Heboh di media sosial penampakan satu ekor Anoa di Gunung Latimojong, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Penampakan satwa liar dan dilindungi ini terekam melalui kamera jebak (camera trap) Tim Konservasi dari Yayasan Aksi Konservasi Celebica.
"Iya, benar kami yang mengabadikan (kemunculan) Anoa di Gunung Latimojong," kata Direktur Eksekutif Yayasan Aksi Konservasi Celebica, Anggra Alfian kepada detikSulsel, Selasa (14/4/2026).
Kemunculan hewan endemik Sulawesi tersebut terekam kamera trapping milik Yayasan Aksi Konservasi Celebica di Gunung Latimojong, Kabupaten Enrekang pada Sabtu (11/4) malam. Kamera jebak tersebut sebenarnya telah dipasang oleh Yayasan Aksi Konservasi Celebica sejak dua tahun yang lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kamera ini dipasang sekitar tahun 2024. Baru beberapa malam yang lalu itu berhasil merekam kemunculan Anoa," paparnya.
Berikut video penampakan Anoa di Gunung Latimojong:
View this post on Instagram
Anggra menjelaskan, kemunculan Anoa yang terekam bukanlah kebetulan semata. Pihaknya memang melakukan survei untuk mendokumentasikan keberadaan satwa liar termasuk Anoa.
"Kebetulan kami ada kegiatan project survey Anoa di Latimojong. Makanya kami memasang kamera trap di lokasi untuk memantau pergerakan Anoa," jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa Anoa di Gunung Latimojong telah ada sejak lama dan hingga kini masih bertahan. Namun, satwa tersebut jarang terlihat oleh pendaki karena cenderung menjauh dari keramaian.
"Memang Anoa di Latimojong sudah ada sejak dulu dan sampai sekarang masih ada. Pendaki jarang melihatnya secara langsung karena satwa ini cenderung menghindari keramaian," ujarnya.
Anggra mengaku belum dapat memastikan jumlah populasi maupun spesies Anoa yang terekam. Ia dan tim masih sebatas pengumpulan data visual berupa foto dan video.
"Taksiran (jumlah) spesies (Anoa) kami belum bisa tentukan. Karena kemarin hanya berfokus pengambilan foto dan video saja," terangnya.
(ata/hsr)
