MWA Tantang Rektor Jamaluddin Jompa Naikkan Peringkat Unhas Jadi 500 Dunia

MWA Tantang Rektor Jamaluddin Jompa Naikkan Peringkat Unhas Jadi 500 Dunia

Sahrul Alim - detikSulsel
Senin, 27 Apr 2026 14:41 WIB
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa.
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa. Foto: (Sahrul Alim/detikSulsel)
Makassar -

Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengapresiasi capaian Rektor Jamaluddin Jompa pada periode pertama yang berhasil membawa Unhas ke peringkat 951 dunia dalam QS World University Rankings (WUR) 2026. MWA menantang Jamaluddin untuk meningkatkan capaian tersebut dengan menargetkan Unhas menembus peringkat 500 dunia pada periode keduanya sebagai rektor.

"Kepada Prof Jamaluddin Jompa, amanah periode kedua ini bukan tugas ringan, kami ingin menyampaikan harapan sebagai berikut. Pertama, lanjutkan percepatan transformasi menuju world class university dengan tetap berakar pada karakter maritim, keunggulan kawasan serta kearifan lokal. Target peningkatan reputasi internasional menuju 500 dunia," ujar Ketua MWA Unhas Prof Andi Alimuddin Unde dalam sambutannya usai pelantikan, Senin (27/4/2026).

MWA Unhas juga menyampaikan apresiasi atas pembentukan kelompok riset tematik yang telah dirintis Jamaluddin. Menurutnya, gagasan ini akan mendorong dan memperkuat ekosistem riset yang inovatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apresiasi kami sampaikan atas pembentukan tematik riset grup yang telah dirintis. Ke depan perkuat ekosistem riset dan inovasi yang berdampak nyata. Tak hanya pada publiksi internasional tapi hilirisasi pembangunan ekonomi," katanya.

MWA juga mendorong peningkatan kualitas lulusan Unhas agar memiliki daya saing global dan mampu berkontribusi signifikan bagi pembangunan bangsa. Selain itu, MWA meminta agar birokrasi disederhanakan agar seluruh layanan menjadi lebih cepat dan mudah.

ADVERTISEMENT

"Manfaatkan layanan digital yang memudahkan civitas akademika. Kelima, tegakkan lingkungan kampus yang aman dan inklusif serta bebas kekerasan seksual, perundungan serta intoleransi," jelasnya.

MWA juga mendorong terwujudnya kampus hijau yang asri dan ramah lingkungan melalui pengelolaan yang bertanggung jawab, serta menjaga dan memperkuat integritas, kebersamaan, dan semangat seluruh civitas akademika sebagai fondasi utama kemajuan Unhas. Alimuddin berharap seluruh amanah tersebut dijalankan dengan prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik (good university governance).

"Harapan kami seluruh amanah ini harus dijalankan dengan prinsip good university government, transparansi, responsibility, independensi, kewajaran, efektivitas, efisien serta penjaminan mutu berkelanjutan," tuturnya.

Alimuddin optimis Unhas akan mencapai target peringkat 500 dunia jika melakukan inovasi dalam kurikulum dan riset internasional. Menurutnya, Unhas tidak boleh sekadar bertahan pada peringkat saat ini.

"Perjalanan menuju world class university masih panjang dan penuh tantangan, pertama persaingan perguruan tinggi global yang semakin ketat, universitas-universitas dunia terus berinovasi dalam kurikulum dan riset internasional. Unhas tidak boleh sekadar bertahan tetapi harus melompat lebih cepat," katanya.

Lebih jauh, MWA merekomendasikan agar Unhas menangkap perubahan global yang berlangsung cepat. Khususnya perubahan teknologi, eksponensial, kecerdasan buatan, big data yang telah mengubah cara belajar mengajar dunia kedepan.

Sementara itu, Jamaluddin mengakui tantangan menuju peringkat 500 dunia itu tidak mudah. Unhas mencapai peringkat 951 setelah terseok-seok dan butuh waktu puluhan tahun.

"Tapi dengan masuknya kita 900 besar, oleh QS sendiri telah memprediksi bahwa Unhas ada akselerasi 2 tahun terakhir dan memang memungkinkan kalau kecepatan ini kita tambah lagi, karena ini bukan cuma persoalan lebih baik, atau semakin baik, tapi harus bisa mengalahkan universitas lain," katanya.

Dia memastikan akan menyiapkan strategi yang terukur untuk mencapai target tinggi itu. Menurutnya, Unhas kini harus meningkatkan standar kualitasnya.

"Ranking itu menyakitkan, karena kenapa kita naik tapi orang lain juga naik, kadang-kadang kita sudah naik nilainya tapi orang lain lebih tinggi, itu artinya kita akan turun rankingnya kan?" katanya.

"Oleh karena itu perjuangan kami insyaallah akan terukur, untuk melihat kira-kira apa yang masih kurang di dalam mencapai target-target yang sudah ditetapkan oleh MWA, oleh Menteri, terutama dalam kaitannya yang paling menantang adalah QS World University Ranking," sambungnya.

Pihaknya akan menyiapkan standar seperti universitas dalam peringkat 500 terbaik dunia tersebut. Seperti standar riset, sumber daya dosen, tenaga pendidik dan lulusan harus ditingkatkan.

"Untuk mencapai 500 tentu kita harus punya standar kampus, standar dosen, standar mahasiswa yang mengikuti standar 500 besar dunia. Kita tidak boleh lagi mengikuti pola-pola yang lain, karena yang lain nggak mungkin bisa masuk seribu besar kan? Oleh karena itu kami butuh dukungan dari dosen, tendik dan juga mahasiswa," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Jamaluddin resmi dilantik sebagai Rektor Unhas Periode 2026-2030. Pelantikan berlangsung di Baruga Anging Mammiri, Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Senin (27/4).

"Pada hari ini, Senin tanggal 27 bulan April tahun 2026, saya ketua Majelis Wali Amanat Universitas Hasanuddin dengan ini secara resmi melantik saudara Prof dr Ir Jamaluddin Jompa Msc dalam jabatan sebagai rektor Universitas Hasanuddin Periode 2026-2030," ucap Andi Alimuddin.

"Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa bersama kita," imbuhnya.

Setelah pengambilan sumpah, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengalungan tanda jabatan dan penandatanganan berita acara pelantikan, pakta integritas, dan pernyataan kinerja.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads