28 Jemaah Umrah Asal Sulsel Tertahan di Makkah Pulang Usai Nombok Rp 5 Juta

28 Jemaah Umrah Asal Sulsel Tertahan di Makkah Pulang Usai Nombok Rp 5 Juta

Ardiansyah - detikSulsel
Kamis, 09 Apr 2026 14:00 WIB
Jemaah umrah asal Sulsel saat tertahan di Makkah.
Foto: Jemaah umrah asal Sulsel saat tertahan di Makkah. (dok Istimewa)
Parepare -

Sebanyak 28 jemaah umrah asal Sulawesi Selatan (Sulsel) yang sempat tertahan selama 17 hari di Makkah, Arab Saudi akhirnya dipulangkan. Para jemaah dipulangkan usai dimintai biaya tambahan sebesar Rp 5 juta per orang di luar paket umrah.

"Alhamdulillah, kemarin rombongan kami sebanyak 20 orang sudah tiba di Jakarta kemarin (8/4) sekitar jam 11 siang," ungkap salah seorang jemaah asal Parepare, Ita kepada detikSulsel, Kamis (9/4/2026).

Ita mengungkapkan, rombongan pulang usai menyetor biaya tambahan Rp 5 juta saat mereka masih berada di Makkah. Padahal, para jemaah sudah membayar lunas biaya perjalanan umrah senilai Rp 40 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah dimintai uang waktu di Makkah Rp 5 juta per orang. Itu di luar dari pembayaran umrah yang Rp 40 juta itu," katanya.

Ita menjelaskan, keterlambatan kepulangan ini merupakan imbas dari situasi perang yang mengganggu jadwal penerbangan. Kondisi tersebut memaksa jemaah terkatung-katung di tanah suci jauh melampaui jadwal yang seharusnya.

ADVERTISEMENT

"Kami tertahan 17 hari di sana, di luar dari jadwal kepulangan kami di tanggal 21 Maret," tuturnya.

Setibanya di Jakarta, para jemaah sepakat menolak mengeluarkan biaya tambahan lagi untuk tiket lanjutan menuju Makassar. Mereka menuntut pihak travel untuk bertanggung jawab penuh atas transportasi mereka.

"Waktu tiba di Jakarta memang jemaah sepakat tidak mau beli tiket ke Makassar lagi karena sudah nombok sebelumnya. Sekarang katanya kami mau dibelikan tiket, ini kami masih menunggu karena baru besok dijadwalkan penerbangannya," jelasnya.

Saat ini, 20 jemaah yang masuk dalam gelombang pertama tengah beristirahat di sebuah hotel di kawasan Cengkareng untuk memulihkan stamina. Ita menyebut kondisi jemaah sangat kelelahan, apalagi banyak dari mereka yang merupakan lansia.

"Sekarang kami yang di Jakarta lagi pulihkan tenaga dulu di hotel karena di sini banyak lansia," ujarnya.

Sementara itu, masih ada 8 jemaah lainnya yang saat ini sedang dalam proses pemulangan dari Arab Saudi. Ita mengatakan, rekan-rekannya yang tersisa itu sudah berada di bandara untuk menyusul ke tanah air.

"Sisa 8 orang lagi, tapi informasi terakhir sudah di Bandara Jeddah. Katanya penerbangannya jam 1 siang waktu Saudi," pungkasnya.

Untuk diketahui, sebanyak 44 jemaah asal Sulsel diduga telantar di Makkah, Arab Saudi imbas perang Timur Tengah. Tiket kepulangan yang sudah direncanakan menjadi hangus dan harus dibeli ulang dengan harga yang melonjak drastis.

"Ada krisis internasional dan perang saat kami sudah di Makkah. Harga tiket sekarang meroket dan kursi sangat terbatas. Kalaupun ada uang, belum tentu ada kursi," ungkap Mitra Travel, Risma kepada detikSulsel, Minggu (5/4).

Risma mengungkapkan, membeli tiket baru bukan perkara mudah. Selain ketersediaan kursi (seat) yang sangat terbatas, harganya pun melonjak hingga berkali-kali lipat dari harga normal.

"Harga tiket sekarang meroket. Kalaupun ada uang, belum tentu ada kursi. Keuangan saya terbatas karena uang Rp 480 juta itu belum saya terima," katanya.

"Seandainya uang itu ada, biar harga tiket Rp 20 juta pun saya beli demi memulangkan jemaah, daripada saya harus bayar hotel terus setiap hari di sana," tegasnya.

Belakangan, sebanyak 13 jemaah umrah asal Sulsel yang sempat tertahan di Arab Saudi akhirnya tiba di tanah air. Mereka harus menambah biaya hingga Rp 10 juta per orang demi mendapatkan tiket pulang.

Salah seorang jemaah umrah, Marwah mengungkapkan, kepulangan mereka sempat tidak jelas akibat pembatalan tiket dari pihak travel. Di tengah ketidakpastian tersebut, dia berinisiatif menegosiasi pihak travel karena masa berlaku visa yang hampir habis.

"Visa sudah mau mati (habis), apalagi tanggal 17 sudah tutup kan? Takutnya dideportasi. Jadi inisiatif sendiri, saya tanya ke pihak travel (Haji Risma) ada tidak tiket? Karena kalau beli mandiri itu harganya Rp 21 juta ke atas," ujar Marwah kepada detikSulsel, Senin (6/4).

Marwah menjelaskan, awalnya para jemaah sepakat untuk membayar tambahan sebesar Rp 5 juta. Namun, karena harga tiket yang terus melambung menjelang kepulangan, ia harus menambah Rp 5 juta lagi agar bisa mengamankan kursi pesawat.

"Awalnya nombok Rp 5 juta karena lewat dari tanggal kepulangan dan belum ada kejelasan. Terakhir saya nego lagi, tambah lagi Rp 5 juta. Total Rp 10 juta kami bayar ke travel supaya bisa pulang," katanya.

Halaman 2 dari 2
(ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads