Wanita Lansia Sakit di Polman Ditandu 9 Km Lewati 4 Sungai karena Jalan Rusak

Sulawesi Barat

Wanita Lansia Sakit di Polman Ditandu 9 Km Lewati 4 Sungai karena Jalan Rusak

Abdy Febriady - detikSulsel
Minggu, 12 Apr 2026 18:45 WIB
Warga di Polewali Mandar menandu Sitti Halija (60) sejauh 9 km ke puskesmas karena akses jalan sulit.
Foto: Warga di Polewali Mandar menandu Sitti Halija sejauh 9 km ke puskesmas karena akses jalan sulit. (dok. istimewa)
Polewali Mandar -

Wanita sakit bernama Sitti Halija (60) di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) terpaksa ditandu sejauh 9 kilometer menuju puskesmas gegara akses jalan sulit dilalui kendaraan. Selain melintasi kawasan hutan, warga juga harus berjuang menyeberangi 4 sungai berbatu saat menandu wanita lanjut usia (lansia) tersebut.

"Sakit orang tua, sudah tidak bisa jalan kaki dan naik motor. 9 kilo perjalanan ditandu, ada 4 sungai dilewati," ujar salah satu warga, Aco Yaqub kepada wartawan, Minggu (12/4/2026)

Halija ditandu dari kampung halamannya di Desa Ratte menuju Desa Taramanu Tua, Kecamatan Tutar, Sabtu (11/4). Perjuangan warga menandu pasien berlangsung selama lebih kurang empat jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ditandu mulai dari Desa Ratte menuju Desa Taramanu Tua yang sudah bisa diakses kendaraan. Tiga sampai empat jam perjalanan," ungkap Yaqub.

Menurut Yaqub, pasien terpaksa ditandu melewati jalur alternatif karena akses jalan umum lebih jauh dan sulit dilalui kendaraan roda empat biasa, apalagi setelah diguyur hujan.

ADVERTISEMENT

"Kalau jalan umum susah tembus motor dan mobil hardtop, jauh dan lebih beresiko. Karena jalannya belum bagus dan licin kalau musim penghujan," terangnya.

Diakui, jalan yang dipilih saat menandu pasien melewati kawasan hutan. Meski melalui jalan setapak, warga merasa nyaman dan aman karena jaraknya dekat.

"Kondisi jalannya masih setapak karena melewati kawasan hutan. Warga lebih mudah melalui jalur itu meski berjalan kaki karena dekat dan lebih aman," tutur Yaqub.

Yaqub mengatakan, keberadaan jalan alternatif itu sangat vital bagi warga setempat, termasuk anak sekolah. Warga juga lebih memilih menggunakan jalur tersebut ketika hendak membawa bahan pokok ke kampung halaman.

"Setiap ada warga yang sakit harus ditandu lewati situ untuk menuju fasilitas kesehatan terdekat," ucapnya.

"Anak sekolah juga biasa lewat jalur itu, termasuk warga yang ingin bawa bahan pokok, biasanya dipikul lewati situ," sambung Yaqub meyakinkan.

Yaqub berharap, pemerintah memberikan perhatian agar akses jalan menuju desa dapat segera diperbaiki. Termasuk membenahi akses jalan alternatif yang selama ini dilalui warga khususnya saat menandu pasien.

"Warga masih sangat kesulitan karena akses keluar itu jalan yang paling vital bagi mereka belum dibangun, ada jalan yang lain lebih jauh tapi masih tanah liat masih kesulitan untuk dilalui. Warga merasa sangat butuh perhatian untuk pembangunan jalan, selama tidak tersentuh pembangunan masyarakat akan menderita," imbuhnya.

Dalam potongan video pendek yang dilihat BeritaKlik, Minggu (12/4) tampak sejumlah pria dewasa bergotong royong menandu pasien. Pasien ditandu menggunakan kain sarung dan bambu melewati jalan tanah yang licin.

Warga juga terlihat kesusahan saat menandu pasien melewati bebatuan besar di tengah sungai.




(hsr/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads