5 Khutbah Jumat Menyambut Bulan Dzulhijjah Lengkap Teks PDF: Singkat-Menyentuh

5 Khutbah Jumat Menyambut Bulan Dzulhijjah Lengkap Teks PDF: Singkat-Menyentuh

Iswandy Rusli - detikSulsel
Kamis, 14 Mei 2026 19:30 WIB
Ilustrasi teks khutbah jumat 2026 terbaru tentang menyambut bulan dzulhijjah.
Foto: Getty Images/whisnu anggoro
Makassar - Kalender Hijriah saat ini berada di akhir bulan Dzulqa'dah 1447 H, dan beberapa hari lagi memasuki bulan Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam karena di dalamnya terdapat banyak amalan utama, termasuk ibadah haji dan Hari Raya Idul Adha.

Jelang memasuki bulan penuh kemuliaan ini, khatib dapat membawakan khutbah Jumat menyambut Bulan Dzulhijjah yang singkat, menyentuh, dan mudah disampaikan kepada jamaah. Khutbah yang dibawakan dapat berisi ajakan meningkatkan ibadah, memperbanyak amal saleh, serta mempersiapkan diri menyambut hari-hari terbaik dalam Islam.

Sebagai referensi dalam menyusun khutbah Jumat untuk menyambut bulan Dzulhijjah ini, berikut detikSulsel menyajikan 5 contoh khutbah lengkap dengan teks PDF-nya yang bisa di-download gratis. Yuk simak selengkapnya!

Khutbah Jumat Menyambut Bulan Dzulhijjah #1
Judul: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ الزَّمَانَ مِيْدَانًا لِلطَّاعَةِ، وَفَضَّلَ بَعْضَ الشُّهُوْرِعَلَى بَعْضٍ بِحِكْمَةٍ بَالِغَةٍ، فَجَعَلَ مِنْهَا شَهْرَ َذِيْ الْحِجَّةِ شَهْرًا حَرَامًا، وَمُوْسِمًا لِزِيَادَةِ التَّقْوَى. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً تُنْقِذُنَا مِنْ عَذَابِهِ وَتُبَلِّغُنَا رِضْوَانَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ يَحُثُّ أُمَّتَهُ عَلَى الطَّاعَاتِ وَالْقُرُبَاتِ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Jemaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah SWT,

Mengawali khutbah Jumat pada siang hari ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita berbagai macam kenikmatan terutama nikmat iman dan Islam yang merupakan nikmat terbesar yang kita miliki.

Tak lupa pula shalawat serta salam, mari kita haturkan bersama kepada Nabi Muhammad SAW, juga kepada para keluarganya, sahabatnya, dan semoga melimpah kepada kita semua selaku umatnya. Amin ya Rabbal 'alamin.

Khatib juga mengajak pada jemaah sekalian sekaligus diri pribadi agar selalu meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Jemaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah SWT,

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang mulia. Dalam Islam, Dzulhijjah merupakan salah satu dari 4 bulan mulia dalam Al-Qur'an selain Rajab, Dzulqa'dah dan Muharram. Sebagai umat Islam, kita disunnahkan untuk mengisi bulan Dzulhijjah dengan memperbanyak beribadah kepada Allah SWT.

Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa". (QS At-Taubah: 36).

Ayat di atas merupakan bukti keistimewaan dan kemuliaan bulan Dzulhijjah. Pada ayat di atas, Allah SWT menjelaskan bahwa dari 12 bulan yang ada, Dzulhijjah merupakan salah satu dari 4 bulan yang dimuliakan Allah.

Syekh Nawawi Banten dalam Marah Labid juz I halaman 447 berkata:

مِنْهَا أَيْ مِنْ تِلْكَ الشُّهُوْرِ الْاِثْنَيْ عَشَرَ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ هِيَ ذُوْ الْقَعْدَةِ، وَذُوْ الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ

Artinya: "Di antara 12 bulan tersebut, terdapat empat bulan yang mulia yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab".

Jemaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah SWT,

Lebih lanjut, sebagai bulan yang mulia, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak beribadah dan meningkatkan ketakwaan di bulan Dzulhijjah, terutama pada 10 hari pertama.

Dalam Kanzun An-Najah wa Al-Surur halaman 276, Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali bin Abdul Qadir menjelaskan, bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang mulia, di dalamnya haji yang merupakan salah satu rukun Islam dilaksanakan, bulan dikabulkannya doa-doa serta dipenuhinya semua hajat. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk mengisinya dengan memperbanyak ibadah terutama pada 10 hari pertama di dalamnya.

Rasulullah SAW bersabda:

مَا العَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهَا فِي هَذِهِ قَالُوا: وَلَا الجِهَادُ؟ قَالَ: وَلَا الجِهَادُ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَيْءٍ

Artinya: "Tidak ada amal perbuatan yang lebih utama dibanding ini (10 hari pertama Dzulhijjah). Para sahabat bertanya: "bagaimana jika dibandingkan dengan jihad?". Rasulullah SAW bersabda: "bahkan tidak dengan jihad, kecuali ia keluar berjihad dengan tekad membawa jiwa raga serta hartanya dan tidak ada yang kembali darinya satupun". (HR Al-Bukhari).

Jemaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah SWT,

Pada hadits di atas, Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan mengisi 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dengan beribadah. Sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk mengisinya dengan beribadah kepada Allah SWT. Adapun alasan keutamaannya ialah sebab 10 hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan tempat berkumpulnya banyak dari pokok-pokok ibadah dalam Islam.

Sebagaimana Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari juz II halaman 460 berkata:

وَالَّذِي يَظْهَرُ أَنَّ السَّبَبَ فِي امْتِيَازِ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ لِمَكَانِ اجْتِمَاعِ أُمَّهَاتِ الْعِبَادَةِ فِيهِ وَهِيَ الصَّلَاةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ وَالْحَجُّ وَلَا يَتَأَتَّى ذَلِكَ فِي غَيْرِهِ

Artinya: "Pendapat yang dzahir, keistimewaan 10 hari bulan Dzulhijjah dibanding hari-hari lainnya ialah disebabkan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan tempat berkumpulnya pelaksanaan pokok-pokok ibadah, yaitu shalat, puasa, sedekah dan haji yang tidak mungkin ada pada hari-hari lainnya."

Jemaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah SWT,

Selain mengisi dengan ibadah individual, di bulan Dzulhijjah yang mulia nanti kita juga bisa mengisinya dengan ibadah sosial dengan melakukan hal-hal baik di sekitar kita. Contohnya membantu tetangga atau kerabat yang sedang membutuhkan pertolongan, memberi makan orang-orang yang tidak mampu di sekeliling kita atau kebaikan kecil lainnya.

Sebagaimana, Rasulullah sebagai suri tauladan, selalu menganjurkan umatnya untuk membantu satu sama lain. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Artinya: "Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan orang yang sedang dalam kesulitan, maka Allah memudahkan baginya dari kesulitan di dunia dan akhirat". (HR Muslim).

Jemaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah SWT,

Melihat kalender yang ada, 1 Dzulhijjah diperkirakan jatuh pada Senin tanggal 18 Mei 2026. Sebagai umat yang taat, khatib mengajak diri sendiri dan jemaah sekalian untuk menyambut bulan Dzulhijjah dengan baik dan semangat beribadah. Mari kita mengisinya dengan amal saleh dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ عَظَّمَ شَهْرَ ذِيْ الْحِجَّةِ وَجَعَلَهُ مِنَ الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ، وَدَعَانَا فِيْهِ إِلَى تَرْكِ الْمَعَاصِيْ وَالْإِكْثَارِ مِنَ الطَّاعَاتِ، لِنَزْدَادَ تَقْوًى وَقُرْبًا إِلَيْهِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Oleh: Ustadz Alwi Jamalulel Ubab, Penulis Keislaman tinggal di Indramayu
Sumber: Laman NU Online

Khutbah Jumat Menyambut Bulan Dzulhijjah #2
Judul: Menyambut Dzulhijjah

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ رَسُولِهِ الْـمُصْطَفَى، وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى. أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه، اَللَّــهُمَّ صَلِّ عَـلـٰى سَـيِّـدِنَـا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَـبِـيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيّ الْأُمِّـيِّ وَعَــلـٰى أَلِـهِ وَصَحْبِهِ وَسِلِّـمُ تَسْلِيْاً كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ: فَيَا اَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ ,اُوْ صِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah,

Pertama dan utama marilah kita bersyukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan berjuta-juta kenikmatan kepada kita sekalian, sehingga masih diberi kesempatan dan kekuatan untuk bisa melaksanakan shalat Jumat di masjid yang mulia ini.

Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang telah membimbing kita menuju dunia yang terang, yaitu addinul Islam. Semoga kita selalu mencintainya dan bershalawat kepadanya sehingga diakui sebagai umatnya yang mendapatkan syafaatnya di hari akhir nanti, amin.

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah,

Selaku khatib kami mengajak kepada hadirin sekalian dan diri kami pribadi, marilah kita selalu berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah dengan terus berusaha menjalankan seluruh perintahNya dan menjauhi semua laranganNya dengan cara yang diajarkanNya. Semoga Allah selalu memberikan bimbingan dan kekuatan kepada kita sehingga selalu dalam keimanan dan ketakwaan kepadaNya. Amin.

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah,

Beberapa hari ke depan kita akan memasuki Dzulhijjah. Bulan itu merupakan bulan pengampunan Allah Subhanahu wa Ta'ala atas Nabi Adam 'alaihis salam karena memakan buah khuldi di surga. Bulan pengabulan doa Nabi Zakaria 'alaihissalam yang meminta untuk diberi keturunan. Bulan kelahiran Nabi Isa 'alaihissalam ke dunia. Dan bulan kelahiran Nabi Musa 'alaihis salam. Bulan di mana Allah Ta'ala memuliakannya dengan bersumpah atasnya,

وَلَيَالٍ عَشْرٍ

"Dan demi hari-hari yang (jumlahnya) sepuluh." (Q. Al-Fajr: 2)

Karena Allah memuliakan Dzulhijjah dengan dijadikan sumpah, maka sangat penting buat umat Islam untuk memuliakannya.

Lantas apa yang perlu kita perbuat untuk menyambut dan memuliakan Dzhulhijjah? Ada beberapa amalan yang yang dianjurkan. Tentu selain yang sudah masyhur seperti haji dan umrah, shalat Idul Adha, dan berkurban.

Pertama, memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil

Kalimat thayyibah untuk dikumandangkan adalah takbir, tahmid, dan tahlil. Sebagai bentuk kegembiraan dan terima kasih kita kepada Allah karena hadirnya Hari Raya Idul Adha.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ، فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

"Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir, dan tahmid." (HR Ahmad No 6154)

Kedua, memperbanyak doa

Di antara amalan yang diperbanyak oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah berdoa. Doa merupakan wahana komunikasi sekaligus tempat mengadu dan meminta kepada Allah. Gunakan kesempatan ini untuk berdoa kepada Allah sebanyak banyak dan sebaiknya baiknya. Usahakan berdoa yang berbobot dan punya nilai besar dan tinggi. Karena sangat mungkin akan segera kabulkan doa-doa yang dipanjatkan. Nabi Muhamad memperbanyak doa di Zulhijjah ini.

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

"Sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah, serta sebaik­-baik (ucapan) yang saya dan para nabi sebelumku ucapkan adalah, tiada yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, tiada serikat bagi-Nya, untuk-Nyalah segala kekuasaan dan pujian, serta Dia Mahamampu atas segala sesuatu." (HR At-Tirmizi No 3585 Hadits Hasan)

Ketiga, berpuasa sunnah 9 hari pertama

Berpuasa merupakan satu ibadah yang baik walaupun cukup berat bagi Sebagian orang. Orang yang biasa berpuasa dia akan gembira melakukan ibadah puasa sunnah pada Dzulhijjah. Selain berpuasa sunnah Arafah pada 9 Dzulhijjah, umat Islam juga disunnahkan melakukan puasa sunnah pada 8 hari pertama Dzulhijjah.

Puasa juga merupakan ibadah yang berefek kesehatan bagi yang melaksanakan ibadah puasa. Siapa yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan kesehatan setelahnya, terutama jika dilakukan dengan rutin atau istiqamah. Rasulullah bersabda yang artinya, ''Berpuasalah kamu, maka kamu akan sehat.''

Rasulullah bersabda:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْر

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari Asyura (10 Muharram), dan berpuasa tiga hari setiap bulannya (hijriyah).'' (HR Abu Daud No 2437)

Keempat, bertaubat

Tidak ada manusia yang tidak dosa, namun begitu kesadaran memiliki dosa dan berusaha untuk memperbaiki dengan bertaubat itu sangat penting. Dzulhijjah merupakan bulan yang baik dalam pandangan Allah dan sangat baik untuk melakukan pertaubatan. Allah berfirman:

وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّيُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗ ۗوَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ

" Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat)." (QS Hud: 3)

Kelima, perbanyak bersedekah

Dzulhijjah adalah sangat baik untuk bersedekah. Jangan sampai kita menyesal tidak bersedekah. Allah berfirman:

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan ku sampai waktu yang dekat, sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh." (QS Al Munafiqun: 10)

Keenam, memperbanyak dzikir

Berzdikir adalah mengingat kepada Allah, dalam bergai tempat dan waktu, berdzikir dapat menenangkan hati dan pikiran. Mari kita gunakan kesempatan yang hanya ada setahun sekali untuk memperbanyak dzikir yang mempunyai nilai di atas hari-hari yang lain. Allah berfirman:

لِّيَشْهَدُوْا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ ...

"Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan..." (QS Al Hajj: 28)

Rasulullah bersabda:

وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ

Artinya: ''Ibnu Abbas berkata: Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan, yaitu 10 hari pertama Dzulhijjah dan juga pada hari-hari Tasyriq. Ibnu 'Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin 'Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah.'' (HR Bukhari)

Demikian khutbah yang singkat ini, semoga kita bisa meningkatkan ibadah pada Dzulhijjah. Amin.

بَارَكَ اللَّهُ لِىْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِيْ وَاِيَّكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَاِيَّاكُمْ تِلاَ وَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ.

Khutbah Kedua

الحمد للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ .وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ .فَيَآ اِخْوَانِىْ رَحِمَ كُمُ اللَّهُ.

اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. فَقَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الْكَرِ يْمِ : مَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجَا وَيَرْزُقُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبْ. وَاَنَّ اللَّهِ اَمَرَكُمْ بَدَأَ بِنِفْسِهِ وَ ثَنَّى بِمَلاَ ئِكَةِ بِقُدْسِهِ وَثَلَّثَ بَكُمْ اَ يُّهَا الْمُؤْ مِنُوْنَ .

فَقَالَ عَزَّ مِنْ قَا ئِلٍ كَرِ يْمٍ. اِنَّ اللَّهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْ تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. وَعَلَيْنَا مِنْهُمْ وَمَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ . اَمِيْنْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِيْنَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ, اِنَّ اللَّهَ يَأْ مُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَاِ يْتَآ ءِ ذِي الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَخْشَآ ءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغِى يَعَظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَلَذِكْرُ اللَّهِ اَكْبَرُ. اَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ. ثُمَّ اَقِمِ الصَّلاَةَ.

Oleh: KH Ahmad Misbah, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Tangerang Selatan
Sumber: NU Online Banten

Khutbah Jumat Menyambut Bulan Dzulhijjah #3
Judul: 3 Pesan Rasulullah di Bulan Dzulhijjah

Khutbah Pertama

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Dalam kesempatan yang mulia, kita bersama-sama meningkatkan takwa kita kepada Allah dengan senantiasa melaksanakan segala perintahnya dan berusaha secara maksimal meninggalkan segala larangan-Nya. Dengan bekal taqwa inilah, semoga kelak kita menjadi penghuni surga, amin ya rabbal 'alamin.

Kemuliaan bulan Dzulhijjah sebagaimana dijelaskan oleh Al 'Allamah Syaikh Abdul Hamid dalam kitab Kanzun Najah was Surur karena di dalamnya terdapat kewajiban haji (rukun Islam). Dalam bulan Dzulhijjah, semua doa akan dikabulkan oleh Allah. Maka Allah mengabadikan kemuliaan sepuluh hari Dzulhijjah dalam Al-Qur'an:

وَالْفَجْرِ، وَلَيَالٍ عَشْرٍ

Artinya: "Demi fajar. Dan malam yang sepuluh." (QS. Al Fajr: 1-2)

Ulama berbeda pendapat dalam memaknai ayat ini: Malam yang sepuluh itu ialah malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan. Dan ada pula yang mengatakan sepuluh yang pertama dari bulan Muharram,termasuk di dalamnya hari 'Asyura. Sedangkan Imam Suyuthi mengatakan bahwa malam sepuluh itu ialah sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah.

Pendapat mengenai sepuluh malam Dzulhijjah dalam Surat Al Fajr ditegaskan pula oleh Syaikh Muhammad bin Nashiruddin Addimasyqi Asy Syafi'i: "Ayat walayalin 'aysr menggunakan kalimat nakirah (umum) karena malam-malam itu adalah paling utamanya malam dalam setahun. Maka pendapat bahwa itu sepuluh malam Dzulhijjah sangat sohih dan masyhur. Para ulama menjelaskan bahwa fajar itu adalah fajar hari Arafah dan yang dimaksud malam sepuluh adalah sepuluh malam Dzulhijjah."

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Salah satu pesan penting yang dapat kita ambil dari peristiwa Idul Adha ini adalah mengenai khutbah Rasulullah Muhammad SAW saat berkhutbah di depan para sahabatnya. Dalam kitab Khutubatun Nabi Rasulillah disampaikan bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda:

عن ابن عباس رضي الله عنه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم خطب الناس يوم النحر فقال : يا ايها الناس اي يوم هذا؟ قالوا يوم حرام قال فاي بلد هذا؟ قالوا بلد حرام قال فاي شهر هذا قالوا شهر حرام. قال فان دماءكم واموالكم واعراضكم عليكم حرام كحرمة يومكم هذا في بلدكم هذا وفي شهركم هذا

Artinya: Hadits dari Ibnu Abbas RA, sesungguhnya Rasulullah SAW berkhutbah kepada para umatnya pada hari 'Idul Qurban. Nabi bersabda: "Wahai para manusia, hari apakah ini? Mereka menjawab: Ini ini haram. Wahai para manusia, negara apakah ini? Mereka menjawab: Ini negara haram.Wahai para manusia, bulan apakah ini? Mereka menjawab: Ini bulan haram." Nabi Muhammad bersabda lagi: "Sesungguhnya darahmu, hartamu dan anggota tubuhmu itu haram sebagaimana keharaman hari ini, di negara ini dan bulan ini." (HR Imam Bukhari)

Kalimat Rasulullah dalam khutbah itu diulang-ulang dan dilanjutkan dengan doa dan penegasan bahwa khutbah itu sebagai wasiat pada umatnya. Bahkan Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa sudah tidak ada lagi pertumpahan darah antara umat Islam dengan kaum kafir setelah hari 'Idul Qurban itu.

Dari hadits tersebut di atas, sebagai umat Islam yang merasakan nikmatnya hidup di Indonesia yang telah merdeka, dapat mengambil tiga pesan Rasulullah.

Pertama, seorang pemimpin umat Islam harus berkomunikasi dan selalu membimbing umatnya. Salah satu cara komunikasi itu yakni dengan mengingatkan betapa pentingnya hari dan bulan yang mulia dan diharamkan oleh Allah. Memperingati hari dan bulan haram adalah dengan melaksanakan sunnah Rasulullah: berpuasa, bertaqarrub dan beramal sosial secara istiqamah. Dan di bulan haram, tidak diperbolehkan perang (beradu fisik dan menebar fitnah).

Kedua, di dalam sebuah kemuliaan ada tempat hidup yang selalu digunakan untuk beribadah, Nabi menyebutnya dengan kata balad. Kata balad dalam Kamus Al Munawwir karya KH Ahmad Warson Munawwir yang telah dikoreksi KH Ali Ma'shum dan KH Zainal Abidin Munawwir bermakna: daerah, negeri, desa, kampung, tanah air.

Jika Nabi Muhammad SAW menyebut kata balad dalam khutbah Idul Adha, maka perlu kita ambil hikmah bahwa betapa cintanya Nabi Muhammad SAW kepada tanah airnya sesuai dengan firman Allah:

إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَىٰ مَعَادٍ ۚ قُلْ رَبِّي أَعْلَمُ مَنْ جَاءَ بِالْهُدَىٰ وَمَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Artinya: "Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali (Makkah). Katakanlah: "Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata". (QS. Al Qashash: 85)

Ketiga, betapa pentingnya menjadikan Islam sebagai agama yang mendorong lahirnya perdamaian, bukan agama kekerasan penuh peperangan. Sejarah perintah berkurban kepada Nabi Ibrahim yang diminta menyembelih putranya (Nabi Ismail) dan kemudian diganti domba adalah sebuah bukti bahwa Islam sangat melindungi hak asasi manusia dan cinta perdamaian. Al Qur'an mencatat sejarah ini sebagai bentuk penyempurnaan manusia berbakti pada Allah Surat As Shaffat ayat 102:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Syaikh Utsman bin Hasan Al Khaubawi dalam kitab Durratun Nashihin memberikan penjelasan bahwa perjalanan Nabi Ibrahim dari negeri Syam hingga Makkah dalam mengikuti perintah Allah diabadikan dalam rangkaian ibadah sunnah puasa Tarwiyah (yataraw, memikirkan diri atas mimpi menyembelih anaknya) dan puasa Arafah ('arafa, tahu dan yakin bahwa mimpi itu dari Allah). Arafah juga menjadi tempat puncak ibadah haji. Dan kemudian hari kesepuluh Dzulhijjah menjadi penyembelihan (nahr).

Ma'asyiral muslimin hafidhakumullah,

Rasa syukur Nabi Ibrahim atas tidak jadinya menyembelih putranya, diganti dengan menyembelih 1.000 kambing, 300 lembu dan 100 unta demi taat kepada Allah. Jelas sekali bahwa qurban ini menjadi ibadah sosial yang sangat mengangkat derajat para peternak hewan dan menjadi bukti emansipasi kepada kaum dlu'afa yang menerima manfaat pembagian daging qurban.

Di penghujung khutbah ini perlu ditegaskan kembali pentingnya umat Islam memuliakan agama dengan cara mengikuti seluruh perintah Allah. Umat Islam yang sudah kaya harta, diwajibkan untuk haji ke baitullah. Termasuk disunnahkan melaksanakan qurban. Allah berfirman:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ، فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ، إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus." (QS. Al Kautsar: 1-3)

Hal terpenting lainnya adalah tentang memanusiakan bangsa dengan cara yang tepat mencintai tanah air (hubbul wathan). Kita tahu bahwa Makkah yang disanjung oleh Nabi Muhammad SAW sebagai titik sejarah peradaban. Bahkan di sekeliling Ka'bah (antara hajar aswad, makam Ibrahim dan sumur Zamzam) ada makam Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Syu'aib, Nabi Shalih dan 99 Nabi lainnya (kitab Manasik Hajikarya Syaikh Shalih bin Umar Assamarani).

Dengan cara Nabi mencintai Makkah dan Madinah, maka kita pun bangsa Indonesia juga sangat perlu mencintai negeri tanah air ini dengan menjadikan negeri yang damai, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Nabi Muhammad menyempurnakan syariat Islam dengan kesempurnaan iman melalui cinta tanah air. Termasuk di usia 30 tahun, Nabi Muhammad berhasil menyatukan Makkah dengan peletakan hajar aswad di samping pintu Ka'bah.

Ma'asyiral muslimin hafidhakumullah,

Demikian khutbah singkat ini kami sampaikan. Dengan semangat Idul Adha, mari kita tetap teguhkan bahwa agama Islam yang kita anut menjadi Islam rahmatan lil 'alamin, agama penebar kasih sayang. Dan mari kita isi, hari demi hari hidup di Indonesia dengan teguh memegang ajaran agama Islam dan cinta tanah air dalam rangka menyempurnakan keimanan kita.

جعلنا الله وإياكم من الفائزين الآمنين وادخلنا واياكم في زمرة عباده الصالحين

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم

وقال اني ذاهب الى ربي سيهدين رب هب لي من الصالحين

وقل رب اغفر وارحم وانت خير راحمين


Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ


Oleh: M Rikza Chamami, Dosen Universitas Islam Negeri Walisongo
Sumber: NU Online Jawa Timur

Khutbah Jumat Menyambut Bulan Dzulhijjah #4
Judul: Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَـادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى نَبِيِّنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. أَمَّا بَعْدُ:

أُوْصِيْكُمْ بِنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Ma'asyiral muslimin Rahimakumullah,

Dalam kesempatan yang berbahagia ini di hari Jumat yang mulia khatib berwasiat kepada diri sendiri dan kepada jemaah sekalian, marilah kita tingkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah SWT. Takwa adalah satu-satunya perisai yang akan menjaga kita dari panasnya fitnah dunia dan pedihnya azab akhirat.

Hadirin sekalian, saat ini kita (akan) memasuki sebuah gerbang waktu yang sangat istimewa. Jika di bulan Ramadhan ada 10 malam terakhir yang puncaknya adalah Lailatul Qadar, maka di bulan Dzulhijjah, Allah SWT memberikan kita 10 hari pertama yang kemuliaannya tidak tertandingi oleh hari-hari lainnya sepanjang tahun.

Namun sayangnya, banyak di antara kita yang melewatkan hari-hari di bulan Dzulhijjah dengan begitu saja. Kita sering kali hanya fokus pada hari raya Idul Adha saja, padahal sembilan hari sebelumnya adalah musim ibadah yang sangat dahsyat pahalanya.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Berkaitan dengan istimewanya 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, Allah SWT sampai bersumpah di dalam al-Qur'an:

وَالْفَجْرِ. وَلَيَالٍ عَشْرٍ

"Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh." (QS. Al-Fajr: 1-2)

Para ahli tafsir, termasuk Ibnu Abbas r.a dan Ibnu Katsir, menegaskan bahwa yang dimaksud dengan "malam yang sepuluh" dalam ayat tersebut adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Ketika Allah SWT bersumpah demi waktu tersebut, itu menandakan ada rahasia kemuliaan yang sangat besar di dalamnya.

Jemaah Jumat yang Berbahagia,

Mengapa 10 hari pertama Dzulhijjah begitu hebat? Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ - يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ - قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

"Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama Dzulhijjah)." Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, tidak juga dibandingkan dengan jihad fi sabilillah?" Beliau menjawab: "Tidak juga dengan jihad fi sabilillah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, lalu ia tidak kembali lagi dengan membawa sesuatu pun (mati syahid)." (HR. al-Bukhari, Ahmad, dan At-Tirmidzi).

Hadirin, renungkanlah hadis tersebut. Shalat sunnah, sedekah, zikir, dan puasa kita di 10 hari pertama Dzulhijjah nilainya di sisi Allah sama besar dengan pahala seorang mujahid yang mati syahid dalam peperangan. Inilah "diskon besar-besaran" pahala yang Allah SWT tawarkan kepada kita. Maka alangkah rugi apabila kita tidak mengambil dan memaksimalkannya.

Ma'asyiral muslimin,

Seorang ulama bernama al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa keistimewaan 10 hari Dzulhijjah adalah karena di waktu inilah seluruh induk ibadah berkumpul, yaitu shalat, puasa, sedekah, haji, dan kurban. Hal ini tidak terjadi di bulan-bulan lainnya.

Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk menjemput keberkahan di bulan Dzulhijjah ini?

Pertama, memperbanyak zikir (tahlil, takbir, dan tahmid). Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk membasahi lisan kita dengan zikir mutlak di hari-hari tersebut. Adapun zikir muqoyyad seperti "takbiran" mulai dibaca sejak Subuh tanggal 9 hingga Ashar tanggal 13.

Kedua, berpuasa Sunnah. Puasa Sunnah bisa dilaksanakan sejak tanggal 1-9 Dzulhijjah dengan skema puasa full 9 hari atau Puasa Dawud atau Puasa Senin & Kamis. Akan tetapi, diusahkan tidak meninggal "Puasa Arafah" pada tanggal 9 Dzulhijjah, karena pahalanya yang luar biasa, yaitu dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Ketiga, bertaubat dari segala dosa & khilaf. Mari bersihkan hati dari noda maksiat agar ibadah kita terasa ringan.

Keempat, berkurban. Bagi siapa pun yang memiliki kelapangan rezeki, siapkanlah kurban terbaik sebagai bukti cinta kita kepada Allah SWT melebihi cinta kita pada harta.

