Renungan Katolik Senin 1 Juni 2026: Menghargai Kesabaran & Belas Kasih Allah

Renungan Katolik Senin 1 Juni 2026: Menghargai Kesabaran & Belas Kasih Allah

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Senin, 01 Jun 2026 07:30 WIB
Renungan harian Katolik Senin, 1 Juni 2026 lengkap bacaannya
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: pngfree)
Makassar -

Renungan harian Katolik Senin, 1 Juni 2026 mengajak umat beriman untuk merenungkan betapa besar kesabaran dan belas kasih Allah dalam mendampingi perjalanan hidup manusia. Melalui perumpamaan para penggarap kebun anggur, Yesus menunjukkan bahwa Allah tidak pernah lelah memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk bertobat dan kembali kepada-Nya, meskipun manusia kerap kali menolak kasih-Nya.

Melalui bacaan Injil hari ini, Yesus menyampaikan sebuah perumpamaan yang sarat makna tentang para penggarap kebun anggur yang menolak para utusan tuannya, bahkan membunuh anak yang diutus kepadanya. Kisah ini bukan hanya menggambarkan penolakan manusia terhadap Allah, tetapi juga menyingkapkan kesabaran-Nya yang luar biasa dalam memberikan kesempatan demi kesempatan bagi umat-Nya untuk berubah.

Berikut bacaan liturgi, teks Mazmur Tanggapan, dan renungan Harian Katolik Senin, 1 Juni 2026. Yuk, cek!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Harian Katolik Hari Ini 1 Juni 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: 2Ptr 1:1-7

Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

ADVERTISEMENT

Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.

Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.

Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.

Mazmur Tanggapan: Mzm 91:1-2.14-15ab.15c-16

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."

"Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.

Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

Bacaan Injil: Mrk 12:1-12

Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan: "Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.

Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka.

Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa.

Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan.

Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh.

Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.

Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita.

Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu.

Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain.

Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru:

hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita."

Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia.

Renungan Hari Ini: Menghargai Kesabaran dan Belas Kasih Allah

Melalui perumpamaan tentang para penggarap kebun anggur, Yesus membongkar dengan sangat tajam kekerasan hati para pemimpin agama Yahudi, sekaligus menyingkapkan rahasia hati Allah yang penuh kesabaran. Kebun anggur dalam tradisi Israel adalah simbol umat pilihan Allah. Sang pemilik kebun telah menyediakan segala sesuatu dengan sempurna-pagar, lubang tempat memeras anggur, dan menara jaga-lalu memercayakannya kepada para penggarap. Namun, ketika tiba musim menuai, para penggarap itu justru memberontak. Mereka memukul, menghina, bahkan membunuh para utusan yang dikirim oleh sang pemilik.

Kisah tragis ini mencapai puncaknya ketika sang pemilik mengirim anak kekasihnya, dengan harapan mereka akan menghormatinya. Namun, keserakahan telah membutakan hati para penggarap. Mereka membunuh sang anak demi menguasai warisan. Melalui perumpamaan ini, Yesus sedang menubuatkan apa yang akan segera terjadi pada diri-Nya sendiri: Ia, Sang Anak Tunggal, akan ditolak dan dibunuh oleh orang-orang yang seharusnya menjaga "kebun anggur" Allah.

Perumpamaan ini mengundang kita untuk merefleksikan dua hal penting. Pertama, tentang kesabaran Allah yang tanpa batas. Allah tidak langsung menghancurkan para penggarap saat utusan pertama disakiti. Ia terus mengirim utusan lain, memberikan kesempatan demi kesempatan untuk bertobat. Begitu pula dalam hidup kita; berapa kali kita jatuh dalam dosa yang sama, namun Allah tetap sabar menanti kita kembali?

Kedua, tentang bahaya kedegilan hati dan keserakahan. Sering kali kita bertindak seperti para penggarap itu. Kita menikmati berkat, bakat, waktu, dan kehidupan yang Tuhan percayakan, tetapi kita mengklaimnya sebagai milik pribadi. Kita menolak "utusan" Tuhan-baik itu melalui teguran firman, nasihat sesama, maupun suara hati-ketika kenyamanan ego kita diusik.

Yesus mengingatkan bahwa "Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru." Allah tidak akan membiarkan rencana-Nya gagal. Jika kita menolak otoritas kasih-Nya, kita sendiri yang akan merugi. Mari kita kelola "kebun anggur" kehidupan yang Tuhan percayakan dengan penuh rasa syukur, tanggung jawab, dan ketaatan.

Sumber: Pena Katolik

Doa Penutup

Bapa yang Mahabaik,

Kami bersyukur atas firman-Mu yang mengingatkan kami tentang kesabaran dan belas kasih-Mu yang tidak pernah habis. Engkau terus memanggil kami melalui berbagai cara agar kami kembali kepada jalan-Mu, meskipun sering kali kami lalai, keras hati, dan lebih mengutamakan kehendak kami sendiri.

Ampunilah kami apabila kami kurang menghargai berkat, talenta, waktu, dan kehidupan yang telah Engkau percayakan kepada kami. Jangan biarkan keserakahan, keegoisan, dan kedegilan menguasai hati kami sehingga kami menolak suara-Mu yang hadir melalui firman, nasihat sesama, maupun tuntunan Roh Kudus.

Tolonglah kami agar mampu menjadi pengelola yang setia atas segala karunia yang Engkau berikan. Ajarlah kami untuk hidup dalam rasa syukur, tanggung jawab, dan ketaatan kepada kehendak-Mu. Semoga kami senantiasa menerima Yesus Kristus sebagai Batu Penjuru kehidupan kami dan menjadikan-Nya dasar dalam setiap pikiran, perkataan, dan tindakan.

Curahkanlah rahmat-Mu kepada kami agar kami semakin bertumbuh dalam iman, pengharapan, dan kasih, serta mampu menghasilkan buah-buah kebaikan yang memuliakan nama-Mu.

Kami serahkan seluruh hidup kami ke dalam tangan-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

Amin.

Demikian renungan harian Katolik, Senin, 1 Juni 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Semoga bermanfaat, detikers!




(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads