5 Pendaki Tersambar Petir di Puncak Gunung Monrolo Maros, 1 Orang Tewas

5 Pendaki Tersambar Petir di Puncak Gunung Monrolo Maros, 1 Orang Tewas

Abadi Tamrin - detikSulsel
Senin, 25 Mei 2026 09:48 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban terkena petir di Gunung Monrolo.
Foto: Tim SAR gabungan mengevakuasi korban terkena petir di Gunung Monrolo. (Dok. Istimewa)
Maros -

Lima orang pendaki dilaporkan tersambar petir di puncak Gunung Monrolo, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Satu pria bernama Fauzan (25) dilaporkan tewas dalam insiden itu.

Informasi musibah ini pertama kali diterima Basarnas Makassar pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 20.28 Wita. Laporan menyebutkan adanya rombongan pendaki yang terkena sambaran petir saat berada di puncak gunung.

"Terdapat lima orang pendaki yang terkena sambaran petir di puncak Gunung Monrolo. Empat orang dinyatakan selamat, sementara satu orang meninggal dunia atas nama Fauzan, warga Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang, Maros," ungkap Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muh. Arif Anwar dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arif memperkirakan peristiwa nahas tersebut terjadi pada pukul 17.20 Wita. Saat itu, para korban tengah melakukan pendakian ketika cuaca tiba-tiba berubah hujan.

"Saat hendak mengambil dokumentasi di puncak gunung, petir menyambar dan mengenai rombongan tersebut," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim segera diterjunkan ke lokasi. Setibanya di kaki gunung sekitar pukul 23.30 Wita. Tim SAR Gabungan yang berjumlah 22 personel langsung melakukan pendakian malam untuk proses evakuasi.

"Kondisi medan menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Gunung Monrolo yang memiliki ketinggian sekitar 1.109 mdpl dikenal memiliki kontur batuan yang terjal dan curam," paparnya.

Arif melanjutkan medan gunung yang terjal dan berbatu membuat ada beberapa titik yang mengharuskan tim menggunakan tali. Kendala teknis ini membuat tim membutuhkan waktu ekstra dalam proses evakuasi.

Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mencapai posisi korban di puncak pada pukul 05.50 Wita, Senin (25/5). Setelah melalui proses evakuasi selama kurang lebih 3 jam 30 menit, jenazah korban berhasil dibawa turun ke kaki gunung pada pukul 09.20 Wita.

"Korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Tompobulu menggunakan ambulans," pungkasnya.

Dengan berhasilnya evakuasi seluruh korban, operasi SAR dinyatakan ditutup pada pukul 09.26 Wita. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing.




(ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads