Ibu As'ad Harap Pemerintah Cari Solusi Usai Anaknya Ditangkap Zionis Israel

Ibu As'ad Harap Pemerintah Cari Solusi Usai Anaknya Ditangkap Zionis Israel

Agung Pramono - detikSulsel
Rabu, 20 Mei 2026 18:30 WIB
Rabia, ibu As’ad Aras Muhammad yang anaknya ditangkap zionis Israel.
Rabia, ibu As'ad Aras Muhammad yang anaknya ditangkap zionis Israel. Foto: (dok. istimewa)
Sinjai -

Relawan kemanusian asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama As'ad Aras Muhammad (33) salah satu yang ditangkap zionis Israel saat berlayar menuju Gaza. Ibu korban berharap pemerintah mencari solusi untuk membebaskan anaknya.

"Benar, anak saya diculik tentara Israel. Jam 1 tadi malam baru kami tahu dari teman-teman kantornya di Jakarta," ujar ibu korban, Rabia (60) kepada detikSulsel, Rabu (20/5/2026).

Rabia mengatakan, anaknya bersama relawan asal Jakarta berangkat pada 28 April. Dari Jakarta kemudian mereka menuju Istanbul Turki dan berlayar ke Gaza pada 15 Mei.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada saat mulai berlayar dari Turki ke Gaza dan tepat hari Senin tengah malam kapal mereka dibajak. Anak saya bersama sejumlah relawan Indonesia lainnya ditangkap tentara Israel," katanya.

Rabia mengaku mengetahui informasi tersebut usai ditelepon dari kantor relawan anaknya di Jakarta. Bahkan, pada Sabtu (16/5), Rabia mengaku masih sempat berkomunikasi dengan As'ad.

ADVERTISEMENT

"Kami tahu informasinya jam 1 tadi malam dari kantornya di Jakarta dan sudah menyampaikan ke pemerintah terkait penculikan itu. Saya terakhir komunikasi sama anakku malam Minggu melalui WhatsApp," sebutnya.

"Anak itu tidak banyak bicara, tapi ketika bicara betul-betul dalam maknanya. Di lain sisi saya bangga dan bersyukur punya putra yang berjuang demi umat," sambung Rabia.

Dia berharap anaknya bisa diselamatkan. Selain itu juga berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi terhadap relawan yang ditahan oleh zionis Israel.

"Harapanku anak saya selamat. Sangat berharap pemerintah mencari solusi terbaik, harapan kami satu-satunya adalah pemerintah," harapnya.

Diketahui, total WNI yang ditangkap oleh tentara Israel hingga Rabu (20/5) berjumlah sembilan orang. Selain As'ad juga ada Andi Angga yang merupakan warga Sulsel.

Berikut 9 WNI yang diculik tentara Israel berdasarkan laporan GPCI:

1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro

2. Ronggo Wirasanu (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro

3. Andi Angga Sadewa - (GPCI - Rumah Zakat) Kapal Josef

4. As'ad Aras Muhammad - (GPCI - Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1

5. Hendro Prasetyo (GPCI - SMART 171) Kapal Kasr-1

6. ⁠Bambang Noroyono (REPUBLIKA) Kapal BoraLize

7. ⁠Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk

8. ⁠Andre Prasetyo Nugroho - (Tempo) Kapal Ozgurluk

9. Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk




(asm/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads