Korban Tewas Ledakan Bom Sisa PD II di Biak Numfor Bertambah Jadi 6 Orang

Papua

Korban Tewas Ledakan Bom Sisa PD II di Biak Numfor Bertambah Jadi 6 Orang

Syachrul Arsyad - detikSulsel
Selasa, 02 Jun 2026 18:42 WIB
Bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia II meledak di Biak Numfor.
Foto: Bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia II meledak di Biak Numfor. (dok. Istimewa)
Biak Numfor -

Jumlah korban tewas akibat ledakan bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, bertambah menjadi 6 orang. Korban terbaru bernama Mina Puadi (51) meninggal dalam perawatan setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Cahyo menyebut, Mina Puadi awalnya terlihat mengalami luka pada bagian dahi. Namun setelah menjalani observasi dan pemeriksaan medis secara intensif, tim dokter menemukan adanya patah tulang rusuk sebelah kiri serta pendarahan pada organ limpa korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban pun menjalani operasi untuk menangani pendarahan internalnya pada Senin (1/6) sekitar pukul 15.00 WIT. Setelah operasi selesai, kondisi korban sempat menunjukkan perkembangan yang stabil.

Selang beberapa jam, kondisi kesehatannya kembali menurun hingga kembali mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU dengan bantuan ventilator. Setelah melalui serangkaian upaya medis, korban dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (2/6) pukul 04.06 WIT.

ADVERTISEMENT

"Polda Papua bersama seluruh unsur terkait saat ini terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan," papar Cahyo.

Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua juga masih intensif melakukan sterilisasi di lokasi ledakan. Hal ini untuk tidak ada lagi material berbahaya atau sisa bahan peledak yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat maupun petugas di lapangan.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian maupun memindahkan benda-benda yang dicurigai sebagai sisa bahan peledak. Apabila menemukan benda mencurigakan, segera laporkan kepada aparat keamanan agar dapat ditangani sesuai prosedur," tegasnya.

Temuan Potongan Tubuh-Granat Aktif

Sebanyak 13 potongan tubuh diduga korban ledakan juga telah dievakuasi. Potongan tubuh itu selanjutnya diserahkan ke Tim Identifikasi Polda Papua dan RSUD Biak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Tim gabungan yang melibatkan Basarnas berhasil menemukan 13 serpihan atau potongan bagian tubuh," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan dalam keterangannya, Selasa (2/6).

Di sisi lain, tim Jibom menemukan dua proyektil dan satu granat aktif jenis nanas dari tempat kejadian perkara (TKP) ledakan. Granat aktif itu selanjutnya akan dimusnahkan.

"Petugas menemukan dua proyektil yang sebelumnya telah diambil amunisinya dengan cara digerinda, serta satu granat nanas yang telah dimodifikasi," bebernya.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads