Renungan Harian Katolik Jumat 15 Mei 2026: Dukacita Menjadi Sukacita

Renungan Harian Katolik Jumat 15 Mei 2026: Dukacita Menjadi Sukacita

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Jumat, 15 Mei 2026 08:00 WIB
Renungan Harian Katolik Jumat 15 Mei 2026 lengkap bacaannya
Renungan harian Katolik (Foto: cottonbro studio/Pexels)
Makassar -

Renungan harian Katolik menjadi salah satu sarana refleksi iman yang membantu umat semakin dekat dengan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui bacaan Kitab Suci dan pesan rohani yang direnungkan setiap hari, umat diajak untuk memahami kehendak Tuhan sekaligus menemukan kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

Pada renungan Jumat, 15 Mei 2026, umat diajak untuk memahami bahwa kesedihan dan pergumulan hidup bukanlah akhir dari segalanya. Bersama Tuhan, dukacita dapat diubah menjadi sukacita dan harapan baru bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Berikut renungan harian Katolik Jumat, 15 Mei 2026 lengkap bacaan liturgi dan doanya. Yuk, simak selengkapnya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Harian Katolik Hari Ini 15 Mei 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Kis. 18:9-18

Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini."

ADVERTISEMENT

Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka. Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus, lalu membawa dia ke depan pengadilan. Kata mereka: "Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum Taurat."

Ketika Paulus hendak mulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: "Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu, tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian."

Lalu ia mengusir mereka dari ruang pengadilan. Maka orang itu semua menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadat, lalu memukulinya di depan pengadilan itu; tetapi Galio sama sekali tidak menghiraukan hal itu.

Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar. Priskila dan Akwila menyertai dia.

Mazmur Tanggapan: Mzm 47:2-3,4-5,6-7

Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi. Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita, Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya.

Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah! Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!

Bacaan Injil: Yoh. 16:20-23a

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.

Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.

Renungan Hari Ini: Dukacita Menjadi Sukacita

"Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira. Kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita." (Yoh. 16:20)

Dalam perjamuan terakhir, Yesus banyak memberikan pengajaran kepada murid-murid-Nya. Salah satunya adalah tentang dukacita yang akan dialami murid-murid-Nya akibat kematian-Nya.

Tetapi dukacita itu tidak akan lama. Dukacita itu akan berubah menjadi sukacita.

Mereka tidak akan mengingat lagi dukacita itu. Seperti seorang perempuan yang menderita saat melahirkan, tetapi kemudian melupakan penderitaannya karena sukacita atas kelahiran seorang anak.

Tuhan Yesus saat itu dimusuhi orang-orang Farisi dan akan mengalami kematian. Murid-murid-Nya akan berdukacita karena kematian-Nya. Tetapi hal itu hanya sekejap saja.

Di hari ketiga Tuhan Yesus akan bangkit. Kebangkitan-Nya akan membawa sukacita bagi murid-murid-Nya. Sukacita itu tidak akan ada yang mampu merampasnya.

Sabda itu mengingatkanku pada pengalaman ketika mengikuti reuni Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) kampusku, pada tanggal 12 Januari 2025. Aku merasakan sukacita melihat perkembangan KMK di kampus kami.

Di acara itu hadir 100-200 orang aktivis KMK dari berbagai generasi. Aku bersyukur sempat menjadi bagian dari pelayanan ini.

Tahun 1990-1991 adalah masa awal pembentukan KMK di kampus kami. Aku terlibat dalam kegiatan untuk mahasiswa kuliah malam.

Sebelum memulai, kami bersepakat, bahwa 'kami akan tetap bertahan mengadakan kegiatan setidaknya sampai enam bulan, walaupun yang hadir sedikit'. Puji Tuhan, pelayanan ini sudah berjalan selama 35 tahun. Aku merasakan bahwa Tuhan sungguh bekerja.

Sukacita ini menggantikan semua dukacita perjuangan kami di masa itu. Setidaknya waktu itu, aku harus mengalahkan diri sendiri.

Biasanya sepulang kuliah aku langsung pulang pukul 21.00, tetapi pada hari-hari pelayanan, aku harus pulang lebih larut malam.

Aku dan tim juga harus mendatangi kediaman para pembawa Firman untuk meminta kesediaan mereka membawakan Firman di acara kami. Selain itu, aku harus membuat flyer dan memasangnya di papan pengumuman setiap ruang kelas. Aku pun 'terpaksa' bermain gitar, walaupun di masa itu aku belum lancar bermain gitar.

Bagi Anda yang masih menghadapi dukacita dalam pelayanan, percayalah bahwa Tuhan akan menghadirkan sukacita, karena kita telah dipercaya ambil bagian dalam karya pelayanan-Nya!

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Julius Saviordi

Doa Penutup

Tuhan Yesus, kami bersyukur menjadi bagian dalam pelayanan-Mu. Kami percaya Engkau akan menolong kami dalam segala tantangan dan rintangan. Kami bersyukur atas sukacita yang Kau berikan ganti dukacita. Amin.


Demikian renungan harian Katolik, Jumat, 15 Mei 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapannya. Semoga Tuhan selalu melindungi kita ya, detikers!




(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads