Pria Cekcok dengan Warga di BTP Makassar Anggota Polsek Tapalang Mamuju

Pria Cekcok dengan Warga di BTP Makassar Anggota Polsek Tapalang Mamuju

Hafis Hamdan - detikSulsel
Kamis, 14 Mei 2026 17:30 WIB
Pria beratribut polisi (baju hitam) cekcok dengan warga di Makassar.
Pria beratribut polisi (baju hitam) cekcok dengan warga di Makassar. Foto: (dok. Istimewa)
Makassar -

Pria mengenakan atribut polisi yang terlibat cekcok dengan warga di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ternyata merupakan personel Polri berinisial R. Anggota Polri itu diketahui bertugas di Polsek Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Kapolsek Tapalang, Ipda Amiruddin membenarkan jika R merupakan anggotanya. Ia mengaku perkara yang melibatkan R itu sedang ditangani.

"Iya (anggota Polsek Tapalang)," ujar Amiruddin saat dimintai konfirmasi BeritaKlik, Kamis (14/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amiruddin mengatakan R saat itu hanya mendatangi kediaman tunangannya di kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kecamatan Tamalanrea, Makassar pada Rabu (13/5) malam. Kedatangan R saat itu lantaran curiga tunangannya telah berselingkuh.

"Iya seperti itu (R curiga tunangannya telah berselingkuh)," katanya.

ADVERTISEMENT

Namun situasi berubah saat sejumlah mahasiswa disebut datang ketika R dan tunangannya sedang berbicara baik-baik. Situasi lantas memanas hingga terjadi perdebatan.

Tidak lama personel Polsek setempat mendatangi lokasi dan melerai cekcok tersebut. R selanjutnya diarahkan ke Polsek untuk memberikan keterangan.

"(Perkara yang melibatkan R) sementara ditangani," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, R yang mengenakan atribut polisi terlibat cekcok dengan warga di BTP Makassar, Kamis (14/5) dini hari viral di media sosial. Persoalan itu diduga dipicu kesalahpahaman dan diklaim sudah diselesaikan.

"Kesalahpahaman antara itu temannya. Habis itu mereka mau selesaikan sendiri," tutur Kapolsek Tamalanrea, Kompol Mustari Alam kepada detikSulsel, Kamis (14/5).

Ia menyebut cekcok ini tidak berujung pada sentuhan fisik. Selain itu, perkara tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Yang jelas itu tidak ada korban, tidak ada luka, tidak bertengkar, hanya biasa (adu) mulut, kesalahpahaman. Habis itu mereka mau menyelesaikan sendiri secara kekeluargaan," jelasnya.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads