Gempa susulan masih terus terjadi seusai gempa bumi magnitudo (M) 7,6 di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut). BMKG mencatat ada 1.854 gempa susulan hingga pukul 17.00 Wita.
Terbaru, BMKG mencatat gempa bumi M 4,6 mengguncang wilayah Batang Dua, Kota Ternate, Malut, pada Jumat (24/4/2026) pukul 15.41 WIB atau 16.41 Wita. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1.51° LU; 126.62° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 107 km Barat Laut Jailolo-Malut, pada kedalaman 11 km.
"Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempa bumi dengan kekuatan M 7.6 di Pulau Batang Dua pada tanggal 2 April 2026 pukul 05.48.14 WIB," ujar BMKG dalam keterangannya diterima BeritaKlik, Jumat (24/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hingga Jumat, 24 April 2026 pukul 17.00, total gempa bumi susulan (aftershock) yang tercatat mencapai 1854 gempa bumi dengan magnitudo terbesar M 5.8 dan terkecil M 1,7," tambahnya.,
BMKG menambahkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Subduksi Lempeng Laut Maluku.
Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di Pulau Batang Dua dengan skala intensitas II-III MMI. Artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," paparnya.
Diketahui, gempa bumi berkekuatan M 7,6 melanda sejumlah wilayah di Sulut hingga Malut. Guncangan gempa yang sempat memicu tsunami ini tidak hanya merusak puluhan bangunan, namun juga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
Dari data mutakhir BMKG, gempa dengan kedalaman 33 kilometer (km) ini terjadi pada Kamis (2/4) pukul 05.48 WIB. Koordinat gempa 1,25 lintang utara (LU)-126,27 bujur timur (BT) atau berada di laut 132 km barat laut Ternate, Malut.
(ata/hsr)