Disebutkan dalam kitab Lathaif al-Ma'rif bahwa Said bin Jubair, seorang ulama tabiin yang sangat saleh, setiap kali masuk tanggal 1 Dzulhijjah beliau beribadah dengan sangat sungguh-sungguh sampai hampir tidak ada orang yang mampu menandingi kekhusyukannya. Beliau berkata:

لَا تُطْفِئُوا سُرُجَكُمْ لَيَالِيَ الْعَشْرِ

"Janganlah kalian mematikan lampu-lampu kalian di malam-malam sepuluh (hari pertama Dzulhijjah)."

Ini adalah perkataan kiasan yang maknanya agar kita menghidupkan malam-malam Dzulhijjah dengan banyak mengerjakan ibadah.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ ,فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أُوْصِيْكُمْ بِنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jemaah Jumat yang dirahmati Allah,

Waktu adalah aset yang tidak bisa diputar kembali. Di momentum 10 hari pertama Dzulhijjah, apakah kita akan membiarkannya berlalu seperti hari-hari biasa? Ataukah kita akan menjadikannya sebagai momentum untuk "hijrah" menjadi pribadi yang lebih baik?

Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari ketika melihat orang lain mendapatkan pahala sebesar gunung, sementara kita hanya mendapatkan lelah dunia. Mari kita persiapkan niat, fisik, dan harta untuk bersedekah dan berkurban.

Akhirnya, mari kita berdoa kepada Allah SWT tuhan semesta alam:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلامَةً فِي الدِّينِ، وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ، وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ، وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ، وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ, اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِي سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ.

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى.

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

سُبْحَٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ, وَسَلَٰمٌ عَلَى ٱلْمُرْسَلِينَ, وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ.


Oleh: Ahmad Farhan Juliawansyah, S.Ag, Wakil Mudir MBS Al Madina Pingit, Alumni PUTM Yogyakarta
Sumber: Suara Muhammadiyah

Khutbah Jumat Menyambut Bulan Dzulhijjah #5
Judul: Meraih Cinta Allah

Khutbah Pertama

الْحَمدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بنَاءً وَالشَّمْسَ سِرَاجًا وَ القَمَرَ مُنِيرًا، أَشْهَدُ ان لا اله الا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ الَّذِي اَرْسَلَ رَسُولَهُ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَاشْهَدُ ان مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ أَرْفَعُ البَرِيَّةِ قَدْ رَا شَهَادَةً مَنْ قَالَ لَهَا فَرَجَهُ مِنَ الخَطِيئَاتِ مَغْفُورًا الَّذِي تَقَلبَ مِنَ الصَّالِحَتِ وَأَنَا لَهُ ثَوَابًا وَاجُورًا اللهُم صَل وَسَلِمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ يُحِبُّ الفُقَرَاء وَالمَسَاكِينَ وَرَحِمَ اليَتِيمَ وَأَطْفَالًا وَصَغِيرًا، سَيدِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاصْحَابِهِ وَمَنْ تَبْعَهُمْ
مَا تَعَاقَبَتْ الْأَوْقَاتُ وَالسَّاعَاتُ لَيْلًا ونَهَارًا، امَّا بَعْدُ : فَيَا عِبَادَى اللَّهِ أَوْصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ

Hadirin jemaah Jumat yang dirahmati Allah,

Di penghujung tahun Hijriah ini, marilah kita intropeksi terhadap keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah, jika grafiknya mengalami penurunan maka naikkanlah dengan melaksanakan semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya tanpa terkecuali. Kita memang harus berusaha meningkatkan nilai keimanan dan ketakwaan, karena hidup di dunia ini begitu singkat dan tanpa terasa umur kita semakin bertambah, yang berarti semakin dekat kita akan menghadapNya. Tetap pertahankan dan terus tingkatkan keimanan dan ketakwaan karena hanya keduanya yang bisa kita bawa mati.

Hadirin jemaah Jumat yang dirahmati Allah,

Ketika seorang muslim ditanya, "Apakah anda mencintai Allah?" Jawaban pasti, ya. Seseorang mudah mengatakan cinta, akan tetapi untuk mewujudkan cintanya tidak semudah yang ia ucapkan. Ia butuh perjuangan dan pengorbanan yang tulus dan ikhlas, terlebih cinta kepada Allah, untuk meraihnya penuh liku, ujian dan cobaan. Di samping itu cinta kepada Allah yang agung itu, juga memiliki ukuran-ukuran tertentu dan aturan-aturan yang mesti dilakukan. Karena itu, kita jangan mudah tergoda setan, sehingga merasa mencintai Allah, padahal perilaku kita penuh dengan kemunafikan dan sering melanggar aturan-aturanNya.

Ada beberapa hal yang bisa kita jadikan tolok ukur sekaligus pertanda bahwa diri kita ini benar-benar mencintai Allah:

Pertama, tidak benci dan tidak takut mati,

Seperti kita temui dalam kehidupan sehari-hari, bila seseorang mencintai saudaranya sesama muslim, tentu ia amat berharap dan selalu merindukan orang yang dicintainya itu. Begitu juga bila seseorang mencintai Allah, pasti ia berharap bertemu dengan-Nya melalui proses kematian. Memang benar, ada juga orang yang ikhlas mencintai Allah, namun ketika mengingat datangnya kematian ia merasa takut dan belum siap untuk pulang ke akhirat. Hal ini dibolehkan asal ketakutannya itu karena masih merasa banyak dosa yang belum terampuni atau nilai ibadahnya yang masih banyak kekurangan, sehingga ia berusaha memperbaiki segala kekurangannya. Tetapi bagi orang telah mencapai puncaknya cinta kepada Allah, kematian justru menjadi dambaan baginya, karena ia menganggap dunia ini kotor dan penuh fitnah, ia tidak tergiur sama sekali, yang dicintai hanyalah Allah SWT.

Hadirin jemaah Jumat yang dirahmati Allah,

Kedua, yaitu mendahulukan apa yang dicintai Allah dari pada apa yang ia cintai

Ketika seseorang hendak melakukan suatu perbuatan, maka yang harus direnungkan terlebih dahulu adalah, apakah perbuatan yang akan dilakukan itu diridhai Allah apa tidak? Bagi orang yang mencintai Allah pasti lebih memilih perbuatan yang disenangi Allah, meskipun bertolak belakang dengan keinginannya atau ajakan hawa nafsunya, karena ia tahu balasannya adalah surga. Sebagaimana janji Allah SWT.

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبَّهُ وَنَهَى النَّفْسَ عَن الهَوَى، فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى .

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). QS. an-Naziaat 40-41.
Nabi shallallahu alaihi wasallam juga bersabda, Orang yang cerdik adalah orang yang menundukkan hawa nafsunya dan beramal untuk hidup sesudah mati. Dan orang yang dungu adalah orang yang menuruti hawa nafsunya dan mengharapkan sesuatu angan-angan kosong kepada Allah.

Ketiga, selalu berdzikir kepada Allah,

Orang yang mencintai Allah, lisannya selalu basah dengan dzikir. Sedangkan hatinya tak pernah sunyi dari mengingat Allah. Seperti halnya kita jumpai dalam pergaulan sehari-hari, orang yang mencintai saudaranya sesama muslim tentu akan lebih banyak mengingat dan menyebutnya bahkan dengan hal-hal yang ada kaitannya dengan orang yang mencintainya itu, ia tak akan lupa. Demikian juga orang yang mencintai Allah, ia selalu menyebutNya dan mengingat kebesaran kekuasaanNya, ia juga orang yang mencintai al-Qur'an dan mencintai RasulNya Muhammad shalallaahu alaihi wasalam.

Allah berfirman:

قُلْ إِن كُنتُمْ تَحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرُ لَكُمْ ذُبُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيم

Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS. Ali Imran 31.

Hadirin jemaah Jumat yang dirahmati Allah,

Keempat, senang menyendiri untuk tafakkur, munajat, menelaah kitab-Nya, dan shalat tahajud,

Jika hati seseorang dipenuhi cinta kepada Allah, maka ia akan berusaha membangun komunikasi batin dengan Nya melalui media tafakkur yaitu berfikir tentang tanda-tanda kekuasaan Allah, baik yang terpampang di alam semesta yang luas (ayatul kauniyah) maupun yang tersurat dalam al-Qur'an (ayatul qauliyah). Ia juga tidak melewatkan waktu tengah malam untuk munajat dan shalat tahajud. Semua itu dilakukan untuk mencapai kebahagiaan dan kenikmatan hakiki atas dasar cinta sejati kepada Allah SWT. serta meraih derajat terpuji di sisiNya, sebagaimana yang dijelaskan dalam al-Qur'an:

وَمِنَ اليَلِ فَتَهَجَدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحَمُودًا .

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. QS. al-Isra' 79.

Kelima, rela berkorban untuk yang dicintainya,

Mencintai Allah akan melahirkan sikap rela berkorban karena berkorban adalah konsekuensi dari rasa cinta kepada sesuatu. Cinta kepada keluarga berarti kita harus siap berkorban apa saja yang kita miliki. Apalagi kepada Allah, berarti kita harus siap berkorban untuk membela syariat-Nya. Tidak hanya harta, tetapi nyawapun kita pertaruhkan:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِى نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ .

Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hambaNya. (QS. Al-Baqarah 207)

Apa yang menjadi alasan seseorang enggan berkorban di jalan Allah? Padahal apa pun yang kita miliki termasuk nyawa hakikatnya adalah milik Allah, kita hanya mempunyai hak pakai. Dan yang harus kita pahami bahwa apa yang kita korbankan semata-mata hanya mencari ridha-Nya, bukan untuk tujuan lain. Bagi orang mukmin, berkorban di jalan Allah adalah ukuran umum, untuk mengetahui kadar keimanan seseorang. Bagaimana ia dikatakan mukmin sejati, bila rumahnya bagus dan mewah sementara rumah-rumah ibadah terbengkalai tidak terurus.

Apakah ia tetap dikatakan orang beriman, ketika ia menghambur-hamburkan uang, sementara masih banyak orang miskin dan anak-anak yatin yang butuh bantuan. Wujud cinta kepada Allah adalah rela berkorban apa saja di jalan yang diridhai-Nya.

Keenam adalah merahasiakan cintanya,

Kebenaran cinta kepada Allah tidak mesti harus dikatakan. Cinta, tidak diukur dengan manisnya kata-kata tetapi ia dibuktikan dengan amal perbuatan nyata. Bahkan kecintaan yang diobral, diberitahukan kepada setiap orang, pertanda ia masih ragu dengan kecintaan itu sendiri. Apalagi kecintaan kepada Allah, bila selalu diberitahukan kepada setiap orang, kita takut akan kemasukan riya' (pamer) yang dengan begitu serta-merta akan menghapus semua bentuk pengakuan cinta tersebut. Cinta kepada Allah harus dirawat dalam hati dan dinyatakan dalam realisasi takwa yang sebenarnya.

Hadirin jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Setelah kita mengetahui tanda-tanda dan ukuran cinta kepada Allah SWT. mungkin di antara kita ada menganggap berat untuk meraihnya. Tetapi sebenarnya tanda-tanda yang saya sebutkan adalah implementasi dari iman kita. Dengan mengetahui tanda-tanda tersebut kita menjadi tahu seberapa besar wujud cinta kita kepada Allah SWT. Mungkin sebagian sudah kita terapkan lalu bagaimana dengan bagian-bagian yang lain. Oleh karena itu berusahalan untuk meraihnya. Karena kecintaan kepada Allah adalah realisasi dari keimanan yang menjadi hak Allah. Dan apabila akar iman telah menghunjam kuat dalam hati maka ia akan berpengaruh dalam jiwa dan dalam seluruh aspek kehidupan, dan itu yang kita harapkan.

