Pemprov Malut dan Korea Jajaki Kerja Sama Sektor Energi-Pariwisata Hijau

Maluku Utara

Pemprov Malut dan Korea Jajaki Kerja Sama Sektor Energi-Pariwisata Hijau

Hasrul - detikSulsel
Jumat, 17 Apr 2026 21:50 WIB
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Y.M. Yoon Soon-gu di Jakarta pada Jumat (17/4/2026).
Foto: Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Y.M. Yoon Soon-gu. (dok. istimewa)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) dan Republik Korea menjajaki kerja sama di sektor energi, pertambangan hingga pariwisata hijau. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dari sektor-sektor prioritas dan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda telah melakukan pertemuan dengan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Y.M. Yoon Soon-gu di Jakarta pada Jumat (17/4/2026). Pertemuan itu untuk memperkuat hubungan kerja sama strategis antara Malut dan Korea.

"Pertemuan membahas peluang dan langkah konkret pengembangan kerja sama di sektor-sektor prioritas daerah, meliputi pertambangan, energi, perikanan, serta pariwisata," kata Sherly dalam keterangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan investasi yang masuk ke Malut diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan nilai tambah sumber daya alam, penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Termasuk penguatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

"Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendorong kemitraan yang sehat dan berkeadilan dengan seluruh investor, termasuk dari Republik Korea, dengan memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai regulasi serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan daerah," katanya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Sherly menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Hall ini untuk menjaga stabilitas operasional investasi, serta mendorong penerapan praktik industri yang bertanggung jawab secara sosial dan berwawasan lingkungan.

Pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat hubungan bilateral yang saling menguntungkan, sekaligus mempertegas posisi Maluku Utara sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri strategis berbasis sumber daya alam di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, turut disinggung peran investasi perusahaan asal Korea, POSCO. Perusahaan itu bergerak di bidang pengembangan industri pengolahan nikel melalui skema kerja sama di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park.




(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads