Bulan Muharram sebagai salah satu bulan mulia dalam Islam menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan sunnah dan mendulang berlimpah pahala. Salah satu amalan yang dianjurkan pada bulan Muharram adalah berpuasa sunnah.
Rasulullah SAW bahkan menyebutkan bahwa puasa sunnah di bulan Muharram sebagai salah satu puasa sunnah yang paling utama setelah puasa Ramadhan.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw. bersabda, "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa Muharram dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (HR. Muslim).
Selain puasa sunnah yang dikhususkan pada bulan Muharram, terdapat puasa puasa sunnah yang bisa dikerjakan secara rutin oleh umat Islam. Berikut ini detikSulsel telah menyajikan informasi selengkapnya jadwal puasa sunnah bulan Muharram 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puasa Bulan Muharram 2026
Berikut adalah jenis puasa sunnah yang dikerjakan pada bulan Muharram lengkap dengan bacaan niatnya:
1. Puasa Awal Muharram
Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan saat memasuki Tahun Baru Islam adalah berpuasa pada hari pertama bulan Muharram.
Mengenai keutamaan puasa pada pergantian tahun Hijriah, terdapat hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa berpuasa pada hari akhir Dzulhijjah dan awal Muharram, niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya, walaupun selama lima puluh tahun melakukannya." (HR Ibnu Abbas).(1)
Niat Puasa 1 Muharram
Bagi detikers yang ingin melaksanakan puasa 1 Muharram, berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْمُحَرَّمِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma-sy-syahri-l-muharrami sunnata-lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya berniat puasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta'ala."(2)
2. Puasa Tasu'ah
Puasa Tasu'a adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Anjuran melaksanakan Puasa Tasu'a didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA.
Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura, para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani." Maka, beliau bersabda, "Tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan." Ibnu Abbas berkata, "Tahun berikutnya belum datang, namun Rasulullah SAW meninggal terlebih dahulu." (HR. Muslim).
Niat Puasa Tasua 9 Muharram
نَوَيْتُ صَوْمَ تَسُعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab Latin: Naiwaitu shauma tasu'aa-i sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Tasu'a karena Allah Ta'ala."
3. Puasa Asyura
Puasa Asyura adalah puasa yang dilakukan tanggal 10 Muharram. Beberapa hadits menjelaskan keutamaan puasa ini, antara lain hadits dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW. bersabda:
"Barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharram), maka Allah SWT memberinya pahala 10.000 malaikat. Dan, barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharram), maka ia diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumrah dan 10.000 pahala orang mati syahid. Barang siapa mengusap kepala anak-anak yatim di hari tersebut, maka Allah SWT. menaikkan dengan setiap rambut satu derajat. Barang siapa memberi makan kepada orang mukmin yang berbuka puasa di hari Asyura, maka seolah-olah ia memberi makan seluruh umat Rasulullah SAW yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka."
Niat Puasa Asyura 10 Muharram
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab Latin: Naiwaitu shauma 'aasyura sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala."(1)
4. Puasa Ayyamul Bidh
Selain puasa-puasa khusus di bulan Muharram, umat Islam juga dapat melaksanakan bulanan yakni Puasa Ayyamul Bidh. Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 pada bulan Hijriah.
Puasa ini termasuk amalan yang rutin dikerjakan Rasulullah SAW. Bahkan, beliau mewasiatkan para sahabat untuk melaksanakannya. Dalam sebuah riwayat, Aisyah RA pernah ditanya apakah Rasulullah SAW berpuasa tiga hari setiap bulan. Beliau menjawab, "Benar." (HR Muslim).(3)
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Adapun bacaan niat puasa Ayyamul Bidh ialah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ يوم الْبِيْضُ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillaahi-ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah yaumul bidh (Hari Putih) karena Allah Ta'ala.(4)
5. Puasa Senin Kamis
Puasa Senin Kamis merupakan salah satu puasa sunah yang dapat dikerjakan umat muslim secara rutin. Puasa Senin Kamis termasuk salah satu puasa yang menjadi rutinitas Rasulullah.
Hal itu dijelaskan dalam hadits yang bersumber dari Aisyah dan diriwayatkan oleh Tirmidzi:
"Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam selalu berusaha menjaga puasa hari Senin dan Kamis." (HR Tirmidzi dan An- Nasa'i dari Aisyah).(5)
Niat Puasa Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta'âlâ."
Niat Puasa Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta'âlâ."(6)
Jadwal Puasa Bulan Muharram 2026
Bagi detikers yang ingin melaksanakan puasa sunnah di bulan Muharram 2026, berikut ini jadwal lengkapnya yang dapat dijadikan panduan:
Puasa Awal Muharram
- Selasa, 16 Juni 2026 (1 Muharram 1448 H)
Puasa Tasu'a
- Rabu, 24 Juni 2026 (9 Muharram 1448 H)
Puasa Asyura
- Kamis, 25 Juni 2026 (10 Muharram 1448 H)
Puasa Ayyamul Bidh
- Minggu, 28 Juni 2026 (13 Muharram 1448 H)
- Senin, 29 Juni 2026 (14 Muharram 1448 H)
- Selasa, 30 Juni 2026 (15 Muharram 1448 H)
Puasa Senin
- 22 Juni 2026 (7 Muharram 1448 H)
- 29 Juni 2026 (14 Muharram 1448 H)
- 6 Juli 2026 (21 Muharram 1448 H)
- 13 Juli 2026 (28 Muharram 1448 H)
Puasa Kamis
- 18 Juni 2026 (3 Muharram 1448 H)
- 25 Juni 2026 (10 Muharram 1448 H)
- 2 Juli 2026 (17 Muharram 1448 H)
- 9 Juli 2026 (24 Muharram 1448 H)
Demikianlah informasi mengenai jadwal puasa sunnah bulan Muharram 2026/1448 H, lengkap dengan bacaan niatnya. Semoga bermanfaat detikers!
Referensi:
1. Buku Kelender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ust Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid
2. Buku Meraih Surga dengan Puasa yang disusun oleh H Herdiansyah Achmad Lc
3. Buku Panduan Puasa karya Fakhrizal Idris
4. Buku 'Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa' karya Ustadz Ali Amrin al-Qurawy
5. Buku 'Rahasia Puasa Sunnah' oleh Ahmad Syahirul Alim
6. Buku Tata Cara dan Tuntunan Segala Jenis Puasa karya Nur Solikhin
(urw/urw)










































