Sebuah perahu terdampar di perairan Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut) usai seorang anak buah kapal (ABK) berinisial JKD (64) tewas di tengah laut. Perahu tersebut memuat puluhan kilogram sianida.
"Ditemukan mayat berjenis kelamin laki-laki di atas sebuah perahu yang di dalamnya juga memuat beberapa karung berisi sianida," kata Kapolres Kepulauan Sitaro AKBP Iwan Permadi dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Perahu bermuatan sianida ini terdampar di Kampung Balirangen, Kecamatan Siau Timur Selatan, Selasa (19/5/2026) dini hari. Iwan menyebut perahu tersebut berangkat dari Tahuna menuju Manado pada Senin (18/5) sekitar pukul 09.00 Wita menggunakan dua perahu mesin tempel bersama dua orang lainnya yakni saksi bernama Repki Lukas (40) dan Marthen Howan (50).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di tengah perjalanan, korban sempat mengeluh mual dan memilih beristirahat di dalam perahu," bebernya.
Pada pukul 10.00 Wita, kedua perahu berhenti di tengah laut untuk makan. Saat korban dibangunkan untuk makan, di situlah diketahui korban sudah tidak bergerak dan setelah dicek nadinya ternyata sudah meninggal dunia.
"Setelah salah satu ABK perahu mengetahui korban meninggal, langsung menghubungi pria bernama Jullivan Jacques Kondoahi alias Ivan yang disebut sebagai bos mereka," sebut Iwan.
Saat itu Ivan meminta kedua saksi membawa perahu menuju Kampung Balirangen di Pulau Siau. Namun, seorang ABK bernama Yus yang menyusul membawa makanan melarikan diri menggunakan perahu kecil yang juga mengangkut karung berisi sianida.
"Perahu besar yang membawa korban bersama dua saksi terdampar di laut dangkal sebelum akhirnya bisa bersandar di pesisir pantai saat air pasang sekitar pukul 03.30 Wita," ucap Iwan.
Keluarga korban kemudian menjemput jenazah sekitar pukul 04.30 Wita dan membawa korban ke rumah duka keluarga di Bogar-Kansil. Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kematian korban sebagai musibah.
Sementara itu, di atas kapal ditemukan sejumlah karung bekas makanan ayam Filipina dan berisi sianida. Polisi masih melakukan perhitungan pasti jumlah sianida yang dimuat perahu tersebut.
"Sejumlah karung putih bekas makanan ayam Filipina yang ternyata berisi sianida, jumlah pasti belum diketahui karena masih menumpuk di atas perahu, namun diperkirakan sekitar 50 karung dengan berat masing-masing 50 kilogram," ujarnya.
(asm/ata)










































