini.
Berapa Lama Campak Sembuh?
Pemulihan campak pada anak umumnya memakan waktu hingga 2 minggu. Dijelaskan dalam buku "Penyakit Menular di Sekitar Anda" oleh Obi Andareto, dalam rentang waktu tersebut, tubuh perlahan membersihkan sisa-sisa infeksi hingga anak benar-benar pulih.
Saat memasuki fase penyembuhan, demam biasanya mulai setelah ruam atau bercak merah khas campak muncul. Setelah itu, ruam akan berubah warna menjadi kehitaman dan tampak bersisik, yang dikenal sebagai hiperpigmentasi.
Bekas ruam tersebut kemudian akan mengelupas atau sembuh dengan sendirinya.
Menyadur laman resmi Ayo Sehat Kemenkes RI, tidak ada pengobatan khusus untuk menangani virus campak. Namun, istirahat yang cukup, penggunaan obat penurun demam, serta antibiotik dapat meringankan gejala.
Cara Menangani Gejala Campak
Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu meredakan gejala campak pada anak. Setiap langkah ini bertujuan untuk mendukung pemulihan sekaligus mencegah penularan lebih lanjut.
Berikut cara menangani gejala campak pada anak yang dirangkum dari laman resmi Rumah Sakit Sari Asih dan UPT Puskesmas Perampuan Lombok Barat:
1. Istirahat Cukup
Daya tahan tubuh yang kuat sangat membantu anak melawan infeksi virus campak. Karena itu, pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup tanpa aktivitas berlebihan.
2. Batasi Kontak Langsung
Membatasi kontak langsung anak dengan lingkungan sekitarnya penting untuk mencegah penularan, termasuk izin tidak masuk sekolah hingga kondisinya membaik. Anak juga sebaiknya diisolasi dari anggota keluarga yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, terutama bayi dan balita.
Pastikan pula peralatan makan dan mandi anak yang terkena gejala campak dipisah untuk menghindari penularan campak.
3. Konsumsi Makanan Bergizi
Makanan bergizi seperti sayur dan buah dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak. Jika anak sulit makan karena iritasi tenggorokan akibat campak, olah makanan menjadi lebih lembut dan hindari memberikan gorengan serta minuman dingin.
4. Penuhi Cairan Tubuh
Demam tinggi akibat campak dapat menyebabkan tubuh anak kehilangan banyak cairan. Untuk mencegah dehidrasi, perbanyak memberikan air putih, jus buah, atau sup, terutama jika anak mengalami diare atau muntah.
5. Mandikan Anak
Ada mitos yang mengatakan bahwa bayi dan anak yang terkena campak tidak boleh dimandikan karena bisa memperparah ruam di kulitnya. Faktanya, anak justru boleh dimandikan setelah demamnya telah turun.
Memandikan anak dapat membantu mengurangi rasa gatal akibat ruam dan membuat tubuhnya lebih rileks. Gunakan sabun dengan kandungan yang aman agar tidak mengiritasi kulit yang sedang sensitif.
Setelah mandi, keringkan tubuh anak dengan kain lembut dan oleskan bedak anti gatal bila diperlukan.
6. Redakan Demam dan Nyeri
Berikan obat penurun demam seperti paracetamol sesuai petunjuk dokter. Hindari memberikan aspirin kepada anak karena berisiko memicu komplikasi yang serius.
7. Atasi Batuk dan Pilek
Menggunakan pelembap udara (humidifier) dapat membantu meredakan batuk dan hidung tersumbat. Cara ini juga membuat pernapasan anak terasa lebih lega selama proses pemulihan.
Pencegahan Campak
Melansir laman resmi Ayo Sehat Kemenkes RI, pencegahan campak paling efektif adalah memberikan vaksin MMR kepada anak. Selain campak, vaksin MMR juga dapat melindungi tubuh dari penyakit lainnya, yaitu gondongan dan rubella.
Vaksin MMR dianjurkan untuk diberikan kepada anak-anak berusia 9-12 bulan, sementara booster pada usia 5-6 tahun.
Gambar Campak
Berikut gambar campak, mulai dari gejala bintik Koplik hingga ruam merah yang dilansir dari beberapa sumber:
1. Bintik Koplik
Foto: Bintik Koplik sebagai gejala campak. (Laman resmi MSD Manuals) |
Foto: Bintik Koplik sebagai gejala campak. (Laman resmi MSD Manuals) |
2. Ruam Merah
Foto: Ruam merah campak. (Laman resmi RS Siloam) |
Foto: Ruam merah campak pada anak. (Laman resmi RS Mardi Waluyo Kota Metro) |
Demikianlah informasi mengenai ciri-ciri campak pada anak yang wajib diketahui orang tua. Semoga bermanfaat!
(alk/alk)