Dalam hal ini ada suatu teladan yang baik adalah kisah sahabat Haritsah yang diriwayatkan oleh Thabrani dan al-Bazaar.

Suatu hari, ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berada di tengah-tengah sahabatnya, beliau bertanya kepada sahabat Haritsah, artinya, "Bagaimana keadaanmu wahai Haritsah?" Ia menjawab, "Aku telah menjadi orang yang beriman secara hak (benar)." Rasul lalu bertanya kepadanya, "Setiap yang hak memiliki hakekat, maka apa hakekat imanmu?" Haritsah menjawab, "Jiwaku telah tumpul dari (menikmati) du-nia, bagiku sama saja antara emas dengan debu (tanah), dan seakan-akan aku melihat ahli neraka di neraka sedang disiksa, seakan-akan aku melihat Arsy Tuhanku dengan jelas. Untuk itu, aku begadang pada malamku dan aku berdahaga di siang hariku." Maka kepadanya Rasulullah bersabda, "Wahai Haritsah, engkau telah mengetahui maka tepatilah!" Lalu Nabi bersabda, "(Ia adalah) seorang hamba yang hatinya disinari oleh Allah dengan cahaya iman." Lalu Haritsah memohon, "Wahai Rasulullah, doakanlah (aku) kepada Allah agar (Ia) memberiku rizki kesyahidan di jalanNya." Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mendoakannya dan ia termasuk di antara syuhada (pada perang) Badar." (HR Thabrani dan al-Bazaar).

Hadirin jemaah Jumat yang dirahmati Allah,

Dari kisah di atas kita ketahui, sahabat Haritsah adalah salah seorang profil mukmin sejati yang benar-benar mencintai Allah, mencintaiNya di atas segala-galanya. Kecintaannya yang hak menjadikannya tak mampu membedakan antara nilai emas dan debu, dunia sangat tidak berarti bagi dirinya, karena ia sangat menikmati cintanya kepada Allah Subhannahullah Ta'ala.

Mudah-mudahan Allah menggerakkan hati kita untuk senantiasa cenderung dan cinta kepadaNya, mentaati perintahNya dan menjauhi laranganNya sehingga pada akhirnya kita tergolong di antara para mukmin sejati yang benar-benar mencintai Allah dan selalu menikmatinya.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَذَكِّرُ الحَكِيمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّي وَمِنكُمْ تِلَا وَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، أَقولُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرُ المُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحيم .

Khutbah Kedua

الحمدُ للهِ المُوَيدِ الصَّابِرِينَ بِعَزِيزِ نَصْرِهِ وَمُبَشِّرِ الشَّاكِرِينَ لِحَيدِ شُكُرُه وَمُوَفِق ,المُخْتَارِينَ لِلقِيَامِ بِأَمْرِهِ أَحْمَدُهُ عَلَى مَا أَنْعَمَ وَاسْلَمَ لا مَرْهِ فِيمَا حَكَمَ وَأَبْرَمَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ ان مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ مُنْتَهَى الدهورِ صَلَاةَ دَائِمَةً بِلَا فَنَاءِ وَلَا فَتُورِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.

امَّا بَعْدُ ؛ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ أَمَرَكُمُ بأمرِ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ ، وَتَنَى بِمَلَائِكَتِهِ وَآيَهُ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ عِبَادِهِ ، فَقَالَ عَنْ مِنْ فَائِلِ إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُونَ عَلَى النَّبِيِّ ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَعِيدِ نَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ المُرْسَلِينَ وَأَنْبِيَائِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَائِكَتِكَ الْمُقَرَّبِينَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ أَجْمَعِينَ.

اللهُمَّ اغْفِرُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَالمُسلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، أَنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُحِيبٌ الدَّعَوَاتِ اللَّهُمَّ احْفَظَ عَلَيْهِمْ وَدَائِعَ أَدْيَانِهِمْ وَأَخْرِجُهُمْ مِنَ السُّجُونِ إِلَى سَعَةِ أَوْطَائِهِمْ وَلَا تَجْعَلُهُمْ فِتْنَةٌ لِلظَّالِمِينَ وتجهم بِرَحمَتِكَ مِنَ القَوْمِ الْكَافِرُ مِنَ رَبَّنَا اتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةٌ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ ، إِنَّ اللَّهَ يَامُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَابْتَاءِ ذِي القربى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرَ وَالبَغْيَ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Sumber: Buku Khutbah Sejuta Umat oleh Muhammad Khatib

Khutbah Jumat Menyambut Bulan Dzulhijjah PDF

Berikut link teks khutbah Jumat terbaru dalam format PDF yang dapat diunduh secara gratis:

Teks Khutbah Jumat Terbaru PDF: 3 Pesan Rasulullah di Bulan Dzulhijjah
- https://drive.google.com/file/d/191cpwpK1dfAE3r9FzNJkjNC5VKZFeITZ/view?usp=drive_link

Teks Khutbah Jumat Terbaru PDF: Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah
- https://drive.google.com/file/d/1k6ScCMN6AABa-7l26lav9qJAckeXFYP_/view?usp=drive_link

Teks Khutbah Jumat Terbaru PDF: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
- https://drive.google.com/file/d/1rP8JCtY1B3KLxUjSuTLwa6rs4VkT95rx/view?usp=drive_link

Teks Khutbah Jumat Terbaru PDF: Menyambut Dzulhijjah
- https://drive.google.com/file/d/1OrZ52aXJmkqxHs8atjZo-I3Ovmm9wmPv/view?usp=drive_link

Teks Khutbah Jumat Terbaru PDF: Meraih Cinta Allah
- https://drive.google.com/file/d/1Q8_c5hl1HQEPIv2c_UHvsSaR-gxkMvNz/view?usp=drive_link


(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads