Bulan Mei 2026 menghadirkan fenomena langka yang menarik untuk disaksikan para pencinta astronomi. Langit Mei 2026 akan dihiasi dua fase Bulan purnama, sebuah peristiwa yang terbilang jarang terjadi.
Disadur dari laman Time and Date, Bulan purnama pertama telah lebih dulu terjadi pada 1 Mei 2026 pukul 17.23 UTC atau 2 Mei pukul 00.23 WIB. Fenomena Bulan purnama ini dikenal dengan sebutan Flower Moon.
Flower Moon merujuk pada musim bunga yang bermekaran selama bulan Mei. Penduduk asli Amerika juga mengenal Bulan purnama ini dengan nama lain, seperti Flower Moon dengan sebutan Budding Moon, Egg Laying Moon, dan Planting Moon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Bulan purnama kedua akan hadir pada akhir bulan yang dikenal sebagai Blue Moon. Fenomena langka ini pun menjadi momen yang dinantikan para pengamat langit.
Lantas, kapan tepatnya bulan purnama Mei 2026 kedua akan terjadi dan bagaimana cara untuk melihatnya?
Jadwal Bulan Purnama Mei 2026
Masih dari laman Time and Date, Bulan purnama Blue Moon di Indonesia terjadi pada 31 Mei 2026 pukul 08.45 UTC atau 15:45 WIB. Blue Moon kali ini merupakan bulan purnama mikro paling jauh sepanjang 2026, tampak sekitar 7 persen lebih kecil dari ukuran purnama rata-rata.
Berikut rincian jadwal Bulan purnama di Mei 2026:
- Flower Moon: 2 Mei 2026, pukul 00.23 WIB
- Blue Moon: 31 Mei 2026, pukul 15.45 WIB
Apa Itu Blue Moon?
Blue Moon memiliki dua definisi, yaitu musiman dan bulanan. Blue Moon musiman terjadi saat Bulan purnama ketiga dalam musim astronomi yang memiliki empat Bulan purnama, sedangkan Blue Moon bulanan adalah Bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender.
Pada 31 Mei 2026 nanti, fenomena yang terjadi adalah Blue Moon bulanan. Hal ini karena dalam bulan Mei 2026 terdapat dua kali Bulan purnama dalam satu kalender yang sama.
Istilah "Blue Moon" sendiri tidak selalu berkaitan dengan warna biru pada Bulan. Sebagian penjelasan menyebutkan istilah ini mungkin berasal dari perubahan warna Bulan akibat abu atau asap letusan gunung berapi, sementara versi lain merujuk pada istilah lama yang berarti sesuatu yang jarang atau tidak mungkin terjadi.
Blue Moon bulanan terjadi karena siklus Bulan purnama berlangsung sekitar 29,5 hari. Durasi ini sedikit lebih pendek dari rata-rata panjang bulan dalam kalender Gregorian, sehingga memungkinkan munculnya dua Bulan purnama dalam satu bulan.
Sementara itu, Blue Moon musiman terjadi lebih jarang dibandingkan versi bulanan. Dalam rentang waktu 1100 tahun (1550-2650), tercatat sekitar 408 Blue Moon musiman dan 456 Blue Moon bulanan, dan keduanya umumnya muncul setiap dua hingga tiga tahun sekali.
Perlu dipahami juga bahwa Blue Moon yang benar-benar tampak berwarna biru sangat jarang terjadi. Fenomena tersebut merupakan efek atmosfer seperti abu vulkanik, asap, atau partikel tertentu di udara yang mengubah tampilan Bulan.
Cara Melihat Bulan Purnama Mei 2026
Bagi detikers yang ingin menikmati fenomena Bulan purnama yang akan menghiasi langit pada Mei 2026, dapat mengikuti tips berikut ini yang dilansir dari laman Universitas Komputama Cilacap:
1. Pilih Waktu Observasi yang Tepat
Waktu paling ideal untuk melihat Bulan purnama adalah sesaat setelah Bulan terbit di horizon timur, yakni sekitar waktu Maghrib. Pada posisi rendah di dekat cakrawala, terjadi efek ilusi optik (Moon Illusion) yang membuat Bulan terlihat jauh lebih besar dan berwarna keemasan akibat pantulan atmosfer.
2. Cari Lokasi Minim Polusi Cahaya
Pergilah ke area terbuka, seperti lapangan, dataran tinggi, bukit, atau pesisir pantai untuk menyaksikan keindahan Bulan purnama Pink Moon. Pastikan lokasi tersebut minim dari polusi cahaya lampu perkotaan dan tidak terhalang oleh gedung bertingkat maupun pepohonan lebat.
3. Gunakan Alat Bantu
Secara umum, Blue Moon dapat dilihat dan dinikmati dengan mata telanjang secara aman. Namun, bagi yang ingin melihat detail kawah di permukaan Bulan, penggunaan teropong binokular atau teleskop kecil sangat direkomendasikan.
4. Siapkan Perangkat Fotografi
Jika ingin mengabadikan momen, detikers bisa menggunakan kamera DSLR atau kamera HP canggih yang telah dilengkapi dengan Night Mode atau Astrophotography Mode. Penggunaan tripod sangat disarankan agar lensa kamera tetap stabil dan menghasilkan foto Bulan purnama yang tajam serta tidak buram.
Demikianlah informasi seputar fenomena Bulan Purnama Flower Moon dan Blue Moon yang menghiasi langit pada Mei 2026. Semoga membantu ya, detikers!
(alk/alk)










































