Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Pantai Selatan Mindanao, Filipina terasa kuat di wilayah Provinsi Gorontalo. Sirine peringatan tsunami pun berbunyi di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara hingga menimbulkan kepanikan warga.
Sirine peringatan tsunami dibunyikan di gedung Bele Li Mbui, Jalan Sultan Hasanuddin, Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo. Kemudian sirine juga dibunyikan di Kwandang atau tepatnya di bekas kantor bupati Gorontalo Utara.
"Bunyi sirine peringatan Tsunami ada dua ada. Itu dibunyikan tadi karena wilayah potensi tsunami," ujar Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo Moh Tahir Laendeng kepada BeritaKlik, Senin (8/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan pihaknya awalnya mendapatkan peringatan dari BMKG. Informasi tersebut kemudian diteruskan dengan membunyikan sirine peringatan tsunami di wilayah berpotensi tsunami.
"Kalau untuk SOP-nya ada peringatan dari BMKG yang diinfokan ke BPBD dan dimintakan untuk membunyikan sirine. Pusat kontrol sirine ada di BPBD Provinsi Gorontalo," bebernya.
Sirine peringatan tsunami itu kemudian membuat siswa dan guru di SDN 41 Hulontalangi, Kota Gorontalo berhamburan keluar kelas. Mereka langsung berkumpul di lapangan sekolah.
"Bunyi sirene dari sekolah itu sendiri yang guru akan bunyikan, sehingga anak-anak takut karena ada gempa," kata Tahir.
Dalam video dilihat BeritaKlik, tampak sejumlah siswa berhamburan keluar kelas. Mereka langsung ke lapangan sekolah setelah diarahkan gurunya.
Dalam video lain di Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara, terdengar sirine peringatan tsunami. Warga tampak merespons dengan berteriak peringatan tsunami.
(hsr/hmw)










































