Renungan Harian Katolik Minggu 31 Mei 2026 Lengkap Bacaan-Teks Mazmur

Renungan Harian Katolik Minggu 31 Mei 2026 Lengkap Bacaan-Teks Mazmur

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Minggu, 31 Mei 2026 09:00 WIB
Renungan harian Katolik Minggu, 31 Mei 2026 lengkap bacaan hingga teks Mazmur Tanggapan.
Ilustrasi renungan Harian Katolik (Foto: Gilang Faturahman/detikFoto)
Makassar -

Renungan Harian Katolik Minggu, 31 Mei 2026, menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin memahami misteri iman yang dirayakan Gereja pada Hari Raya Tri Tunggal Mahakudus. Melalui bacaan Kitab Suci dan Mazmur Tanggapan, umat diajak merenungkan Allah yang satu dalam tiga Pribadi, yakni Bapa, Putra, dan Roh Kudus, yang senantiasa berkarya dalam kehidupan manusia.

Pada Minggu, 31 Mei 2026, Gereja Katolik merayakan Hari Raya Tri Tunggal Mahakudus, sebuah perayaan yang mengajak umat untuk memuji dan menyembah Allah Tritunggal: Bapa yang menciptakan, Putra yang menebus, dan Roh Kudus yang menguduskan. Meskipun misteri ini melampaui kemampuan akal manusia untuk memahaminya secara utuh, Gereja mengajarkan bahwa Allah Tritunggal adalah sumber kasih yang sempurna dan menjadi dasar kehidupan iman Kristiani.

Melalui perayaan ini, umat diajak untuk menyadari bahwa setiap aspek kehidupan selalu berada dalam naungan kasih Allah Tritunggal. Bacaan-bacaan liturgi hari ini menegaskan karya keselamatan Allah yang terus berlangsung dalam sejarah manusia dan mengundang setiap orang untuk hidup dalam persatuan, kasih, serta persekutuan yang mencerminkan kehidupan Allah sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut bacaan liturgi, teks Mazmur Tanggapan, dan Renungan Harian Katolik Minggu, 31 Mei 2026, pada Hari Raya Tri Tunggal Mahakudus. Yuk, cek!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 31 Mei 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: Kel. 34:4b-6,8-9

Lalu Musa memahat dua loh batu sama dengan yang mula-mula; bangunlah ia pagi-pagi dan naiklah ia ke atas gunung Sinai, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, dan membawa kedua loh batu itu di tangannya.

Turunlah TUHAN dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa serta menyerukan nama TUHAN.

Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: "TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah serta berkata: "Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu."

Mazmur Tanggapan: Dan 3:52,53,54,55,56

Mazmur Tanggapan dan Bait Pengantar Injil Minggu 31 Mei 2026Mazmur Tanggapan Minggu 31 Mei 2026 Foto: Dok. Lagu Misa

  1. Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
  2. Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
  3. Terpujilah Engkau dalam bait-Mu yang mulia dan kudus. Kepada-Mulah pujian selama segala abad. Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
  4. Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya. Kepada-Mulah pujian selama segala abad. Terpujilah Engkau di bentangan langit. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Bacaan II: 2Kor. 13:11-13

Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu! Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Salam dari semua orang kudus kepada kamu.

Bait Pengantar Injil

Mazmur Tanggapan dan Bait Pengantar Injil Minggu 31 Mei 2026Bait Pengantar Injil Minggu 31 Mei 2026 Foto: Dok. Lagu Misa

Ayat (oleh solis): Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Allah yang kini ada, yang dulu ada, dan yang akan tetap ada.

Bacaan Injil: Yoh. 3:16-18.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Renungan Hari Ini: Kasih Tritunggal: Memulihkan Taman Beton Kita

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yoh. 3:16)

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota yang sering terasa dingin dan individualistis, perayaan Hari Raya Tritunggal Maha Kudus mengingatkan kita, bahwa Allah bukanlah pribadi yang jauh dan terpisah dari kehidupan manusia. Justru sebaliknya, Allah menyatakan diri sebagai persekutuan kasih yang hidup dan aktif menjangkau ciptaan-Nya.

Dalam teks aslinya, Injil Yohanes menggunakan istilah Yunani 'kosmos' untuk menyebut 'dunia'. Istilah ini tidak hanya menunjuk pada manusia secara individual, melainkan pada seluruh tatanan ciptaan.

Dengan demikian, kasih Allah yang dinyatakan dalam pengutusan Putra-Nya adalah kasih yang bersifat kosmik, menyentuh manusia, alam, dan seluruh kehidupan.

Tritunggal adalah model komunitas yang sempurna: Bapa yang mengutus, Putra yang menyerahkan diri sepenuhnya, dan Roh Kudus yang terus menghidupkan dan membaharui. Inisiatif kasih selalu datang dari Bapa. Putra diutus bukan untuk menghakimi kekacauan kosmos, melainkan untuk memulihkan keharmonisan yang telah rusak oleh dosa.

Dalam karya penyelamatan inilah Roh Kudus hadir, menuntun manusia untuk memilih hidup dalam terang ketaatan, bukan tenggelam dalam kegelapan perusakan. Jika Allah sendiri adalah persekutuan kasih, maka kita yang diciptakan menurut gambar-Nya dipanggil untuk membangun relasi dan komunitas yang mencerminkan kasih tersebut.

Kepedulian terhadap lingkungan hidup, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, bukan sekadar mengikuti tren ekologis, melainkan merupakan ungkapan iman dan tindakan liturgis yang nyata.

Setiap upaya kecil, menanam pohon di lahan sempit, memilah sampah rumah tangga, menjaga kebersihan sungai, atau mendukung ruang terbuka hijau, adalah cerminan karya Tritunggal. Kreativitas Bapa, pengorbanan Putra, dan pemeliharaan Roh Kudus.

Kota yang sesak dan tercemar sering kali lahir dari keserakahan manusia yang memutus relasi kasih. Dengan merawat lingkungan, kita mengakui bahwa kota ini bukan semata milik manusia, melainkan milik Allah yang dipercayakan kepada kita.

Sudahkah kita sungguh menyadari dan menghidupi panggilan ini?

Marilah kita merayakan Hari Raya Tritunggal Maha Kudus dengan menjadi perpanjangan tangan kasih-Nya. Biarlah setiap sudut beton di kota kita menjadi saksi bahwa kasih Allah sungguh memulihkan dan menghidupkan kembali seluruh ciptaan.

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Yoseph Deddy Kurniawan

Doa Penutup

Bapa surgawi, di Hari Raya Tritunggal Maha Kudus ini, kami bersyukur atas kasih-Mu yang radikal bagi seluruh kosmos melalui Kristus dalam bimbingan Roh Kudus.

Ampunilah kami jika sering kali abai terhadap kelestarian alam di tengah hiruk-pikuk kota ini. Mampukanlah kami mewujudkan iman melalui tindakan nyata merawat ciptaan sebagai bentuk syukur atas keselamatan-Mu, agar hidup kami benar-benar menjadi terang yang membawa pemulihan bagi lingkungan tempat kami berpijak, demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Demikian renungan harian Katolik, Minggu 31 Mei 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan dan bait pengantar Injilnya. Semoga bermanfaat, detikers!




(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads