Renungan Harian Katolik Sabtu, 23 Mei 2026: Stop Kepo dan Ikut Yesus

Renungan Harian Katolik Sabtu, 23 Mei 2026: Stop Kepo dan Ikut Yesus

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Sabtu, 23 Mei 2026 09:00 WIB
Renungan harian Katolik Sabtu, 23 Mei 2026 lengkap bacaannya.
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: Roméo A./Unsplash)
Makassar -

Renungan Harian Katolik hadir sebagai pendamping rohani bagi umat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Lewat permenungan atas firman Tuhan, umat diajak untuk semakin memahami pesan kasih Allah, memperkuat iman, serta belajar menerapkan nilai-nilai Kristiani dalam setiap tindakan dan keputusan hidup.

Renungan Harian Katolik Sabtu, 23 Mei 2026 mengajak umat untuk lebih fokus pada panggilan pribadi dalam mengikuti Yesus daripada sibuk ingin mengetahui urusan orang lain. Melalui permenungan hari ini, umat diajak belajar percaya, setia, dan terus berjalan mengikuti Kristus dengan hati yang tulus.

Nah, berikut Renungan Harian Katolik Sabtu, 23 Mei 2026 lengkap dengan bacaan liturgi dan refleksinya. Yuk, simak selengkapnya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Harian Katolik Hari Ini 23 Mei 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Kis 28:16-20.30-31

Setelah kami tiba di Roma, Paulus diperbolehkan tinggal dalam rumah sendiri bersama-sama seorang prajurit yang mengawalnya.

ADVERTISEMENT

Tiga hari kemudian Paulus memanggil orang-orang terkemuka bangsa Yahudi dan setelah mereka berkumpul, Paulus berkata: "Saudara-saudara, meskipun aku tidak berbuat kesalahan terhadap bangsa kita atau terhadap adat istiadat nenek moyang kita, namun aku ditangkap di Yerusalem dan diserahkan kepada orang-orang Roma.

Setelah aku diperiksa, mereka bermaksud melepaskan aku, karena tidak terdapat suatu kesalahanpun padaku yang setimpal dengan hukuman mati.

Akan tetapi orang-orang Yahudi menentangnya dan karena itu terpaksalah aku naik banding kepada Kaisar, tetapi bukan dengan maksud untuk mengadukan bangsaku.

Itulah sebabnya aku meminta, supaya aku melihat kamu dan berbicara dengan kamu, sebab justru karena pengharapan Israellah aku diikat dengan belenggu ini."

Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya.

Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.

Mazmur Tanggapan: Mzm 11:4.5.7

TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.

TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan.

Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.

Bacaan Injil: Yoh 21:20-25

Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"

Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"

Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."

Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."

Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.

Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Renungan Hari Ini: Stop Kepo dan Ikut Yesus

Jawab Yesus, "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tetap hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Namun engkau: ikutlah Aku." (Yoh. 21:22)

Kata 'kepo' semakin akrab terdengar dalam percakapan sehari-hari dewasa ini. Kata ini sesungguhnya merupakan kata serapan dari Bahasa Hokkian, Cina.

Dalam KBBI, istilah ini mengungkapkan rasa ingin tahu yang berlebihan terhadap urusan orang lain. Ungkapan rasa tersebut kemudian tumbuh menjadi sikap sok tahu yang dibalut rasa perduli yang berlebihan.

Tanpa disadari secara perlahan sikap itu berkembang dan menumbuhkan kesombongan rohani, yang pada akhirnya merusak keimanan. Hal ini sering kali luput dari perhatian kita.

Dalam Injil Yohanes 21:20, Petrus diceritakan berpaling dan mulai ingin tahu tentang rencana Tuhan atas hidup temannya sendiri. Padahal, pada perikop sebelumnya Yesus telah memberikan tugas yang jelas kepadanya, yaitu menggembalakan domba-domba-Nya.

Karena rasa keingintahuannya yang besar, Petrus hampir kehilangan fokus pada tugas panggilannya sendiri. Petrus menjadi sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna, ia tak lagi berpusat pada Yesus, namun pada pemikirannya sendiri.

Hal serupa acap kali terlihat jelas saat ada musibah kecelakaan lalu lintas misalnya, orang lebih cepat merekam kecelakaan tersebut daripada menolong korban terlebih dahulu, di mana rasa ingin tahu mengalahkan empati.

Kita sibuk dengan kehidupan orang lain, dan menjadi lalai dalam menghidupi panggilan kita sebagai pengikut Kristus. Kita ingin mengatur segalanya, menjadi seperti yang kita mau.

Bahkan mencoba mengatur Tuhan dengan meminta doa dikabulkan, padahal belum tentu itu yang terbaik bagi kita. Kita boleh merencanakan hidup, tetapi Tuhanlah yang menentukan segalanya.

Misteri dan kerahiman-Nya melampaui pemikiran manusia. Kita tidak perlu memahami seluruh rencana Tuhan, karena itu bukan bagian kita. Yang diminta dari kita adalah ikut Tuhan dengan kesetiaan dan ketaatan.

Karena itu, marilah kita belajar untuk tidak sibuk dengan hal-hal yang tidak membawa kita kepada kebaikan sejati. Fokuslah pada panggilan kita sendiri, setia mengikuti Kristus, dan hidup dalam kasih-Nya setiap hari.

Sumber: Renungan Tiga Titik
Oleh: G.B. Fenty L.

Doa Penutup

Ya Yesus, tambahkanlah kesetiaan kami untuk senantiasa mengikuti Engkau, Sang Kebenaran Sejati dan Juru Selamat kami. Biarkan kami menghidupi iman kami dengan berhenti khawatir dan setia untuk berjalan bersama-Mu. Amin.

Demikian renungan harian Katolik, Sabtu, 23 Mei 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapannya. Semoga bermanfaat, detikers!




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads