Tahun Baru Islam 2026 Berapa Hijriah? Cek Infonya Sesuai Kalender Kemenag

Tahun Baru Islam 2026 Berapa Hijriah? Cek Infonya Sesuai Kalender Kemenag

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Selasa, 09 Jun 2026 21:30 WIB
Ilustrasi tahun baru islam
Ilustrasi Tahun Baru Islam 2026 (Foto: Getty Images/Baramyou0708)
Makassar -

Penanggalan kalender Hijriah saat ini sudah memasuki paruh ketiga bulan Dzulhijjah yang merupakan bulan terakhir. Artinya, umat Islam akan segera menyambut Tahun Baru Islam yang jatuh pada tanggal 1 Muharram.

Menjelang momen pergantian tahun tersebut menandakan masuknya tahun baru Hijriah dalam kalender Islam. Lantas, Tahun Baru Islam berapa Hijriah di tahun 2026 ini?

Simak berikut ini informasi lengkapnya sesuai kalender resmi yang ditetapkan Kementerian Agama (Kemenag) RI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun Baru Islam 2026 Berapa Hijriah?

Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kemenag, bulan Juni 2026 berada pada dua bulan Hijriah, yakni Dzulhijjah dan Muharram.

Bulan Dzulhijjah sendiri merupakan bulan terakhir dalam penanggalan kalender Islam. Dalam kalender Kemenag tersebut bulan Dzulhijjah di bulan Juni 2026 menandai tahun 1447 Hijriah dan berlangsung hingga tanggal 15 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, awal bulan Muharram jatuh pada tanggal 16 Juni 2026. Bulan Muharram yang merupakan bulan pertama dalam kalender Islam di bulan Juni 2026 menandai tahun 1448 Hijriah.

Dengan demikian, Tahun Baru Islam 2026 memasuki tahun 1448 Hijriah.

Doa Pergantian Tahun Hijriah

Menjelang pergantian tahun, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa akhir dan awal tahun. Berikut ini bacaannya masing-masing.

Doa Akhir Tahun

Mengutip dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ust Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, berikut bacaan doa akhir tahun yang dapat dilafalkan menjelang malam 1 Muharram:

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جَرَائِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ، فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِي وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَاكَرِيمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Arab Latin: Wa shallallaahu alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.

Allaahumma ma 'amiltu fi haadzihis sanati mimmaa nahaitani 'an-hu falam atub min-hu walam tardhahu walam tansahu wa halamta 'alayya ba'da qudratika 'ala uquubatii wa da'autanii ilattaubati min-hu ba'da jur'ati alaa ma'siyatika fa innii astaghfiruka fagfirlii wa maa 'amiltu fiihaa mimmaa tardhaahu wa wa'adtani 'alaihits-tsawaba fas'alukallahumma yaa karimu yaa dzal jalaali wal ikraam, an tataqabbalahu minnii wa la taqtha' rajai minka yaa karim, wa sallallaahu 'ala sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'ala aalihii wa sahbihii wa sallam.

Artinya: "Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw., beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah aku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untukku, dan Engkau telah mengajakku untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu, ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, aku mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amalku dan semoga Engkau tidak memutuskan harapanku kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan, semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami, Muhammad, serta keluarga dan sahabatnya."

Doa Awal Tahun

Berikut lafaz doa awal tahun yang dapat dipanjatkan saat memasuki malam 1 Muharram:

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَجُودِكَ الْمَعْوُلِ. وَهَذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ إِلَيْنَا، نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَجُنُودِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ وَالِاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ،

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Arab Latin: Washallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihii wasallam.

Allaahumma antal abadiyul qadiimul awwalu wa 'alaa fadhlikal 'azhiimi wa juudikal mu-awwal. Wa haadzaa 'aamun jadiidun qad akbala ilainaa. Nas-alukal 'ishmata fiihi minasy syaithaani wa auliyaa-ihi wajunuudihii wal 'auni 'alaa hadzihin nafsil ammaarati bissuu-i wal ishtighaali bimaa yuqarribunii ilaika zulfaa yaa dzal jalaali wal ikraam, yaa arhamar raahimiin.

Washallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'aala aalihi wa shahbihii wasallam.

Artinya: "Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, serta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, Engkau-lah Yang Maha Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan, hanya kepada anugerah-Mu yang agung dan kedermawanan-Mu yang menjadi tempat bergantung. Dan, inilah tahun baru yang benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, pembantu-pembantunya, dan bala tentaranya. Dan, kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, dan agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara mereka yang mengasihi. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, serta keluarga dan sahabatnya."

1 Muharram Apakah Libur?

1 Muharram merupakan salah satu hari besar keagamaan bagi umat Islam. Oleh karena itu, tidak sedikit yang bertanya apakah 1 Muharram ditetapkan sebagai tanggal merah atau hari libur di Indonesia.

Berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, 1 Muharram ditetapkan sebagai tanggal merah atau hari libur nasional di Indonesia.

Pada tahun 2026, pemerintah tidak menetapkan cuti bersama dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1448 H tersebut. Dengan demikian, libur 1 Muharram 1448 H hanya berlangsung satu hari, yaitu pada Selasa, 16 Juni 2026.

Nah, demikianlah informasi mengenai tahun Hijriah Tahun Baru Islam 2026, lengkap jadwal liburnya. Semoga bermanfaat, detikers!




(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads