Renungan Harian Katolik Jumat 24 April 2026: Membantah dan Ditolak

Renungan Harian Katolik Jumat 24 April 2026: Membantah dan Ditolak

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Jumat, 24 Apr 2026 06:30 WIB
Contoh renungan harian
Ilustrasi renungan (Foto: Getty Images/Halfpoint)
Makassar -

Renungan Harian Katolik Jumat 24 April 2026 mengajak umat untuk merenungkan pengalaman dibantah dan ditolak dalam perjalanan iman. Situasi ini kerap dialami, bahkan oleh Yesus sendiri, sebagai bagian dari kesetiaan dalam menjalankan kehendak Allah.

Renungan hari ini mengingatkan bahwa penolakan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses pertumbuhan iman. Dengan tetap percaya dan berserah kepada Tuhan, setiap umat dipanggil untuk terus melangkah dalam kebenaran meski menghadapi tantangan.

Nah, berikut bacaan Kitab Suci, teks Mazmur Tanggapan, hingga renungan Katolik Jumat, 24 April 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuk, simak selengkapnya!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 24 April 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: Kis 8:26-40

Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi.

Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.

Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.

Lalu kata Roh kepada Filipus: "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!"

Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?"

Jawabnya: "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya.

Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya.

Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.

Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: "Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?"

Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.

Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?"

(Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.")

Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.

Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.

Mazmur Tanggapan: Mzm 66:8-9,16-17,20

Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya!

Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah.

Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku.

Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian.

Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.

Bacaan Injil: Yoh 6:44-51

Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.

Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.

Akulah roti hidup.

Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.

Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.

Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

Renungan Hari Ini: Membantah dan Ditolak

"Lagi pula di sini dia memperoleh kuasa dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang berseru kepada nama-Mu." (Kis. 9:14)

Saulus berangkat ke Damsyik dengan membawa kuasa dari Imam Besar untuk mempersekusi pengikut Yesus. Namun di Damsyik justru terjadi pertobatan yang menjadikannya sebagai seorang Saulus baru (Paulus).

Ada peran penting tokoh bernama Ananias dalan proses pertobatan Saulus. Ananias dalam bacaan ini bukanlah Ananias yang disebutkan dalam Kis. 5 ataupun Kis. 23, melainkan Ananias murid Tuhan, yang diperintahkan Tuhan melalui penglihatan untuk mencelikkan mata Saulus.

Ananias tidak segera melaksanakan perintah Tuhan untuk menemui Saulus. Ia membantah dulu perintah Tuhan untuk menjadikan Saulus dapat melihat lagi, dengan mengatakan bagaimana tindakan Saulus terhadap pengikut Tuhan (Kis. 9:13-14). Saat Ananias berargumen dengan Tuhan, ia belum memahami kenapa ia harus menemui Saulus.

Tuhan menolak bantahan Ananias dan tetap memerintahkan Ananias pergi menemui Saulus. Tuhan lalu menjelaskan maksud dan tujuan-Nya hendak memakai Saulus sebagai alat pilihan-Nya. Saulus akan memberitakan nama-Nya kepada bangsa-bangsa lain, raja-raja dan orang-orang Israel.

Setelah Ananias memahami alasan Tuhan, Ananias pun melaksanakan perintah tersebut. Tuhan bertindak saat penumpangan tangan Ananias, mata Saulus dapat melihat lagi. Demikianlah melalui peran penting Ananias, Saulus dibaptis menjadi Saulus baru. Paulus dengan cara pandang baru langsung mewartakan tentang Yesus di rumah-rumah ibadat dan menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Hingga akhir hayatnya, Paulus membuktikan dirinya benar-benar alat pilihan Tuhan.

Bayangkan bagaimana seorang Ananias, yang murid Yesus, yang bahkan sudah diberi penglihatan oleh Tuhan masih bisa membantah perintah Tuhan. Bagaimana dengan saya yang masih belum sensitif ini.

Apakah saya akan bisa langsung memahami maksud Tuhan? Pernah romo paroki memberi saya tugas sebagai anggota Dewan Paroki Harian. Saya juga langsung menolak dan membantah dulu dengan berbagai alasan. Walau setelah melalui doa, permenungan dan mencoba memahami rencana Tuhan, akhirnya saya menerima tugas tersebut. Bacaan ini mengajarkan betapa pentingnya memberikan ruang bagi Tuhan untuk menunjukkan kehendak-Nya, dengan mendengarkan Dia dalam doa.

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Roslini Onwardi

Doa Penutup

Allah Bapa yang Maha Mengetahui setiap hati dan pikiran manusia, curahkanlah Roh Kudus-Mu ke dalam hati dan pikiran kami, agar kami senantiasa lebih dekat dengan-Mu dalam doa dan Firman-Mu sehingga kami mampu mendengarkan kehendak-Mu dengan lebih peka dan menjadi saksi-Mu di mana pun kami berada. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Jumat, 24 April lengkap dengan bacaan dan doanya. Tuhan memberkati!




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads