Seorang jemaah haji wanita asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Pinta Latif Abd Latif meninggal diduga karena sesak napas. Sebagai bentuk penghormatan, pihak Kemenhaj membadalkan ibadahnya agar almarhumah tetap menyandang gelar haji.
"Iya, tim mendapat info dari grup seksus harom bahwa ada jemaah yang pingsan dan meninggal dunia (Pinta Latif)," kata Kepala Kemenhaj Pinrang Idris Muhammad kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).
Pinta meninggal di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi pada Selasa (19/5). Almarhumah awalnya sedang melaksanakan ibadah tawaf sunah di area Ka'bah dan pingsan usai berdesakan dengan jemaah yang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Almarhumah mencoba mendekat untuk mencium Hajar Aswad. Di sekitar area Ka'bah dilaporkan sangat padat dan tidak terbendung dan dia mengalami sesak napas akibat terjepit di tengah kerumunan padat jemaah," bebernya.
Petugas kemudian mengevakuasi Pinta menuju rumah sakit darurat terdekat. Namun, nyawa jemaah haji tersebut tidak tertolong setelah sempat mendapatkan perawatan medis.
"Sempat mendapatkan perawatan medis namun nyawanya tidak tertolong dan telah dimakamkan di Pemakaman Syuhada," bebernya.
Sebagai bentuk penghormatan, pihak Kemenhaj melakukan badal haji kepada Pinta. "Kami beri gelar hajjah Pinta Latif karena sudah dibadalkan prosesnya oleh petugas," terangnya.
(asm/hsr)










































