Warga di Desa Kaseralau, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali harus menandu wanita sakit sejauh kurang lebih 2 km menuju ke RSUD Massenrempulu Enrekang. Wanita itu terpaksa ditandu karena Pemkab Pinrang belum merealisasikan janji memperbaiki jalan yang rusak di wilayah tersebut.
"Itu (di video yang beredar) salah satu warga perempuan sedang sakit dan harus segera dibawa ke rumah sakit dan dibawa dengan digotong ramai-ramai memakai sarung," kata warga bernama Parman kepada detikSulsel, Selasa (12/5/2026).
Peristiwa itu terjadi di Dusun Paleleng, Desa Kaseralau, Kecamatan Batulappa, Pinrang pada Minggu (10/5) sekitar 17.00 Wita. Perempuan bernama Tisa itu dibawa ke RSUD Massenrempulu, Enrekang karena merupakan layanan Kesehatan terdekat yang dapat diakses warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena jalan yang rusak dan tidak bisa dilalui mobil atau ambulans, makanya sejak dulu sampai sekarang warga memakai sarung gotong warga yang sakit," bebernya.
Ia menjelaskan, jalur yang dilalui warga merupakan akses yang paling sering digunakan masyarakat. Namun, kondisi jalan yang rusak dan sulit dilalui kendaraan membuat proses evakuasi harus dilakukan secara manual.
"Sekitar 2 kilometer lebih ditandu. Itu memang akses yang biasa dilalui masyarakat," katanya.
Parman juga menyoroti Pemkab Pinrang yang akan melakukan perbaikan jalan. Pasalnya jalan yang masuk rencana untuk diperbaiki bukan jalur utama yang sering digunakan warga.
"Memang dijanjikan akan dikerjakan itu jalan setelah sebelumnya peristiwa seperti ini sering terjadi. Kemarin ada dari Pemkab mengukur tapi jalan yang diukur atau mau diperbaiki bukan yang sering dilalui masyarakat," ungkapnya.
Menurutnya, jalan yang hendak diperbaiki yakni poros Paleleng-Cemba. Padahal jalur yang lebih sering digunakan warga adalah Paleleng-Jalikko.
"Yang sering dilewati masyarakat itu poros Paleleng-Jalikko. Kalau ke Jalikko jaraknya sekitar 2 kilometer, sedangkan ke Cemba bisa 8 sampai 9 kilometer," jelasnya.
Parman berharap pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat di wilayah pegunungan. Terutama terkait akses jalan yang sangat vital dalam kondisi darurat.
"Kurang sekali perhatian pemerintah, seolah tidak ada tanggung jawabnya dengan masyarakat pegunungan," tegasnya.
Kepala Puskesmas Batulappa Amrullah menyampaikan pihaknya telah memfasilitasi rujukan bagi pasien yang sakit ditandu ke rumah sakit tersebut. Pasien tersebut kata dia memiliki keluhan adanya kista di rahim.
"Kita sudah bantu fasilitas untuk layanan kesehatan sampai rujukan ke pasien itu," terangnya.
Ia memaparkan pihaknya juga telah memberikan layanan maksimal dengan adanya pustu di Desa Kaseralau. Termasuk dengan adanya tenaga kesehatan lokal agar dapat memberikan layanan cepat ke warga.
"Di sana ada pustu, sempat rusak dan kita perbaiki. Kemudian ada bidan kita tempatkan di sana warga lokal. Jadi seperti itu usaha kami sejauh ini," paparnya.
Pemkab kata dia juga akan segera melakukan perbaikan jalan di Desa Kaseralau agar akses ke layanan kesehatan lebih nyaman. Rencana perbaikan jalan ditarget tahun ini terlaksana.
"Tahun ini itu kalau tidak salah akan dibangun jalan di situ. Kan Pak Bupati sudah respons keluhan sampai bertemu dengan Bupati Enrekang diskusikan perbaikan jalan karena ini perbatasan dua daerah," terangnya.
Kasus Wanita Sakit Ditandu ke RSUD Enrekang
Sebelumnya, wanita bernama Karmila (20) dari Desa Kaseralau, Kecamatan Batulappa, juga ditandu sejauh kurang lebih 2 km menuju ke RSUD Massenrempulu Enrekang pada Minggu (16/3/2025). Karmila mengalami pembengkakan di leher.
"Itu keluarga saya yang ditandu karena akses jalan rusak dan tidak bisa dilalui mobil," kata warga bernama Parman kepada detikSulsel, Jumat (21/3/2025).
Pemkab Pinrang kemudian berjanji akan memperbaiki jalan rusak yang membuat warga harus ditandu menuju rumah sakit. Namun hingga setahun berlalu jalan di wilayah tersebut belum juga diperbaiki berujung warga kembali ditandu.
"Pemkab Pinrang memberikan atensi yang besar terhadap adanya warga sakit yang ditandu tersebut," kata Sekda Pinrang Andi Tjalo Kerrang kepada wartawan, Selasa (25/3/2025).
Simak Video "Video: Viral Wanita Sakit di Pinrang Harus Ditandu 3 Km gegara Jalan Rusak"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/ata)










































