Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa kembali menyalurkan bantuan paket makanan bergizi kepada keluarga berisiko stunting. Bantuan tersebut menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil (bumil), ibu menyusui, dan anak balita.
Pembagian bantuan makanan bergizi itu menyasar warga yang berada di Desa Bontoala, Desa Jenetallasa, dan Desa Taeng, Rabu (3/6/2026). Pihak panitia menyerahkan sebanyak 200 paket makanan bergizi kepada warga yang membutuhkan.
Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin menyoroti pembagian bantuan ini karena melibatkan warga dan pemerintah daerah. Dia menilai hal ini sebagai sinyal positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus terus menjaga dan memperkuat kolaborasi ini agar kasus yang tersisa juga bisa segera ditangani," ujar Darmawangsyah.
Pemkab Gowa memilih membagikan bantuan pada tiga desa tersebut berdasarkan hasil pemetaan risiko stunting yang akurat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan intervensi gizi tepat sasaran kepada keluarga yang paling membutuhkan.
"Kami ingin memastikan bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan. Karena itu kami meminta seluruh perangkat desa, aparat kecamatan, tenaga pendamping, dan penyuluh untuk terus memperbarui data sehingga program yang dijalankan tepat sasaran," katanya.
Pemkab Gowa memanfaatkan pertemuan dengan warga tersebut untuk memberikan edukasi mengenai stunting secara langsung. Pemahaman masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan angka kasus gizi buruk secara berkelanjutan.
"Kalau seluruh elemen bergerak bersama, saya optimistis angka stunting di Gowa yang saat ini berada di kisaran 17 persen bisa kita tekan hingga 10 persen. Ini bukan pekerjaan pemerintah saja, tetapi gerakan bersama yang membutuhkan dukungan semua pihak," tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pelaksana di lapangan agar selalu mengedepankan prinsip keadilan. Bantuan gizi wajib diberikan kepada keluarga yang tepat agar manfaat program dirasakan secara maksimal.
"Kita harus mendahulukan warga yang memang membutuhkan. Jangan sampai bantuan yang diperuntukkan bagi keluarga berisiko justru diterima oleh mereka yang sebenarnya sudah mampu. Fokus kita adalah memastikan kebutuhan gizi masyarakat rentan dapat terpenuhi," pesannya.
Sementara itu, Camat Pallangga, Muhammad Basir, menyampaikan apresiasi atas perhatian besar dari pemerintah daerah. Kehadiran langsung pimpinan daerah menjadi bukti nyata bahwa penanganan stunting tidak hanya sekadar kebijakan di atas kertas.
"Sejak pagi masyarakat sudah datang karena ingin bertemu langsung dengan Pak Wakil Bupati. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang sangat besar," ujar Basir.
"Kami berharap bantuan dan perhatian yang diberikan hari ini dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima sekaligus memperkuat upaya penurunan stunting di Kecamatan Pallangga," ungkapnya.
(hmw/hmw)










































