Bupati Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) Yusuf Ritangnga buka suara soal sumbangannya Rp 2 juta disoroti warga yang bergotong royong memperbaiki jalan rusak di Desa Baringin. Yusuf berdalih donasi itu bukan untuk perbaikan jalan melainkan bantuan pribadi yang diperuntukkan konsumsi air minum warga.
"Dulu pernah ada orang Baringin yang kirimkan permohonan open donasi untuk gotong royong, jadi saya secara pribadi membantu sedikit (donasi Rp 2 juta) sekedar pembeli air minum. Itu ikhlas dan tidak ada tujuan apa apa selain ingin membantu," kata Yusuf kepada detikSulsel, Rabu (29/4/2026).
Terkait perbaikan jalan rusak di Desa Baringin, Yusuf mengaku anggaran pemkab sangat terbatas untuk pembangunan infrastruktur. Dia mengaku sudah menerima keluhan warga, namun saat ini pemkab belum bisa berbuat banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk sementara anggaran daerah untuk pembangunan sangat kurang, kondisi keuangan daerah sangat susah. Jadi kami bukan tidak mau dengar atau tutup mata dengan keluhan masyarakat, tapi memang kondisi yang membuat kita tidak mampu berbuat apa-apa," bebernya.
Yusuf juga mengaku baru mengetahui kondisi jalan yang dikeluhkan masyarakat melalui pemberitaan media. Ia menyebut, hingga saat ini belum ada laporan resmi yang disampaikan langsung oleh masyarakat maupun pemerintah setempat melalui kepala desa atau camat.
"Informasi tentang jalan itu baru-baru saya tahu, itu juga lewat media. Tidak pernah ada masyarakat atau kepala desa atau camat datang menyampaikan secara resmi kondisi jalan itu," tambahnya.
Meski demikian, Yusuf memastikan pemerintah daerah tetap berupaya mencari solusi terbaik agar kebutuhan infrastruktur masyarakat dapat segera ditangani. Pihaknya tetap akan mengusulkan bantuan perbaikan infrastruktur kepada pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
"Pemda wajib mengusulkan ke pemerintah pusat dan provinsi untuk bantuan perbaikan jalan. Tapi proses pengusulan juga butuh waktu dan belum pasti direspons atau disetujui, jadi saya takut menjanjikan apa-apa," katanya.
Diberitakan sebelumnya, warga Desa Baringin patungan untuk memperbaiki jalan rusak. Akses jalan penghubung Enrekang-Sidrap itu disebut sudah 80 tahun rusak parah.
"Ada donasi masuk lagi Rp 32 juta dari swadaya warga dari sebelumnya terkumpul Rp 70 juta jadi total Rp 102 juta. Kalau untuk pemda secara resmi belum ada bantuan," kata warga Baringin bernama Muhammad Fadil Nugraha kepada detikSulsel, Selasa (28/4).
Warga kecewa karena kurangnya perhatian dari Pemkab untuk jalan penghubung Enrekang-Sidrap yang rusak parah. Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga bahkan hanya menyumbang Rp 2 juta, jauh lebih sedikit dari swadaya masyarakat.
"Kami kecewa dengan Pemkab sebab sempat disampaikan Pak Bupati akan koordinasi dengan Bupati Sidrap untuk pembangunan jalan. Tapi nyatanya tidak ada hasil koordinasi dan hanya ikut donasi Rp 2 juta. Jauh lebih banyak donasi warga," terangnya.
(hsr/sar)










































