Renungan Harian Katolik Sabtu 11 April 2026: Benar, Aku Melihat-Nya Bangkit

Renungan Harian Katolik Sabtu 11 April 2026: Benar, Aku Melihat-Nya Bangkit

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Sabtu, 11 Apr 2026 07:00 WIB
Renungan harian lengkap bacaan hari ini Sabtu, 11 April 2026
Ilustrasi renungan harian (Foto: Freepik/jcomp)
Makassar -

Renungan Harian Katolik Sabtu, 11 April 2026 mengajak umat beriman untuk merenungkan pengalaman iman akan kebangkitan Yesus Kristus. Melalui tema "Benar, Aku Melihat-Nya Bangkit", kita diajak menyadari bahwa kebangkitan bukan sekadar kabar, melainkan pengalaman nyata yang mengubah hidup.

Renungan hari ini mengajak kita untuk percaya, seperti para murid yang akhirnya menyaksikan sendiri kebangkitan Tuhan. Dari pengalaman itu, kita pun dipanggil untuk menjadi saksi iman, membagikan kabar sukacita dan hidup dalam keyakinan bahwa Tuhan selalu hadir dan menyertai setiap langkah kita.

Nah, berikut bacaan, teks Mazmur Tanggapan, hingga renungan Katolik hari Sabtu dalam oktaf Paskah. Yuk, simak selengkapnya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Harian Katolik Hari Ini 11 April 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Kis 4:13-21

Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.

ADVERTISEMENT

Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.

Dan setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka,

dan berkata: "Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya.

Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapapun dalam nama itu."

Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus.

Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.

Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."

Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.

Mazmur Tanggapan: Mzm 118:1,14-15,16ab-18,19-21

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku.

Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,

tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.

TUHAN telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut.

Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.

Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.

Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

Bacaan Injil: Mrk 16:9-15

Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.

Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.

Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.

Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.

Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.

Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Renungan Hari Ini: Benar, Aku Melihat-Nya Bangkit

Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang mengiringi Yesus sebelumnya dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Namun, ketika mereka mendengar bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. (Mrk. 16:10-11)

Peristiwa kebangkitan selama masa tiga tahun Yesus berkarya sepertinya tidak aneh lagi. Kitab Suci paling tidak mencatat tiga peristiwa di mana Yesus sendiri membangkitkan tiga orang mati.

Anak seorang janda di Nain (Luk. 7:11-17); anak perempuan Yairus (Mrk. 5:22-24.35-43); dan Lazarus, saudara Marta dan Maria di Betania (Yoh. 11:1-44). Namun, kenapa ketika Maria Magdalena membawa kabar kebangkitan Yesus, mereka tidak percaya?

Saat Yesus membangkitkan orang lain, Ia bertindak sebagai 'otoritas Ilahi' yang mengalahkan kematian. Tetapi kebangkitan-Nya sendiri adalah sesuatu yang jauh lebih radikal: Ia sendiri bangkit, mengalahkan kematian dari dalam diri-Nya. Itu bukan sekadar mukjizat, melainkan inti dari misi Mesias. Murid-murid ternyata belum sepenuhnya memahami nubuat bahwa Mesias harus menderita, mati, lalu bangkit (Mrk. 8:31; 9:31).

Apakah karena yang mengabarkan adalah seorang perempuan, yang pada zaman itu menduduki tingkat sosial yang rendah? Namun, ternyata kesaksian kedua orang yang kembali dari Emaus pun tidak mereka percaya (kisah Kleopas dan seorang lain di perjalanan menuju Emaus, Luk. 24:13-25). Apakah aku akan ikutan tidak percaya?

Dulu, ketika aku belum membaca dan merenungkan firman-Nya, sempat mengalami peristiwa 'mati' dalam dosa. Namun, bersyukur aku diselamatkan, dihidupkan kembali, bahkan dipulihkan.

Maka aku pun akan bersaksi bahwa jika Yesus tidak bangkit dari mati, bagaimana Ia akan menolongku? Dia adalah Allah yang hidup dan berkuasa, dahulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya.

Maria Magdalena telah menjadi saksi pertama dan ini menegaskan bahwa semua orang dipanggil untuk menjadi saksi kebangkitan-Nya, terlepas dari gender atau status sosialnya. Itu termasuk aku, umat awam. Seperti amanat agung Yesus, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk."

Karenanya, marilah kita percaya bahwa, "Benar, Dia bangkit!" Meskipun bagi sebagian orang, Yesus bangkit itu suatu hal yang sulit untuk dipercaya. Kebangkitan Yesus menuntut kita untuk percaya pada janji Allah, bukan hanya pada apa yang bisa kita lihat, tetapi pada iman yang telah dikaruniakan kepada kita. Semoga kita berani bersaksi seperti Maria Magdalena!

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Leo Hans Adrianus

Doa Penutup

Allah Bapa Yang Maha Kuasa, kami bersyukur atas kebangkitan Putera-Mu. Dengan rahmat karunia-Mu kami akan bersaksi bahwa, "Benar, kami melihat-Nya bangkit" dan Yesus telah dan akan tetap membangkitkan kami, hidup kekal bersama-Nya. Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Demikian bacaan dan renungan Sabtu, 11 April 2026. Tuhan memberkati keseharian kita!




(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads