Sumber suara gemuruh misterius dari bawah tanah yang sempat menggegerkan warga Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), terungkap. Hasil penelusuran menunjukkan suara tersebut bukan berasal dari faktor alam atau aktivitas geologi, melainkan dari aliran air bertekanan tinggi di dalam pipa.
"Setelah dilakukan pengujian, terbukti bahwa bunyi tersebut disebabkan oleh adanya aliran atau tekanan air yang cukup besar, sehingga menimbulkan getaran dan suara," kata Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi dan Maluku, Debby Rumambi dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Debby mengatakan timnya telah turun ke lokasi setelah menerima laporan suara gemuruh dari warga. Dalam proses pemeriksaan, pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bitung juga dilibatkan dengan melakukan pembersihan di bagian pipa pada titik yang diduga menjadi sumber suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Langkah teknis itu dilakukan untuk memastikan asal suara gemuruh yang terdengar dari bawah tanah (pipa PDAM)," katanya.
Meski hasil sementara menunjukkan suara berasal dari tekanan air di dalam pipa PDAM, penelitian lanjutan tetap akan dilakukan. Hasil penelitian nantinya akan diserahkan kepada Pemkot Bitung sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan terkait kejadian tersebut.
"Hasil sementara tidak ada indikasi ke arah geologi atau fenomena alam," ungkapnya.
Warga di Bitung merekam suara gemuruh misterius dari dalam tanah. (dok. Istimewa) |
Diberitakan sebelumnya, masyarakat Kota Bitung, digegerkan dengan suara gemuruh misterius dalam tanah. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sedang menyelidiki perkara yang heboh di media sosial tersebut.
"Benar ada laporan kejadian suara gemuruh misterius dari dalam tanah," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bitung, Altin Abraham Tumengko kepada BeritaKlik, Minggu (19/4).
Altin menyebut suara gemuruh tersebut didengar warga di Lorong 8, Madidir Ure, Kecamatan Madidir, Kota Bitung. Pihak BMKG dan dinas terkait telah turun melakukan pemeriksaan di lokasi, pada Selasa (14/6).
"Tim dari BMKG telah turun ke lokasi bersama Pemerintah Kota Bitung untuk mengecek kejadian tersebut," bebernya.
(hsr/hsr)











































