2 Potongan Tubuh Kembali Ditemukan H+7 Ledakan Bom PD II di Biak Numfor

Papua

2 Potongan Tubuh Kembali Ditemukan H+7 Ledakan Bom PD II di Biak Numfor

Syachrul Arsyad - detikSulsel
Minggu, 07 Jun 2026 15:48 WIB
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan Bersama tim SAR gabungan saat merilis perkembangan penanganan pascaledakan bom di Biak Numfor.
Foto: Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan Bersama tim SAR gabungan saat merilis perkembangan penanganan pascaledakan bom di Biak Numfor. (dok. Istimewa)
Biak Numfor -

Dua potongan tubuh kembali ditemukan memasuki hari ketujuh penanganan pasca-ledakan bom peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Tim gabungan juga mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban maupun peristiwa ledakan.

"Dua serpihan bagian tubuh manusia, satu unit telepon genggam merek Evercross warna hitam, tiga buah dompet, satu buah pisau, satu buah gunting medis, satu buah pinset medis, serta satu unit GPS merek Garmin," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan saat konferensi pers, Sabtu (6/6/2026) malam tadi.

Tim Jibom dan Gegana Satbrimob Polda Papua juga telah menuntaskan area Ring 1 atau lokasi yang diduga menjadi pusat ledakan telah dinyatakan steril. Kendati begitu, aparat keamanan masih melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini untuk melanjutkan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mencari barang bukti lain yang dapat membantu proses penyelidikan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak memasuki area Ring 1 meskipun telah dinyatakan steril dari potensi bahan peledak lainnya.

Tim juga masih akan melanjutkan operasi pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan. Pengamanan di sekitar lokasi ledakan akan tetap dilaksanakan sampai seluruh tahapan pencarian dan penyelidikan selesai dilakukan.

ADVERTISEMENT

"Walaupun area sumber ledakan telah dinyatakan steril oleh Tim Jibom dan Gegana, kami tetap melakukan pengamanan dan pembatasan akses di lokasi," ujarnya.

"Hal ini untuk mendukung proses olah TKP lanjutan serta memberikan ruang kepada tim gabungan dalam melaksanakan tugas pencarian secara optimal," tambah Ari.

Komandan Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua AKBP Clief Gerald Philipus Duwith menambahkan, timnya telah menyelesaikan proses sterilisasi pada area yang diduga menjadi pusat ledakan. Kendati begitu, warga dilarang mendekati lokasi ledakan.

"Area Ring 1 telah dinyatakan steril dari potensi bahan peledak aktif. Namun demikian, kami tetap merekomendasikan agar area tersebut tidak dimasuki masyarakat sampai seluruh proses penyelidikan dan pencarian korban selesai dilaksanakan," jelas Clief Gerald.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan pasca ledakan, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga relawan. Upaya pencarian dan identifikasi korban dipastikan terus dilakukan.

"Sinergi yang baik antarinstansi menjadi kunci dalam penanganan peristiwa ini, baik dalam proses pencarian korban, identifikasi, maupun pengamanan lokasi," ungkap Cahyo.

Diketahui, bom diduga sisa PD II meledak di Kompleks Perumahan Nelayan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT. Insiden itu mengakibatkan enam warga meninggal.

Keenam korban tewas yakni Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), Isril Raubaba (5) dan Mina Puadi (51). Sementara tiga korban yang masih dalam pencarian, yakni Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45) dan Anis Marandof (27).




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads