Renungan Harian Katolik Selasa 26 Mei 2026: Suka Duka Mengikuti Yesus

Renungan Harian Katolik Selasa 26 Mei 2026: Suka Duka Mengikuti Yesus

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Selasa, 26 Mei 2026 05:45 WIB
Renungan harian Katolik Selasa, 26 Mei 2026 lengkap bacaannya.
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: pngfree)
Makassar -

Renungan Harian Katolik Selasa, 26 Mei 2026 mengajak umat beriman untuk merenungkan makna kesetiaan dalam mengikuti Yesus. Menjadi murid Kristus tidak selalu berjalan mudah karena ada suka dan duka yang harus dihadapi.

Namun, di tengah berbagai tantangan hidup, Tuhan tetap hadir memberikan kekuatan dan pengharapan bagi setiap orang yang setia berjalan bersama-Nya. Melalui renungan hari ini umat diajak untuk tetap percaya bahwa setiap perjalanan bersama Tuhan selalu memiliki makna dan membawa kita semakin dekat kepada kasih-Nya.

Nah, berikut Renungan Harian Katolik Hari Selasa, 26 Mei 2026 lengkap dengan bacaan liturgi, Mazmur Tanggapan, dan bait pengantar Injil. Yuk, simak selengkapnya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Harian Katolik Hari Ini 26 Mei 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: 1 Ptr 1:10-16

Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu.

ADVERTISEMENT

Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.

Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.

Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.

Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,

tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,

sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Mazmur Tanggapan: Mzm 98;1.2-3ab.3c-4

Mazmur. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.

Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.

Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.

Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!

Bacaan Injil: Mrk 10:28-31

Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!"

Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,

orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Renungan Hari Ini: Suka Duka Mengikuti Yesus

"Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" (Mrk. 10:28)

Kali ini murid-murid Yesus mengeluh dan putus asa. Mereka telah meninggalkan segala sesuatu demi mengikuti Yesus, namun belum mendapatkan sesuatu yang setimpal.

Sebaliknya, Yesus menyakinkan mereka akan mendapat balasan dengan berlipat ganda, baik di dunia dan kehidupan kekal. Namun, murid-murid Yesus belum memahami apa maksud pesan yang disampaikan Yesus.

Sikap para murid tersebut mewakili perasaan dan pikiranku, dan mungkin juga di antara kita yang sedang dalam peziarahan mengikuti Yesus. Sungguh bukan hal yang mudah, ketika aku berpikir secara transaksional.

Dengan memberikan segalanya aku dapat apa, dan ketika belum mendapat sesuatu yang diharapkan maka yang muncul adalah keluhan, keputusasaan, bahkan tidak percaya diri akan janji Yesus.

Ketika kita menerima Sakramen Baptis, kita adalah orang yang dikasihani dan diselamatkan oleh Kristus, dan akan melaksanakan kehidupan yang sesuai dengan tiga pokok, yaitu membina relasi dengan Allah, hidup kudus, dan mengasihi sesama.

Namun, dalam praktek hidup sehari-hari, membangun relasi dengan Allah tidak sepenuhnya bisa berjalan dengan sepenuh hati. Sikap pasrah diri akan penyertaan Tuhan terkadang masih dikalahkan dengan kepentingan duniawi seperti harta, hawa nafsu dan sebagainya.

Pernah suatu ketika aku diminta umat menjadi ketua lingkungan. Responsku adalah dengan keras menolak.

Merefleksikan kejadian itu, aku menyadari bahwa aku sedang penuh keduniawian dan sangat transaksional. Aku menganggap menjadi ketua lingkungan adalah beban dan tidak menguntungkan.

Namun, di kemudian hari aku menyadari bahwa hanya karena rahmat Tuhanlah yang memampukan aku menerima tugas pelayanan itu. Sekarang, aku memiliki relasi dengan Tuhan yang lebih intim.

Maka ketika aku mengalami kesusahan, kendala dalam melaksanakan tugas pelayanan, aku menghayati bahwa semua itu adalah bagian dari anugerah Tuhan. Karena untuk itulah aku dipanggil, sebab Kristus pun telah meninggalkan teladan bagiku untuk mengikuti jejak-Nya.

Marilah kita selalu bersyukur karena telah dipanggil menjadi murid-Nya dan diundang melakukan tugas perutusan penuh suka cita untuk mengasihi sesama dan memuliakan nama-Nya.

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: P. Agung Tri Wahyunto

Doa Penutup

Bapa Yang Maha Rahim, kasih-Mu yang tiada batas telah menyelamatkan kami dari jurang keduniawian. Melalui Yesus Putera-Mu, Engkau telah memanggil kami untuk menjadi murid-Nya dan menjadi saksi kepada semua orang. Curahkanlah selalu rahmat-Mu agar kami selalu hidup dalam kepenuhan Roh dan menjadi berkat bagi sesama. Amin.

Demikian renungan harian Katolik, Selasa, 26 Mei 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapannya. Semoga bermanfaat detikers!




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads