Polisi masih mewaspadai ancaman benda berbahaya lain di lokasi ledakan bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua pun dikerahkan ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan sterilisasi.
"Kami tidak ingin mengambil risiko. Tim Jibom akan melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh karena masih dimungkinkan terdapat benda-benda berbahaya lainnya di sekitar lokasi ledakan," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).
Cahyo melanjutkan, personel Polda Papua dan Polres Biak Numfor telah mengamankan lokasi dan membantu penanganan korban. Personel juga masih mencari tiga korban lain yang belum ditemukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya pencarian dan evakuasi melibatkan pemerintah daerah, Basarnas, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dan komunitas nelayan setempat. Warga diimbau segera melapor jika menemukan benda-benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa peninggalan perang.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Biak Numfor dan daerah lainnya yang memiliki sejarah peninggalan Perang Dunia II, apabila menemukan benda yang dicurigai berbahaya agar tidak disentuh, dipindahkan, ataupun dibongkar," jelasnya.
Cahyo mengatakan, penyebab pasti ledakan bom juga masih dalam penyelidikan. Menurut keterangan sejumlah saksi, ledakan terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan suara yang sangat keras.
"Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 55 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, terdiri dari 3 balita dan 52 orang dewasa," imbuh Cahyo.
Ledakan bom yang terjadi di kompleks perumahan nelayan tersebut tidak hanya menelan korban jiwa. Puluhan warga dilaporkan mengalami luka-luka.
"Selain korban meninggal dan yang masih dalam pencarian, sebanyak 19 orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis," ungkap Cahyo.
Lima jenazah korban ledakan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Surido, Distrik Biak Kota. Kelima korban tewas merupakan satu keluarga bernama Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7) dan Isril Raubaba (5).
Sementara itu, tiga orang lainnya hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Ketiganya masing-masing teridentifikasi bernama Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45) dan Anis Marandof (27).
(sar/ata)
